29.2 C
Jakarta

FK UMS Ubah Sampah di Gonilan Jadi Pupuk Bernilai Ekonomi

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ mendorong warga Desa Gonilan, Kartasura, Sukoharjo, mengubah sampah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi melalui pengolahan pupuk organik cair (POC) dan kompos.

 

Program tersebut digelar melalui Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan dan Pemberdayaan Desa Binaan (P2DB) Direktorat Riset, Pengabdian Masyarakat, Publikasi, dan Sentra KI (DRPPS) UMS. Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Kader Lingkungan Hidup Desa Gonilan melalui Pengolahan Sampah dan Manajemen Produksi Pupuk Cair Berbasis Teknologi Tepat Guna” berlangsung di Balai Desa Gonilan, Jumat (14/8/2026).

 

Desa Gonilan selama ini menghadapi persoalan pengelolaan sampah seiring tingginya aktivitas rumah tangga dan ekonomi masyarakat. Volume sampah di wilayah tersebut tercatat mencapai sekitar 40 ton per bulan, sementara sebagian sampah masih menumpuk di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

 

Kondisi itu berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan meningkatkan risiko penyakit. Karena itu, FK UMS menghadirkan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat dengan memberikan edukasi sekaligus praktik pengolahan sampah organik.

 

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FK UMS, Dr. N Juni Triastuti, M.Med.Ed, AIFO-K, CMLE, CCP, CPFP., mengatakan kegiatan tidak hanya berfokus pada teknik mengolah sampah, tetapi juga membangun kemampuan kader dalam mengelola produksi dan pemasaran produk.

 

“Sebagian besar sampah organik di Desa Gonilan hanya ditumpuk di TPS tanpa pengolahan lebih lanjut. Kondisi tersebut mendorong tim kami menghadirkan inovasi teknologi agar potensi ekonomi sampah organik dapat dimaksimalkan sekaligus mengatasi masalah lingkungan,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).

 

Warga Dilatih Membuat Pupuk Organik Cair

 

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari sampah rumah tangga. Para kader juga dibekali pengetahuan mengenai pemilahan sampah, manajemen produksi, hingga strategi pemasaran.

 

Untuk menunjang keberlanjutan program, DRPPS UMS melalui P2DB turut menyerahkan sejumlah sarana pengolahan sampah. Bantuan tersebut berupa satu unit taman lingkungan hidup, bak sampah terpadu, mesin pencacah kompos, reaktor komposter, serta berbagai peralatan pendukung produksi pupuk organik cair.

 

“Bantuan ini diharapkan menjadi infrastruktur utama bagi masyarakat untuk mengelola sampah organik yang selama ini menjadi masalah, mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi seperti pupuk cair dan kompos,” kata Juni.

 

Tak berhenti pada aspek teknis, UMS juga memperkuat kapasitas kelembagaan kader lingkungan hidup. Mereka diperkenalkan dengan sistem pencatatan produksi sederhana serta strategi pemasaran digital melalui media sosial.

 

Langkah tersebut diharapkan membuat pengelolaan sampah tidak sekadar menjadi aktivitas lingkungan, tetapi berkembang menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

 

Desa Gonilan Diproyeksikan Jadi Model Pengelolaan Sampah

 

Kepala Desa Gonilan, Rita, mengapresiasi program pengabdian FK UMS. Menurut dia, pendampingan tersebut memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga.

 

“Kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat buat kami dan juga para ibu-ibu rumah tangga. Kami sekarang lebih paham cara memilah sampah dan mengolah sampah organik menjadi pupuk cair dan kompos yang bermanfaat,” tuturnya.

 

Tim pengabdian FK UMS diketuai Juni Triastuti dengan anggota Dr. Erna Herawati, SpKJ., dan Dr. Sri Wahyu Basuki, M.Kes. Program tersebut juga melibatkan lima mahasiswa FK UMS, yakni Anindya Leta Azalia, Zaidan Khaatam Muzakiy, Annisa Shafa Kamila, Muhammad Arfian Putra Kusnadi, dan Revalina Afroza Adani.

 

Melalui program tersebut, Desa Gonilan diharapkan dapat berkembang menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas di wilayah Kartasura.

 

Model yang dikembangkan tidak hanya mengandalkan teknologi tepat guna, tetapi juga menggabungkan edukasi, penguatan kelembagaan, pendampingan produksi, serta pemasaran digital.

 

UMS berharap pengelolaan sampah di Desa Gonilan dapat berkembang menjadi bagian dari ekonomi sirkular berbasis desa. Dengan demikian, sampah tidak hanya berkurang, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!