26.1 C
Jakarta

Muhammadiyah Siapkan Instruktur penggerak Pancasila

Baca Juga:

Galang Donasi Musim Dingin di Palestina, Adara Relief Gelar Family Festival 3

JAKARTA, MENARA62.COM - Family Festival 3 in supporting Winter Relief 2021 digelar hari ini, Ahad (28/11). Bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, acara tahunan...

Indonesia is getting far away from Green Economy

A report published by World Agroforestry Center (WAC) shows that Indonesia is getting further away from the green economy models. A green economy is...

Launching Tanam Pohon dan Sayur Sistim Pola Asuh

  JEPARA, MENARA62.COM - Sinergitas dan kolaborasi perdana kegiatan antara MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, LLHPB PP 'Aisyiyah, LLHPB PWA Jawa Tengah, Daerah Jepara, serta cabang...

MANADO, MENARA62.COM — Kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Negara Pancasila sebagai Darul ‘Ahdi Wasy Syahadah kerja sama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) kembali diadakan Sabtu (26/10/2019). Kali ini bertempat di Aula DPRD Manado Sulawesi Utara dengan para peserta yang terdiri dari Kader Instruktur Muhammadiyah.

Acara dihadiri Sekretaris PW Muhammadiyah Sulawesi Utara, Nasri Sakamole dan pengurus MPK PDM Se-Sulawesi Utara.

Sedangkan narasumber, Koordinator Tim Kerja, Faozan Amar, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader (MPK) PP Muhammadiyah, Faiz Rafdhi, Delmus Puneri Salim, Rektor IAIN Manado dan Untung Cahyono, Biro Organisasi PP Muhammadiyah. Acara dipandu Muthoharun Jinan, Sekretaris MPK PP Muhammadiyah.

Nasri mengatakan kegiatan ini sangat penting, karena tantangan kebangsaan kita kedepan semakin kompleks. “Bagaimana agar organisasi besar seperti Muhammadiyah ini terus memberikan pencerahan tentang pentingnya menguatkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara,” ujar Nasri.

Untung Cahyono menambahkan, Seharusnya tidak ada lagi perdebatan Pancasila, karena Pancasila Mengandung ciri Keislaman dan Keindonesiaan yang memadukan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan (humanism religious). “Pancasila adalah ideologi yang mengikat seluruh rakyat dan komponen bangsa,” ujar Untung.

Adapun menurut Delmus, rasa semangat nasionalisme yang terkandung dalam Pancasila bukan menghasilkan satu identitas yang sama, tapi bagaimana agar identitas lain muncul namun tetap dalam bingkai persatuan Indonesia. “Ada kearifan lokal yang harus dihargai,“ ujarnya.

Sementara Faiz Rafdhi mengatakan Konsep Darul Ahdi Wasyahadah adalah hasil Muktamar, maka harus terus digelorakan di kalangan kader, terutama para instruktur, karena sesuai dengan Kepribadian Muhammadiyah. “Pehamaman dan nilai-nilai Itu bisa masuk dalam kegiatan pengkaderan seperti Baitul Arqom atau bahkan Pengajian. MPK siapkan instruktur penggerak Pancasila,” kata Faiz.

Faozan Amar mengamini bahwa sejatinya tugas kader instruktur di tingkat wilayah, daerah, maupun cabang adalah mensosialisasilkan hasil Muktamar Muhammadiyah ke 47 tahun 2015 tentang Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wasy Syahadah. “Dan itu bisa dimulai dari diri sendiri seperti kata Nabi: Ibdak Binafsi, daripada menunggu instruksi pimpinan, mari kita menjadi tauladan,” tutup Faozan disambut tepuk tangan peserta (FS/FA)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Galang Donasi Musim Dingin di Palestina, Adara Relief Gelar Family Festival 3

JAKARTA, MENARA62.COM - Family Festival 3 in supporting Winter Relief 2021 digelar hari ini, Ahad (28/11). Bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, acara tahunan...

Indonesia is getting far away from Green Economy

A report published by World Agroforestry Center (WAC) shows that Indonesia is getting further away from the green economy models. A green economy is...

Launching Tanam Pohon dan Sayur Sistim Pola Asuh

  JEPARA, MENARA62.COM - Sinergitas dan kolaborasi perdana kegiatan antara MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, LLHPB PP 'Aisyiyah, LLHPB PWA Jawa Tengah, Daerah Jepara, serta cabang...

Muchlas MT : Penulisan Sejarah Muhammadiyah Suatu Keharusan

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Dr Muchlas MT mengungkapkan penulisan sejarah Muhammadiyah suatu keharusan. Penulisan sejarah harus menjadi bagian...