25.6 C
Jakarta

Muhammadiyah Sudah Salurkan Bantuan 1 Milyar untuk Palestina

Must read

Platform PJJ akan Dipermanenkan. Soal Metode Belajar Tetap Tergantung Zona Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM  – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak berencana permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa tetap akan ditentukan...

Gizi Optimal Sejak Pra Kehamilan, Upaya Penting Lahirkan Generasi Emas

JAKARTA, MENARA62.COM - Gizi optimal tidak disiapkan seketika, saat anak lahir. Tetapi persiapannya harus dilakukan jauh hari sebelumnya, bahkan sebelum kehamilan itu terjadi (pra...

Boarding School, Sekolah sambil Mondok, sebuah Pilihan

Oleh: Ashari, SIP* Aksioma yang menyatakan pergantian menteri selalu dibarengi dengan pergantian kebijakan, rasanya tidak terbantahkan.  Dari pergantian kurikulum, Silabus hingga Perangkat Pembelajaran dan Sistem...

Ramai Isu Pengembalian Pengawasan Bank ke BI, Ini Tanggapan KADIN dan HIPMI

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kondisi perekonomian negara menjadi menjadi salah satu cukup memprihatinkan imbas pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak triwulan pertama tahun 2020, khususnya...

JAKARTA, MENARA62.COM – Menghadapi pandemi Covid-19 Lembaga Amal Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) tidak hanya berperan mendukung Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) di tanah air sebagai penyedia dana semua kegiatan MCCC dari tingkat pusat hingga ranting Muhammadiyah, namun juga terlibat dalam penyaluran bantuan ke luar negeri.

Melalui bendera Muhammadiyah Aid, Lazismu telah menyalurkan bantuan bingkisan Ramadhan Muhammadiyah ke kawasan Gaza dan Tepi Barat di Palestina. Bantuan ke Tepi Barat disalurkan melalui Al Tsauri Silwan Women Center (AWC) sebuah LSM yang didirikan oleh warga Palestina dan berkedudukan di Yerusalem.

Sementara bantuan ke Gaza disalurkan melalui International Education Scientific and Cultural Organisation (IESCO) sebuah LSM yang konsen memberi dukungan untuk sektor pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya yang berkantor di Malaysia.

Edi Suryanto, Direktur Eksekutif Lazismu PP Muhammadiyah mengatakan bahwa bantuan disalurkan untuk bingkisan Ramadhan bagi dhuafa dan yang terdampak Covid-19, khususnya mereka yang tidak punya penghasilan tetap karena lockdown wilayah masing-masing.

“Jumlah dana yang disalurkan adalah USD 6.500 (enam ribu lima ratus Dolar) untuk Tepi Barat dan USD 6.500 (enam ribu lima ratus dolar) dan aktifitas penyaluran dimulai sejak 7 mei sampai 22 Mei 2020. Bantuan dalam bentuk paket sembako sejumlah paket ada 64 paket dengan harga per paket USD 100 (seratus dolar),” kata Edi.

Untuk melaksanakan program tersebut penanggung jawab Muhammadiyah Aid adalah Dr. Wachid Ridwan, sementara dari Al Tsauri Silwan Women Center (AWC) yaitu direktur eksekutifnya Abeer Zayed dan dari IESCO diwakili Project Manager Belal Al Hamadeen.

Selain pemberian bantuan bingkisan Ramadhan, Muhammadiyah Aid selama ini sudah menggelontorkan dana lebih dari 1 milyar rupiah dalam bidang pendidikan, kesehatan dan sosial untuk Palestina. Dr. Wachid Ridwan selaku Koordinator Muhammadiyah Aid menyampaikan selain bantuan bingkisan Ramadhan, pihaknya juga menggelontorkan beasiswa bagi para mahasiswa Palestina.

“Total nilai beasiswa yang kami salurkan sebesar 64 ribu dollar Amerika dan untuk bantuan kesehatan mahasiswa senilai 10 ribu dollar. Sementara untuk operasional bagi LSM setempat senilai 300 dollar,” katanya.

Wachid juga membeberkan proses kerja sama dengan LSM-LSM yang dibentuk oleh warga Palestina di pengasingan tersebut. “Kami menerima proposal permintaan bantuan dari mereka, kami analisis jika memang layak, dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dan kontrak kegiatan,” ungkapnya.

Selama ini menurut Wachid, Muhammadiyah Aid sudah banyak menggelontorkan dana untuk membantu beberapa negara yang mengalami konflik dan musibah. “Seperti untuk etnis Rohingnya di Myanmar pada tahap pertama dulu tahun 2017-2018 sudah kami kucurkan dana lebih dari 4 milyar. Untuk tahun berjalan 2020-2021 ini juga sama sebesar 4 milyar rupiah,” jelasnya.

Muhammadiyah Aid sendiri adalah program inisiatif Muhammadiyah untuk membantu masalah-masalah kemanusiaan internasional seperti bencana alam, kelaparan, konflik sosial dan peperangan. Dalam beberapa peristiwa bencana alam maupun konflik seperti di Myanmar, Bangladesh, Nepal, Phillipina dan termasuk Palestina sendiri, Muhammadiyah Aid pernah hadir berkontribusi.

Secara kelembagaan, Muhammadiyah Aid adalah tim yang bersifat ad hoc dan bertugas memastikan berbagai program kemanusiaan Muhammadiyah di luar negeri bisa berjalan lancar. (Tim Media MCCC PP Muhammadiyah)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Platform PJJ akan Dipermanenkan. Soal Metode Belajar Tetap Tergantung Zona Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM  – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak berencana permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa tetap akan ditentukan...

Gizi Optimal Sejak Pra Kehamilan, Upaya Penting Lahirkan Generasi Emas

JAKARTA, MENARA62.COM - Gizi optimal tidak disiapkan seketika, saat anak lahir. Tetapi persiapannya harus dilakukan jauh hari sebelumnya, bahkan sebelum kehamilan itu terjadi (pra...

Boarding School, Sekolah sambil Mondok, sebuah Pilihan

Oleh: Ashari, SIP* Aksioma yang menyatakan pergantian menteri selalu dibarengi dengan pergantian kebijakan, rasanya tidak terbantahkan.  Dari pergantian kurikulum, Silabus hingga Perangkat Pembelajaran dan Sistem...

Ramai Isu Pengembalian Pengawasan Bank ke BI, Ini Tanggapan KADIN dan HIPMI

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kondisi perekonomian negara menjadi menjadi salah satu cukup memprihatinkan imbas pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak triwulan pertama tahun 2020, khususnya...

Ketum Kowani: Suka Tak Suka, Perempuan Harus Belajar Teknologi

JAKARTA, MENARA62.COM – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bertekad membangun komunikasi antar perempuan dari seluruh wilayah Indonesia melalui aplikasi Connecting Women. Aplikasi yang diluncurkan Maret...