33.8 C
Jakarta

Muhammadiyah Sukaraja Gandeng BGN Edukasi Gizi Warga Bogor

Baca Juga:

BOGOR, MENARA62.COM — Pemenuhan gizi anak menjadi perhatian Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukaraja, Kabupaten Bogor, dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Bersama Badan Gizi Nasional (BGN), PCM Sukaraja menggelar edukasi pemenuhan gizi anak dalam pengajian bertema “Memaknai 81 Tahun Kemerdekaan untuk Indonesia Berkemajuan” di Masjid Darojaturahman, Cilebut Barat, Ahad (9/8/2026).

 

Edukasi tersebut menghadirkan Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Dr. Mariman Darto, SE, M.Si., yang juga Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

 

Mariman mengatakan, momentum kemerdekaan dapat dimaknai lebih luas, salah satunya dengan memastikan anak-anak Indonesia terbebas dari persoalan kelaparan, kekurangan gizi, dan tengkes atau stunting.

 

Dalam ceramahnya, ia mengaitkan persoalan tersebut dengan pesan Al-Qur’an Surah Al-Balad tentang pentingnya membebaskan manusia dari belenggu dan memberi makan pada masa kelaparan.

 

Menurut Mariman, pemenuhan gizi anak perlu dilakukan berdasarkan kebutuhan perkembangan dan takaran yang tepat.

 

“Jika anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang ditakar sesuai kebutuhan perkembangannya, maka semangat belajar mereka akan tinggi dan disiplin mereka otomatis meningkat,” ujar Mariman di hadapan ratusan jemaah Muhammadiyah dan masyarakat Cilebut.

 

Ia menilai pola pemenuhan gizi yang tepat di tingkat keluarga menjadi salah satu fondasi untuk membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

 

“Dari formula gizi yang tepat inilah akan lahir generasi masa depan yang pintar, sehat, dan mampu membawa Indonesia melesat maju,” tegasnya.

 

Dorong Kesadaran Orangtua

 

Ketua PCM Sukaraja, Moh. Danial Ramli, mengatakan edukasi tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pola konsumsi sehat, terutama dalam keluarga.

 

Menurut Danial, kehadiran Mariman yang memiliki peran di BGN sekaligus di MPKS PP Muhammadiyah memberikan perspektif strategis bagi warga.

 

“Kehadiran Ketua MPKS yang memberikan edukasi langsung mengenai makanan bergizi ini sangat penting. Kami berharap setelah acara ini, masyarakat menjadi jauh lebih paham akan pentingnya menyiapkan masa depan anak-anak yang lebih baik lewat pemberian makanan yang bergizi sejak dini,” ujar Danial.

 

Ia berharap edukasi tersebut tidak berhenti sebagai materi pengajian, tetapi diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.

 

PCM Sukaraja Didorong Masuk Nominasi Nasional

 

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bogor, H. Ahmad Yani, SE, MEI, mengapresiasi langkah PCM Sukaraja yang mengangkat isu ketahanan gizi sebagai bagian dari kegiatan kemasyarakatan.

 

Menurut Ahmad Yani, meskipun baru berusia sekitar satu tahun, PCM Sukaraja dinilai aktif menjalankan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

 

“PCM Sukaraja sangat aktif bergerak. Kami berharap konsistensi ini membuat mereka memenuhi kriteria untuk masuk dalam nominasi LPCR Award tingkat nasional,” kata Ahmad Yani.

 

Ia menyebut PCM Cileungsi, PCM Leuwiliang, dan PCM Puraseda sebagai sejumlah cabang yang sebelumnya telah masuk nominasi.

 

Edukasi Gizi Dilanjutkan Aksi Sosial

 

Kegiatan tidak berhenti pada edukasi. PCM Sukaraja juga menggelar sejumlah layanan sosial bagi masyarakat.

 

Sejak pukul 08.00 WIB, panitia membuka pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, dan asam urat.

 

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Bazar Murah Sembako Kemerdekaan melalui mekanisme penukaran kupon.

 

Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera di Cilebut Barat, dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga.

 

Melalui rangkaian edukasi gizi, pemeriksaan kesehatan, dan bazar sembako, PCM Sukaraja berupaya menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

 

Bagi Muhammadiyah, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai ikhtiar membangun generasi yang sehat, berpendidikan, dan memiliki kesempatan tumbuh secara optimal. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!