25.6 C
Jakarta

MUI Serukan Boikot Produk Amerika dan Israel

Must read

Integrasi Jakarta Satu dengan JakEVO, diapresiasi Bhumandala Award 2020

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meraih dua penghargaan dalam Bhumandala Award tahun 2020, yaitu Bhumandala Kanaka (Medali Emas) dan Bhumandala Kencana (Geoportal...

Visa Ajak Startup Terbaik Asia Pasifik Wujudkan Potensi Globalnya

JAKARTA, MENARA62.COM -- Visa, pemimpin pembayaran digital di dunia, mengumumkan pembukaan Visa Accelerator Program, sebuah program untuk para pelaku startup di seluruh Asia Pasifik yang ingin mengembangkan bisnis ke negara lain. Dalam program ini, Visa...

Koalisi Anak: Jangan Hilang Satu Generasi karena COVID-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sudah dimaklumi bahwa pandemik COVID-19 berdampak luas. Kemiskinan merajalela, ketidaksetaraan meningkat dan pandemik menohok keras layanan umum seperti kesehatan, pendidikan, perlindungan...

JAKARTA, MENARA62.COM — Majelis Ulama Indonesia menyerukan pada seluruh Umat Islam untuk memboikot produk Amerika Serikat dan Israel. Seruan ini disampaikan Sekretaris jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, di depan massa Aksi Bela Palestina di Jakarta, Ahad (17/12/2017).

“Mendesak DPR untuk membentuk panitia khusus untuk meninjau kembali semua bentuk investasi atau bisnis perusahaan-perusahaan Amerika di negeri ini. Kita mengimbau masyarakat Indonesia melakukan boikot terhadap seluruh produk perusahaan Amerika Serikat dan Israel yang beredar di tanah air,” ujar Anwar Abbas.

Unjuk rasa yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional, Jakarta dilakukan untuk menolak pengakuan sepihak yang dilakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Deklarasi Trump pada pekan lalu itu memantik kemarahan rakyat Palestina dan negara di dunia. Protes besar-besaran digelar di berbagai negara. Para pemimpin dari negara-negara berpenduduk mayoritas muslim tergabung di Organisasi Konferensi Islam (OKI) menolak sekaligus mengecam pengakuan Trump tersebut.

Dalam pertemuan darurat Rabu lalu di Kota Istanbul, Turki, OKI menyatakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. OKI meminta seluruh negara untuk mengakui negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

 

Anwar Abbas menegaskan pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel telah mencederai rasa keadilan internasional, melanggar hak asasi manusia rakyat Palestina, dan merusak upaya perdamaian antara Palestina dan Israel. Karena itu, MUI meminta Trump menarik kembali pernyataan kontroversialnya itu.

Lebih lanjut Abbas menjelaskan kalau Trump tidak membatalkan pengakuan sepihak Amerika tersebut, berarti negara adikuasa ini kehilangan legitimasi untuk menjadi penengah dalam konflik Palestina-Israel.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Integrasi Jakarta Satu dengan JakEVO, diapresiasi Bhumandala Award 2020

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meraih dua penghargaan dalam Bhumandala Award tahun 2020, yaitu Bhumandala Kanaka (Medali Emas) dan Bhumandala Kencana (Geoportal...

Visa Ajak Startup Terbaik Asia Pasifik Wujudkan Potensi Globalnya

JAKARTA, MENARA62.COM -- Visa, pemimpin pembayaran digital di dunia, mengumumkan pembukaan Visa Accelerator Program, sebuah program untuk para pelaku startup di seluruh Asia Pasifik yang ingin mengembangkan bisnis ke negara lain. Dalam program ini, Visa...

Koalisi Anak: Jangan Hilang Satu Generasi karena COVID-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sudah dimaklumi bahwa pandemik COVID-19 berdampak luas. Kemiskinan merajalela, ketidaksetaraan meningkat dan pandemik menohok keras layanan umum seperti kesehatan, pendidikan, perlindungan...

Buku Bahasa Indonesia Laras Jurnalistik Segera Terbit

JAKARTA, MENARA62.COM - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra menggelar diskusi kelompok Terpumpun Penyusunan...