29.7 C
Jakarta

Nuffic Neso Gelar Gathering bagi Penerima Orange Tulip Scholarship

Must read

Banjir di Kalsel, LAPAN Temukan Terjadi Perubahan Penutup Lahan yang Signifikan

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim tanggap darurat bencana Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melakukan analisa penyebab banjir yang terjadi sejak tanggal 12-13 Januari 2021...

Korban Meninggal Dunia Akibat Longsor di Sumedang Capai 29 Orang

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan kembali menemukan 1 (satu) korban meninggal dunia serta menemukan 1 (satu) orang yang dinyatakan hilang...

Kukuhkan MUI Indramayu, Rahmat Syafii: Ulama Harus Bisa Beri Solusi Problem Masyarakat

INDRAMAYU, MENARA62.COM - Para ulama Indramayu harus menjadi pemberi solusi dari berbagai permasalahan yang muncul di tengah masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Ketua MUI Jawa...

Muhammadiyah Kaltim Berangkatkan Relawan ke Kalsel dan Sulbar

SAMARINDA, MENARA62.COM- Musibah bertubi-tubi nampaknya belum beranjak dari negeri kita ini. Di tengah pandemi covid -19, banjir melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan, demikian...

JAKARTA, MENARA62.COM – Nuffic Neso Indonesia mengundang para penerima Orange Tulip Scholarship (OTS) tahun akademik 2019/2020 dalam sesi Orange Tulip Scholarship Awardees Gathering, Selasa (23/7/2019). Acara yang dibuka oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia Peter van Tuijil tersebut bertujuan mempererat ikatan kekeluargaan para penerima OTS sekaligus bertukar informasi terkait persiapan keberangkatan ke Belanda.

Dalam sambutannya Peter van Tuijl mengemukakan ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para mahasiswa Indonesia saat sekolah di Belanda. Bukan hanya mendapatkan tambahan wawasan bidang keilmuan yang diperoleh di ruang kuliah, tetapi juga bisa menambah jaringan internasional selama tinggal di Belanda.

“Belum lagi kebiasaan mandiri yang didapat dari kebiasaan sehari-hari di Belanda. Pengalaman internship atau bekerja di Belanda atau di Eropa setelah lulus juga dapat menambah oleh-oleh ilmu untuk dibawa pulang ke Indonesia,” papar Peter.

Oleh karena itu Peter sangat berharap para penerima beasiswa OTS dapat memaksimalkan pengalamannya selama studi dan tinggal di Belanda.

BACA JUGA:

Acara ini juga di hadiri oleh salah seorang penerima beasiswa OTS pada tahun 2018, Wahyudio Mahesa, yang saat ini sedang berkuliah di Hanze University of Applied Science dan Maria Dias Ikasalama alumni yang lulus dari Radboud University pada tahun 2018  yang merupakan salah seorang penerima beasiswa OTS pada tahun 2017. Mereka berdua hadir untuk membagikan pengalamannya kepada para penerima beasiswa OTS tahun ini.

Peter mengatakan total aplikasi beasiswa OTS yang masuk pada tahun ini adalah 298 pelamar. Mereka bersaing memperebutkan 65 kursi beasiswa untuk studi di 26 institusi di Belanda dengan total nilai beasiswa EUR. 410,652. Beasiswa OTS tahun akademik 2019-2020 memberikan potongan biaya kuliah beragam antara 30 persen hingga 100 persen, dan beberapa institusi pendidikan menawarkan pemberian tunjangan biaya hidup dan bantuan biaya pengurusan visa.

Dari 298 pelamar, sebanyak 87 persen melamar untuk program Master dan 13 persen lainnya untuk program Bachelor.

ots
Direktur Nuffic Neso Indonesia Peter van Tujil menyerahkan sertifikat kepada salah satu penerima beasiswa OTS.

Dilihat dari data para pendaftar OTS, program studi yang paling banyak dipilih adalah jurusan Teknik, Ekonomi dan Bisnis, serta Ilmu sosial. Ada juga beberapa yang mendaftar untuk jurusan seni dan ilmu pengetahuan alam.

Sedang universitas tujuan penerima beasiswa OTS diantaranya Tilburg University, VU Amsterdam, Saxion University of Applied Sciences, International Institute of Social Studies of Erasmus University Rotterdam,  Radboud University, University of Groningen, The Hague University of Applied Sciences, dan Maastricht University.

Orange Tulip Scholarship (OTS) adalah beasiswa studi di Belanda yang telah terselenggara selama lebih dari 10 tahun berkat adanya kerjasama antara Nuffic Neso dan Institusi Pendidikan Tinggi Belanda. Di Indonesia, OTS pertama kali diluncurkan oleh Nuffic Neso Indonesia pada tahun 2012 dan setiap tahunnya selalu mengalami perkembangan baik dari sisi universitas di Belanda yang berpartisipasi maupun jumlah peminat.

Beasiswa parsial ini bertujuan untuk meningkatkan kesempatan studi di Belanda bagi para pelajar unggul Indonesia yang berminat untuk melanjutkan program studi sarjana (bachelor degree) dan pasca sarjana (master degree) Informasi selengkapnya tentang OTS dapat diakses melalui www.nesoindonesia.or.id/ots.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Banjir di Kalsel, LAPAN Temukan Terjadi Perubahan Penutup Lahan yang Signifikan

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim tanggap darurat bencana Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melakukan analisa penyebab banjir yang terjadi sejak tanggal 12-13 Januari 2021...

Korban Meninggal Dunia Akibat Longsor di Sumedang Capai 29 Orang

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan kembali menemukan 1 (satu) korban meninggal dunia serta menemukan 1 (satu) orang yang dinyatakan hilang...

Kukuhkan MUI Indramayu, Rahmat Syafii: Ulama Harus Bisa Beri Solusi Problem Masyarakat

INDRAMAYU, MENARA62.COM - Para ulama Indramayu harus menjadi pemberi solusi dari berbagai permasalahan yang muncul di tengah masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Ketua MUI Jawa...

Muhammadiyah Kaltim Berangkatkan Relawan ke Kalsel dan Sulbar

SAMARINDA, MENARA62.COM- Musibah bertubi-tubi nampaknya belum beranjak dari negeri kita ini. Di tengah pandemi covid -19, banjir melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan, demikian...

Perempuan ‘Aisyiyah Memaknai Tahun Baru di Masa Pandemi dengan Muhasabah

PATI, MENARA62.COM - Divisi Penguatan Pengajian dan Media Majelis Tabliqh Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Tengah bekerjasama dengan Majelis Tabliqh Pimpinan Daerah 'Aisyiyah  Karesidenan Pati,...