25.6 C
Jakarta

Ormawa, Kawah Candradimuka Mengasah Ketrampilan

Must read

Guru SMA Muhammadiyah 1 Surakarta Menjuarai Lomba PTK

  SOLO,MENARA62.COM-Guru SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, Dra. Willys Sari Listiyani, M.Pd, memenangkan kejuaraan lomba artikel hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai juara 1. Kegiatan diselenggarakan...

Siswa Kelas 9 Program Khusus 1 SMP Muhammadiyah 1 Simpon Tetap Berbagi di Kala Pandemi

SOLO,MENARA62.COM-Bertepatan dengan hari Guru, perwakilan guru, wali murid dan siswa kelas 9PK (Program Khusus) 1 SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta, mengadakan kunjungan dan bakti...

Lebih Pahami Kebutuhan Pelanggan, XL Axiata Terapkan Omnichannel CVM

JAKARTA, MENARA62.COM -- PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus berupaya meningkatkan kinerja bisnis di tengah ketatnya kompetisi industri telekomunikasi dan besarnya tekanan pandemi...

Salurkan Dana Program PEN bagi UMKM, Pemerintah Perlu Gandeng Koperasi

JAKARTA, MENARA62.COM - Dukungan terhadap UMKM yang terdampak Covid-19 dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digulirkan oleh Pemerintah, telah terserap sebesar Rp 92,6...

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) merupakan Kawah Candradimuka bagi mahasiswa untuk mengasah berbagai ketrampilan yang dibutuhkan dunia pekerjaan. Sedikitnya ada empat softskill/ketrampilan yang sangat dibutuhkan di era industri 4.0 yaitu kepemimpinan, ketrampilan berkomunikasi, kolaborsi, dan pengaturan waktu.

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr Muchlas MT mengemukakan hal tersebut pada pembukaan ‘Seminar Daring Nasional : Menuju Organisasi Kemahasiswaan yang Adaptif, Kreatif, Inovatif dan Berkembang,’ Kamis (19/11/2020). Seminar diselenggarakan UAD bekerjasama dengan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.

Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Tingkat Nasional ini diikuti 47 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA). Ada sekitar 200 peserta yang mengikuti seminar ini.

Lebih lanjut Muchlas mengemukakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat telah mengantarkan kepada era industri 4.0. Era di mana hampir sektor industri menjalankan aktivitasnya dengan dukungan mesin cerdas seperti cyber physical system, internet of think, cloud computing, dan berbasis pada mesin-mesin kognitif.

“Kemajuan ini menjadi faktor utama meningkatnya tuntutan pasar kerja terhadap kualitas lulusan pendidikan tinggi. Ketrampilan yang adaptif terhadap perubahan zaman, atau disebut ketrampilan kreatif dan inovatif menjadi tuntutan bagi pengguna lulusan,” kata Muchlas.

Mengutip pendapat Thompson, Muchlas mengatakan lapangan pekerjaan saat ini membutuhkan 10 ketrampilan. Yaitu, fleksibilitas kognitif atau ketrampilan berfikir multi konsep secara simultan, bernegosiasi, melayani, berpendapat dan pengambilan keputusan, emosional intelegen, bekerjasama dengan kelompok, manajemen diri, kreativitas, berpikir kritis, dan menyelesaikan masalah komplek. Itu ketrampilan yang dibutuhkan dunia usaha dan industri.

Kondisi tersebut menuntut Perguruan Tinggi Muhammadiyahdan Aisyiyah (PTMA), khususnya UAD untuk menyiapkan lulusannya dengan berbagai ketrampilan agar dapat memenuhi tuntutan tersebut. Selain itu, UAD juga dituntut mengantarkan mahasiswa menjadi lulusan yang memiliki integritas moral yang tinggi berdasarkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Menurut Muchlas, salah satu media yang efektif untuk mengasah ketrampilan adalah Ormawa. Melalui Ormawa, mahasiswa bisa berlatih diri mengasah berbagai ketrampilan di dalam organisasi yang sesungguhnya dan dibutuhkan dunia pekerjaan.

“Kami selalu mendorong kepada seluruh mahasiswa untuk aktif di dalam Ormawa dan memanfaatkannya sebagai Kawah Candradimuka untuk meningkatkan diri sebagai manusia yang lengkap memiliki berbagai ketrampilan,” katanya.

Setelah mengikuti pelatihan, Muchlas mengharapkan mahasiswa memiliki bekal ketrampilan dalam memimpin, manajerial, bekerjasama dalam tim, dan meningkatkan wawasan dalam berorganisasi. “Saya juga berharap mahasiswa dapat memperoleh ketrampilan menganalisa kelemahan dan kekuatan organisasi yang dikelola. Sehingga mahasiswa dapat menyusun program Ormawa berdasarkan kelemahan dan peluang yang dimiliki,” harapnya.

Sementara Prof Dr Chairil Anwar dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengapresiasi acara ini dan berharap memberi manfaat yang besar bagi mahasiswa PTMA. Manfaat pertama, kerjasama yang baik. Kedua, upaya menampung aspirasi mahasiswa ke depan. “Ormawa juga harus melakukan penyesuaian terhadap perubahan,” kata Chairil.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Guru SMA Muhammadiyah 1 Surakarta Menjuarai Lomba PTK

  SOLO,MENARA62.COM-Guru SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, Dra. Willys Sari Listiyani, M.Pd, memenangkan kejuaraan lomba artikel hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai juara 1. Kegiatan diselenggarakan...

Siswa Kelas 9 Program Khusus 1 SMP Muhammadiyah 1 Simpon Tetap Berbagi di Kala Pandemi

SOLO,MENARA62.COM-Bertepatan dengan hari Guru, perwakilan guru, wali murid dan siswa kelas 9PK (Program Khusus) 1 SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta, mengadakan kunjungan dan bakti...

Lebih Pahami Kebutuhan Pelanggan, XL Axiata Terapkan Omnichannel CVM

JAKARTA, MENARA62.COM -- PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus berupaya meningkatkan kinerja bisnis di tengah ketatnya kompetisi industri telekomunikasi dan besarnya tekanan pandemi...

Salurkan Dana Program PEN bagi UMKM, Pemerintah Perlu Gandeng Koperasi

JAKARTA, MENARA62.COM - Dukungan terhadap UMKM yang terdampak Covid-19 dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digulirkan oleh Pemerintah, telah terserap sebesar Rp 92,6...

Kemendikbud Raih Anugerah Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2020

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun ini kembali meraih anugerah Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2020 dengan kategori “Menuju Informatif”...