SOLO, MENARA62.COM – Paguyuban Purna Tugas (P2T) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menggelar silaturahmi rutin pada Sabtu (18/4) di Ruang Seminar Pascasarjana UMS. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat program pembinaan bagi para anggota purna tugas.
Ketua P2T UMS, Drs. Joko Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan kali ini tidak hanya berisi materi, tetapi juga dilengkapi agenda kebugaran berupa senam sendi dan tulang. Program tersebut dirancang sebagai respons atas kebutuhan kesehatan anggota.
“Topik ini kami pilih karena persoalan sendi dan lutut sering dialami. Maka konsepnya ‘sendi aman, ibadah nyaman’. Nanti akan kami lanjutkan dengan program senam yang bisa dilakukan rutin,” ujarnya, Selasa (21/4).
Ia menambahkan, ke depan kegiatan P2T juga akan diperkuat dengan agenda penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang dilaksanakan secara daring maupun luring. Hal ini mempertimbangkan mobilitas dan kesibukan anggota.
Selain itu, Joko juga membuka ruang partisipasi bagi anggota untuk memberikan masukan terhadap program P2T. “Kami berharap ini bukan pertemuan pertama dan terakhir. Silakan terus bergabung dan memberi saran demi kebermanfaatan bersama,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris P2T UMS, Ismokoweni, S.E., M.M., menekankan pentingnya konsep kegiatan yang lebih aplikatif dibandingkan teoritis. Ia menyebut bahwa pertemuan ke depan akan dirancang lebih interaktif, bahkan memungkinkan dikemas dalam bentuk outbound untuk memperkuat kebersamaan.
“Kegiatan berikutnya ingin kami buat lebih praktik, tidak terlalu banyak teori. Bahkan ada rencana konsep luar ruang agar suasana lebih hidup dan membangun kedekatan emosional,” jelasnya.
Menurutnya, pembentukan paguyuban ini masih dalam tahap awal sehingga membutuhkan proses untuk menghimpun lebih banyak anggota. Dari sekitar 300 lebih potensi anggota, saat ini baru sekitar 100 orang yang aktif bergabung.
Ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali nilai humanisme di lingkungan UMS, terutama dalam interaksi antar civitas academica. “Dulu rasa kekeluargaan itu kuat, saling mengenal lintas unit. Sekarang itu mulai berkurang, padahal humanisme adalah bagian penting dari misi UMS,” ungkapnya.
Selain aspek sosial, Ismokoweni, turut menekankan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengembangan kampus. Ia berharap kemajuan UMS yang pesat dapat diimbangi dengan kesadaran ekologis dan pelayanan yang ramah.
“UMS sudah sangat maju, tetapi perlu diimbangi dengan kepedulian lingkungan dan keramahan pelayanan. Hal-hal kecil seperti menyapa dan menjaga kebersihan itu penting,” tuturnya.
Silaturahmi ini juga menjadi ajang koordinasi untuk agenda selanjutnya yang akan dipimpin oleh kelompok 4 dengan koordinator Dra. Wafroturrohmah, M.Pd. Kegiatan P2T direncanakan berlangsung rutin setiap tiga bulan sebagai upaya menjaga silaturahmi dan keberlanjutan kontribusi para purna tugas bagi UMS. (*)

