29.5 C
Jakarta

Pakar Hukum Udara : Pemberian Santunan Keluarga Korban Kecelakaan SJ-182 Bukan Ganti Rugi

Must read

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-12 )

Jalan Berlubang dan Ban Bocor Banyak pengalaman ditengah perjalanan kami jumpai saat menjenguk Rohman. Dari  yang biasa-biasa saja hingga terkesan dramatik dan heroik. Pernah satu...

Program PKK dan PKW Kembali Diluncurkan, Cek Nilai Bantuannya!

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (DIKSI) meluncurkan bantuan pemerintah Program Pendidikan Kecakapan Kerja...

Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi, Nadiem Luncurkan Selancar PAK, Dasbor IKU dan Command Center

JAKARTA, MENARA62.COM – Dorong transformasi pendidikan tinggi melalui Merdeka Belajar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan luncurkan Sistem Pelacakan Secara Mandiri Penilaian Angka Kredit (Selancar PAK)...

Sudah Lebih dari 568 Formasi Ribu Guru Diusulkan Pemda Melalui Skema ASN PPPK

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah daerah (pemda) telah mengajukan usulan sebanyak 568.238 formasi guru melalui skema Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja...

JAKARTA MENARA62.COM – Pakar Hukum Udara Universitas Tarumanagara Prof. Dr. Martono, S.H., LL.M., McSc.,CLA mengungkapkan aspek hukum pemberian santunan korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. Pesawat tersebut jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Luncang Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021).

Menurutnya santunan bagi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Luncang, Kepulauan Seribu, bukan ganti rugi atau pengganti nyawa yang hilang.

“Santunan merupakan kompensasi dan bukan ganti rugi. Santunan diberikan bukan sebagai ganti nyawa yang hilang, tetapi agar keluarga yang ditinggalkan dapat tetap memenuhi kebutuhan hidup, terutama apabila korban merupakan tulang punggung keluarga,” ujar Martono dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi Menara62.com di Jakarta, Senin (18/1).

Martono menjelaskan dasar hukum untuk santunan kompensasi penumpang meninggal dunia diberikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009, dengan jumlah kompensasi ditentukan (dibatasi) oleh peraturan Menteri Perhubungan No.PM 77 Tahun 2011. Menurut keputusan tersebut penumpang yang meninggal dunia memperoleh kompensasi sebesar 1,25 miliar Rupiah.

Di samping kompensasi berdasarkan Undang-Undang RI No.1 tahun 2009 tersebut, penumpang yang meninggal dunia juga dapat memperoleh santunan Asuransi Wajib Dana Kecelakaan Pesawat Udara berdasarkan UURI No.33 Tahun 1964 yang besarnya ditentukan oleh surat keputusan Menteri Keuangan terakhir sebesar lima puluh juta rupiah bagi penumpang yang mempunyai tiket, dan santunan dari UURI No.2 Tahun 1992 bilamana penumpang membeli asuransi sukarela.

Lebih lanjut, Martono mengatakan berdasarkan Pasal 151 ayat (4) UU RI No.1 Tahun 2009, pengangkut yang mengangkut penumpang tanpa tiket, pengangkut atau dalam hal ini maskapai penerbangan, tidak berhak menggunakan batas tanggung jawab yang diatur dalam Peraturan Menteri 77 Tahun 201.

“Artinya pengangkut dapat digugat jumlah santunan tidak terbatas atau unlimited liability”, pungkas Martono.

- Advertisement -

More articles

- Advertisement -

Latest article

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-12 )

Jalan Berlubang dan Ban Bocor Banyak pengalaman ditengah perjalanan kami jumpai saat menjenguk Rohman. Dari  yang biasa-biasa saja hingga terkesan dramatik dan heroik. Pernah satu...

Program PKK dan PKW Kembali Diluncurkan, Cek Nilai Bantuannya!

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (DIKSI) meluncurkan bantuan pemerintah Program Pendidikan Kecakapan Kerja...

Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi, Nadiem Luncurkan Selancar PAK, Dasbor IKU dan Command Center

JAKARTA, MENARA62.COM – Dorong transformasi pendidikan tinggi melalui Merdeka Belajar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan luncurkan Sistem Pelacakan Secara Mandiri Penilaian Angka Kredit (Selancar PAK)...

Sudah Lebih dari 568 Formasi Ribu Guru Diusulkan Pemda Melalui Skema ASN PPPK

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah daerah (pemda) telah mengajukan usulan sebanyak 568.238 formasi guru melalui skema Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja...

Mudahkan Masyarakat Berinfak, Bank BPD DIY Luncurkan Launching Infak Melalui QRIS

SLEMAN, MENARA62.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bekerjasama dengan Bank BPD DIY Cabang Sleman meluncurkan Infak Masjid melalui QRIS Bank BPD DIY, Kamis (4/3/2021). Launching...