BANDUNG, MENARA62.COM – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mandalajati dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Mandalajati resmi dilantik untuk masa jabatan 2022–2027 dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Ahad (26/7/2026). Pelantikan ini menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat gerakan dakwah sekaligus mengembangkan amal usaha Muhammadiyah di wilayah Mandalajati.
Acara pelantikan dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bandung, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Bandung, unsur Pemerintah Kecamatan Mandalajati yang diwakili Sholeh, Pimpinan Cabang Persatuan Islam (Persis) beserta Persistri, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) bersama Muslimat NU, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kota Bandung, PCM Antapani, Forum RW, Karang Taruna Kecamatan Mandalajati, jajaran Pemuda Muhammadiyah, Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Wilayah Jawa Barat, hingga para pimpinan ranting Muhammadiyah.
Ketua PCM Mandalajati Agung Gunawan mengungkapkan rasa syukur atas pelantikan kepengurusan baru yang menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan Muhammadiyah di kawasan Mandalajati. Menurutnya, pembentukan PCM Mandalajati merupakan hasil pemekaran dari PCM Antapani.
“Mandalajati ini adalah pecahan dari Antapani. Saya tahu karena saya asli lahir di sini. Sekarang sejarahnya, Alhamdulillah, baru dilantik,” ujar Agung.
Ia menegaskan, kehadiran PCM Mandalajati harus menjadi motor penggerak dakwah yang semakin dekat dengan masyarakat. Dengan jumlah penduduk Mandalajati sekitar 77 ribu jiwa, menurutnya masih terbuka peluang besar untuk menghadirkan manfaat melalui pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial.
“Ini adalah ladang dakwah kita. Yang tadinya tidak ngaji menjadi ngaji, yang tadinya tidak sekolah menjadi sekolah, yang tadinya putus sekolah menjadi sekolah lagi. Ini adalah ladang amal kita,” katanya.
Dalam sambutannya, Agung juga membagikan pengalaman inspiratif saat mengikuti kunjungan organisasi ke Kebumen bersama Ahmad atas penugasan PDM Kota Bandung. Kunjungan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai besarnya potensi yang dapat diwujudkan oleh sebuah Pimpinan Cabang Muhammadiyah apabila dikelola secara profesional.
“Ketika saya di Kebumen dengan Pak Ahmad itu banyak menginspirasi kami. Luar biasa, terima kasih kepada PDM yang mengutus kami. Satu PCM bisa membuat lima rumah sakit dan dikelolanya dengan profesional,” ungkapnya.
Pengalaman itu, lanjut Agung, menjadi motivasi bagi kepengurusan baru untuk membangun PCM Mandalajati menjadi cabang yang semakin maju. Meski masih tergolong baru, ia optimistis dengan semangat kebersamaan dan pengelolaan organisasi yang baik, berbagai amal usaha Muhammadiyah dapat diwujudkan demi kemaslahatan masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh pengurus PCM dan PCA Mandalajati untuk tidak berkecil hati dengan usia organisasi yang masih muda. Menurutnya, pelantikan ini harus menjadi titik awal menghadirkan karya nyata yang memberi manfaat luas bagi umat.
Agung juga mengingatkan bahwa dakwah Muhammadiyah tidak hanya diwujudkan melalui ceramah, tetapi juga melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana dicontohkan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.
“Kalau kata Kiai Haji Ahmad Dahlan, bukan hanya kata-kata saja, tapi dengan perilaku,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Agung mengajak seluruh pengurus PCM dan PCA Mandalajati periode 2022–2027, organisasi otonom Muhammadiyah, serta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam membangun persyarikatan yang berkemajuan.
Ia berharap semangat dan inspirasi yang diperoleh dari berbagai pengalaman organisasi di daerah lain dapat menjadi energi baru agar PCM Mandalajati terus bertumbuh, memperluas amal usaha, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kota Bandung. (*)
