28.6 C
Jakarta

Pembangunan Kampus Kedokteran UHAMKA Dimulai

Baca Juga:

JAKARTA – Hari ini, Senin (30/7) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) memulai pembangunan kampus Fakultas Kedokteran yang berlokasi di Jalan Raden Fatah, Parung Serab, Ciledug, Tangerang, Banten.  Ditargetkan proses pembangunan kampus berlantai lima tersebut selesai dalam waktu 8 bulan.

Dengan demikian, pada tahun ajaran baru 2019,mahasiswa Kedokteran yang saat ini belajar di kampus Fakultas Farmasi dan Sains Klender, Jaktim sudah bisa menempati kampus baru.

Tidak hanya gedung perkuliahan, di atas lahan seluas 13.480 meter persegi (1,34 ha) tersebut, Uhamka juga akan membangun rumah sakit pendidikan dan asrama (rusunawa) bagi mahasiswa.

“Jadi tidak hanya membangun gedung untuk proses perkuliahan tetapi juga sarana untuk praktikum mahasiswa termasuk rumah sakit dan asrama,” kata Rektor UHAMKA Suyatno.

Hadir dalam acara tersebut Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua Umum PP Muhammadiah Haedar Nashir, Menkes Nila F Moeloek dan Dirjen Kelembagaan Kemenristekdikti  Patdono Suwigyo.

Menurut Suyatno, pembangunan kampus kedokteran UHAMKA menjadi bagian dari pakta integritas yang ditandatangani Muhammadiyah beberapa waktu lalu saat Kemenristekdikti menerbitkan surat ijin pendirian Fakultas Kedokteran UHAMKA. Pakta integritas yang dimaksud adalah segera membangun gedung perkuliahan lengkap dengan sarana dan prasarana sehingga Fakultas Kedokteran UHAMKA menjadi Fakultas Kedokteran unggulan di Indonesia.

Rektor mengatakan bahwa berdirinya kampus Kedokteran sebagai kampus ke-8 UHAMKA menjadi bukti bahwa UHAMKA memiliki komitmen tinggi mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas disegala bidang. Dengan dibukanya Fakultas Kedokteran maka UHAMKA kini memiliki 10 Fakultas dengan 43 program studi.

Untuk membangun kampus UHAMKA lengkap dengan sarana dan prasarananya, Muhammadiyah diakui Suyatno mengalokasikan anggaran senilai Rp 60,8 miliar.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan dengan dibukanya Fakultas Kedokteran UHAMKA maka kini ada 12 perguruan tinggi Muhammadiyah yang memiliki Fakultas Kedokteran. Beberapa bulan lalu, Muhammadiyah baru memulai pembangunan Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dimana ijin pendiriannya terbit hampir bersamaan dengan Fakultas Kedokteran UHAMKA.

Haedar mengatakan bahwa pendirian fakultas kedokteran pada 12 PTM merupakan komitmen Muhammadiyah untuk membangun pusat-pusat keunggulan guna mencetak sumber daya berkualitas disemua bidang.

Muhammadiyah fokus pada pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan karena dua hal tersebut berkaitan erat dengan kualitas SDM suatu bangsa,” jelasnya.

Haedar mengingatkan bahwa majunya sebuah bangsa tidak semata-mata karena sumber daya alam yang dimiliki. Justeru saat ini banyak negara yang tidak memiliki SDA tetapi mendapat dukungan SDM berkualitas, tingkat pendapatan perkapitanya sangat tinggi. Contohnya adalah Singapura, dimana negara tersebut menjadi negara dengan tingkat pendapatan per kapita tertinggi di kawasan ASEAN.

Muhammadiyah tidak pernah lelah untuk membangun pusat-pusat keunggulan,” tambah Haedar.

Senada juga dikatakan Ketua MPR Zulkifli Hasan. Menurutnya untuk mendapatkan SDM berkualitas, Indonesia harus lebih fokus memperbaiki pembangunan dibidang pendidikan.

“Dan Muhammadiyah sudah sejak dahulu berkomitmen tinggi memajukan pendidikan. Muhammadiyah sangat banyak membantu pemerintah untuk mencerdaskan bangsa melalui pendidikan,” kata Zulkifli.

Sementara itu Menkes Nila F Moeloek mengatakan saat ini pemerintah menghadapi masalah terkait minimnya SDM bidang kesehatan yang berkualitas. Karena itu pembangunan fakultas kedokteran yang dilakukan oleh Muhammadiyah diharapkan akan menjadi salah satu solusi pemenuhan kebutuhan SDM bidang kesehatan yang memiliki kualitas bagus.

“Banyak lulusan kedokteran yang kualitasnya rendah, tetapi yang disalahin kampusnya, dosennya. Sebaiknya mari kita benahi bersama,” tandas Menkes.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!