30 C
Jakarta

Pembukaan Pengajian PP Muhammadiyah Dihadiri Tokoh Nasional

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — Silaturahim Idulfitri dan pembukaan pengajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta, Jumat (7/7/2017), dihadiri sejumlah tokoh nasional seperti Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan, mantan Ketua MPR RI M Amien Rais, dan mantan Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agam Malik Fajar.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam sambutannya mengingatkan, tentang upaya untuk menjaga ukhuwah Islamiyah. Apalagi, jelas ada rujukannya, tidak masuk surga jika seseorang memutus silaturahim.

“Namun praktek persaudaraan itu memang tidak gampang. Ketika ada kebersamaan itu, terkadang ada kerikilnya. Bagaimana mengkapitalidasi kemenangan yang pusatnya pada kebersamaan itu juga menjadi hal lain yang perlu diupayakan,” ujarnya.

Haedar pun mengingatkan, tentang pentingnya Umat Islam untuk bermusyawarah tentang strategi mengembangkan dan mengkapitalisasi persaudaraan ini menjadi kekuatan ummat, terutama dalam hal ekonomi dan menyejahterakan ummat Islam yang masih tertinggal.

Sebelumnya, Hidayat mengatakan, tokoh Muhammadiyah Ki Bagus Hadikusumo telah memperlihatkan praktek Islami yang diperlihatkan Nabi Muhammad SAW. “Tokoh Kita telah memperlihatkan praktek keislaman yang patut Kita teladani,” ujarnya.

Ketua MPR Zulkifli Hasan pun mengatakan, 71 tahun yang lalu, tokoh bangsa ini telah meletakkan pondasi kebangsaan yang penting.

“50 tahun lagi atau 71 tahun mendatang, penduduk Indonesia diperkirakan 500-600 just orang. Bangsa ini harus menyiapkan untuk generasi mendatang itu,” ujarnya.

Sementara, Anies dalam sambutannya berharap, hikmah dalam pilkada DKI Jakarta adalah ummat Islam mencari persamaannya. “Semoga hal ini tetap berlanjut,” ujarnya.

Amien Rais mengatakan, ummat Islam punya Alquran, referensi tarikh nabi yang jelas, namun dari dulu sampai sekarang ada semacam penyakit bawaan, terkait dengan kepemimpinan dan kekuasaan.

“Sejak Nabi meninggal, problem kepemimpinan dan kekuasaan itu muncul. Namun, sekarang kita harus ambil hikmahnya. Kita harus rukun, musyawarah dan bersatu agar ummat Islam berkemajuan,” ujarnya, apalagi angin perubahan sudah menguntungkan ummat Islam di Indonesia saat ini.

Amin pun mengingatkan pada warga Muhammadiyah agar lebih memahami konteks jihad. “Berjihad selalu diwajibkan pada umat-umat sebelum kita. Kewajiban berjihad ada dan jelas, tetapi semangat jihadnya agak pudar,” ujarnya.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!