25.6 C
Jakarta

Pemprov Sumsel dan Bengkulu Bangun Jalan Penghubung

Must read

Diskusi Bersama Warga Sulteng, Jubir Presiden Sampaikan Produktivitas Sosial Ekonomi Merupakan Perhatian Utama

Palu - Presiden Joko Widodo telah memberikan contoh terkait menjaga produktivitas sosial ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Sebagai kepala negara, dirinya selama ini telah...

Program “Belanja di Warung Tetangga” Diyakini Mampu Menyaingi Retail Modern

Jakarta, MENARA62.COM - Program "Belanja di Warung Tetangga" yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM bersama BUMN Pangan dan diluncurkan pada medio April 2020...

LPDB-KUMKM Targetkan 4,8 Juta UMKM Mendapat Dana PEN

Jakarta, MENARA62.COM Untuk mengatasi dampak Covid-19, Pemerintah bersama Kementerian Koperasi dan UKM telah menganggarkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 1 triliun untuk...

Luncurkan Produk Terbaru, Solusi Nojorono Atasi Dampak Pandemi Global Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap berbagai bidang, termasuk pada dunia bisnis dan industri.  Salah satunya industri tembakau. Mengutip...

PALEMBANG, MENARA62.COM — Warga di Provinsi Sumatra Selatan dan Bengkulu, sudah lama mendengar tentang rencana pembangunan jalan penghubung baru antar dua provinsi ini. Bahkan, tapak jalannya pun sudah mulai terlihat. Namun, kepastian tentang rencana pembangunan itu baru semaki terwujud setelah Pemprov kedua provinsi itu bersepakat melakukan peningkatan konektivitas antar wilayah. Salah satunya dengan pembukaan jalan baru.

Jalan penghubung yang akan dibangun itu menghubungkan Kabupaten Seluma, Bengkulu dan Empat Lawang, Sumsel, kata Gubernur Sumsel Herman Deru usai penandatangan kesepakatan bersama dengan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah di Palembang, Kamis (25/6/2020), seperti dilansir situs Antaranews.com.

Menurut dia, jalan penghubung kedua kabupaten itu direncanakan dibangun melalui TNI Manunggal Membangun Desa. Sudah selayaknya Provinsi Sumsel dan Bengkulu bekerjasama dalam pembangunan jalan akses. Jalan ini, tentu akan memberikan dampak peningkatan ekonomi masyarakat.

“Apa yang tidak untuk Bengkulu, kita ini satu rumpun, kita sama-sama punya komoditas bahkan ada yang sama seperti kopi dan karet,” ujarnya.

Kesepakatan ini disaksikan masing-masing jajaran kedua Pemprov sehingga harus ditindak lanjuti bersama termasuk juga TNI dalam hal ini Kodam II Sriwijaya karena ini kerja tripartit.

Dengan adanya jalan penghubung itu diharapkan perekonomian kedua pihak semakin meningkat.

Sementara Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, pertemuan ini merupakan lanjutan dari Rakor Gubernur se Sumatera tahun lalu yang menghasilkan Memorandum of Rafflesia berisi 11 poin tentang percepatan pembangunan Pulau Sumatera.

Menurut dia, khusus Bengkulu dan Sumsel akan semakin banyak membuat konektivitas disamping saat ini sedang berjalan pembangunan jalan tol Lubuk Linggau – Bengkulu yang akan menjadi arus ekonomi baru kedua daerah.

Ada juga pembangunan jalan baru Kabupaten Seluma dengan Kabupaten Empat Lawang dan kemudian peningkatan ruas jalan potensial yaitu dari Kabupaten Kaur ke perbatasan Ogan Komering Ulu Selatan.

“Terkait dengan konektivitas antar wilayah ini akan sangat luar biasa dalam meningkatkan perekonomian. Setelah ada kesepakatan bersama ini nantinya akan dilaksanakan rapat bersama kementerian terkait,” katanya.

Kopi dan karet

Untuk diketahui, pembangunan jalan penghubung baru Kabupaten Seluma – Kabupaten Empat lawang sepanjang 49 KM salah satu tujuannya untuk mengangkat citra komoditas kedua daerah seperti Karet dan Kopi.

Pentingnya jalan ini dibagun untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di kedua provinsi serta menjadi salah satu jalur evakuasi mengingat Kabupaten Seluma merupakan daerah rawan bencana.

Salah satu kendala yang dihadapi dalam usulan pembangunan jalan baru tersebut karena melalui hutan lindung, sehingga akan dilakukan pembahasan bersama kementerian terkait.

Dalam penandatangan kerja sama itu antara lain hadir Forkopimda Provinsi Sumsel, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yohannes H. Toruan dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Sumsel dan Bengkulu.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Diskusi Bersama Warga Sulteng, Jubir Presiden Sampaikan Produktivitas Sosial Ekonomi Merupakan Perhatian Utama

Palu - Presiden Joko Widodo telah memberikan contoh terkait menjaga produktivitas sosial ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Sebagai kepala negara, dirinya selama ini telah...

Program “Belanja di Warung Tetangga” Diyakini Mampu Menyaingi Retail Modern

Jakarta, MENARA62.COM - Program "Belanja di Warung Tetangga" yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM bersama BUMN Pangan dan diluncurkan pada medio April 2020...

LPDB-KUMKM Targetkan 4,8 Juta UMKM Mendapat Dana PEN

Jakarta, MENARA62.COM Untuk mengatasi dampak Covid-19, Pemerintah bersama Kementerian Koperasi dan UKM telah menganggarkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 1 triliun untuk...

Luncurkan Produk Terbaru, Solusi Nojorono Atasi Dampak Pandemi Global Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap berbagai bidang, termasuk pada dunia bisnis dan industri.  Salah satunya industri tembakau. Mengutip...

‘Zona Merah’ PPDB Sekolah Swasta

Oleh Ashari * ZONA merah dalam tulisan ini, kita batasi dengan maksud sebuah kekhawatiran. Jika tidak diantisipasi dan ditindak lanjuti. Karena kondisi riil di lapangan,...