26.2 C
Jakarta

Pemuda Muhammadiyah Harus Rambah Dakwah Digital

Must read

Anis: Holding Pegadaian, PNM dan BRI Harus Direncanakan Matang

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan melakukan sinergi platform PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau...

Belajar Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ini Profesi dan Prospek Pekerjaan yang Tersedia

JAKARTA, MENARA62.COM – Kesehatan Masyarakat merupakan jenis ilmu kesehatan yang sangat fleksibel baik dalam soal profesi maupun prospek pekerjaan. Seseorang yang lulus dari program...

Kemendikbud Serahkan Anugerah Kebudayaan 2020 kepada 33 Penerima

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaku kesenian dan kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen Kebudayaan kembali menyerahkan Anugerah Kebudayaan Indonesia....

SMK Muhammadiyah 1 Tegal Adakan Tes TOIEC

MENARA62.COM-Tegal, SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal merupakan sekolah unggulan di Jawa Tengah. Untuk melayani para murid di bidang kemampuan bahasa Internasional. SMK Muhammadiyah 1...

SURAKARTA, MENARA62.COM – Pemuda Muhammadiyah harus menggarap wilayah dakwah baru yakni dakwah digital. Sebab generasi milenial sekarang ini adalah generasi yang tak bisa lepas dari teknologi informasi.

“Dakwah digital menjadi tantangan baru bagi Pemuda Muhammadiyah ke depan karena yang dihadapi adalah kaum milenial,” kata Zaki Setyawan, Wakil Ketua Majelis Pustaka, Seni Budaya dan Informasi PDM Surakarta, Ahad (21/7/2019).

Menurutnya dakwah digital menjadi wilayah dakwah baru yang harus digarap pemuda Muhammadiyah. Karena generasi muda di era milenial adalah kaum native digital. Kaum yang sejak lahir sudah berinteraksi dengan gadget.

Itu sebabnya Zaki berharap Pemuda Muhammadiyah segera merumuskan strategi dakwah di era milenial

“Dakwah Islam tidak hanya dilakukan dari masjid ke masjid. Dakwah juga dilakukan dari medsos ke medsos bahkan dari kafe ke kafe,” lanjut Zaki.

Ia mengingatkan bahwa Pemuda Muhammadiyah harus menjadi kaum melek literasi. Sehingga mempunyai kekayaan intelektual yang banyak. Kekayaan intelektual itulah yang dapat digunakan sebagai energi menjalani dakwah di era milenial.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Anis: Holding Pegadaian, PNM dan BRI Harus Direncanakan Matang

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan melakukan sinergi platform PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau...

Belajar Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ini Profesi dan Prospek Pekerjaan yang Tersedia

JAKARTA, MENARA62.COM – Kesehatan Masyarakat merupakan jenis ilmu kesehatan yang sangat fleksibel baik dalam soal profesi maupun prospek pekerjaan. Seseorang yang lulus dari program...

Kemendikbud Serahkan Anugerah Kebudayaan 2020 kepada 33 Penerima

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaku kesenian dan kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen Kebudayaan kembali menyerahkan Anugerah Kebudayaan Indonesia....

SMK Muhammadiyah 1 Tegal Adakan Tes TOIEC

MENARA62.COM-Tegal, SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal merupakan sekolah unggulan di Jawa Tengah. Untuk melayani para murid di bidang kemampuan bahasa Internasional. SMK Muhammadiyah 1...

AMM Lembata Salurkan Bantuan bagi Korban Letusan Gunung Ile Lewotok

LEMBATA, MENARA62.COM - Gunung Ile Lewolotok yang terletak di Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus pada hari Minggu, 29 November 2020...