28.3 C
Jakarta

Eksis di Medsos, Alasan Milenial Rajin Travelling

Must read

PTMA Siap Terapkan ‘Merdeka Belajar, Kampus Merdeka’

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) siap menerapkan konsep belajar ‘Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM).’ Saat ini PTM telah selesai menyusun...

Notaris Isa Meilia, Mengapresiasi Diri Sendiri dengan Cara Traveling

HARI-hari Isa Meilia sebagai seorang notaris amat sibuk. Ibarat pergi pagi hari masih gelap, pulang kantor hari juga sudah gelap. Itu pun belum berakhir....

Opo tumon ? Miras Kok Dilegalkan

Opo tumon ?  Mungkin bagi kita yang waras, akan langsung geleng-geleng kepala. Entah apa yang melatar belakangi keluarnya Perpres No 10 tahun 2021 tentang Bidang...

Gun Stapler, Metode Sunat Ini Jadi Pilihan Public Figure

JAKARTA, MENARA62.COM – Sunat atau khitan umumnya dilakukan pada saat seorang pria berusia bayi hingga anak-anak. Tetapi pada beberapa orang, sunat dilakukan saat usia...

Jakarta, Menara62.com – Kian beragamnya aktivitas generasi milenial atau yang kerap dijuluki kids ‘jaman now ’ termasuk travelling dikarenakan media sosial. Jika dahulu travelling sekadar jalan-jalan dan pulang membawa pengalamn baru, maka saat ini travelling bagi kids ‘jaman now’ ialah menghasilkan angle foto dan koleksi foto yang menarik untuk memenuhi beranda media sosial mereka.

Hal tersebut diamini oleh Muhammad Faisal, Penulis buku Generasi Phi: Memahami Indonesia Pengubah Dunia. Ia mengatakan, bagi orang-orang yang ada di kota-kota urban, pengalaman-pengalaman fenomenologis seperti travelling misalnya, menjadi sangat penting untuk pembentukan dan afirmasi (peneguhan) identitas diri.

Dari foto-foto itu, sebuah “personal branding” terbentuk yang mampu membawa seseorang ke jenjang karier yang lebih tinggi atau paling tidak bisa menang dalam “kompetisi sosial” antar generasi ini.

Hal tersebut terjadi, menurut Faisal, lantaran di kota-kota urban minim interaksi langsung dan jarang melakukan pengalaman-pengalaman “keluyuran” bersama teman-teman seperti yang terjadi di era 90-an.

“Sementara di daerah anak-anak milenial tidak merasa memiliki urgensi itu. Karena ritual ‘nongkrong’ masih kuat dan identitas kelokalan masih bertahan. Mereka juga masih ‘keluyuran’ bareng, main bareng,” ungkap Faisal.

Lebih jauh, Faisal mengatakan, mengingat generasi sekarang besar di era pasca-reformasi, di era transisi, maka identitas sosial mereka tidak firm (tidak kokoh), sehingga anak-anak milenial terus mencari identitas sosial, salah satunya dengan travelling.

“Sebenarnya ini juga fenomena global, terjadi di beberapa negara, termasuk di Amerika Serikat,” kata Faisal.

Saat traveling menjadi sebuah kebutuhan dan keharusan bagi milenial, tempat-tempat wisata lokal akan menjadi tren baru dan banyak dibicarakan di media sosial. Anak milenial akan saling berlomba mengunggah foto keren di berbagai destinasi wisata.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

PTMA Siap Terapkan ‘Merdeka Belajar, Kampus Merdeka’

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) siap menerapkan konsep belajar ‘Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM).’ Saat ini PTM telah selesai menyusun...

Notaris Isa Meilia, Mengapresiasi Diri Sendiri dengan Cara Traveling

HARI-hari Isa Meilia sebagai seorang notaris amat sibuk. Ibarat pergi pagi hari masih gelap, pulang kantor hari juga sudah gelap. Itu pun belum berakhir....

Opo tumon ? Miras Kok Dilegalkan

Opo tumon ?  Mungkin bagi kita yang waras, akan langsung geleng-geleng kepala. Entah apa yang melatar belakangi keluarnya Perpres No 10 tahun 2021 tentang Bidang...

Gun Stapler, Metode Sunat Ini Jadi Pilihan Public Figure

JAKARTA, MENARA62.COM – Sunat atau khitan umumnya dilakukan pada saat seorang pria berusia bayi hingga anak-anak. Tetapi pada beberapa orang, sunat dilakukan saat usia...

Relawan Tim Batavia LPB MUI: Respon Banjir Di Desa Pantai Harapanjaya

BEKASI, MENARA62.COM -- Sabtu dan Ahad (27-28 Februari 2021) lalu, menjadi hari yang cukup sibuk bagi relawan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Majelis Ulama Indonesia  (MUI)....