26 C
Jakarta

Peningkatan Status Kesehatan Wanita

Baca Juga:

Oleh : Munaaya Fitriyya SE,.SST,.M .Kes *)

 

SOLO, MENARA62.COM – Kesehatan dan kesejahteraan seorang wanita merupakan unsur utama dalam menentukan generasi yang akan datang. Wanita adalah penentu dan merupakan kunci dasar perkembangan sosial secara nasional. Proses kehamilan, persalinan dan bayi yang di lahirkan harus aman dan sehat serta membawa kebahagian bagi ibu dan keluarga.

Keadaan sehat yang menyeluruh meliputi aspek fisik, mental dan sosial, bukan sekedar tidak adanya penyakit atau gangguan di segala hal reproduksi itu sendiri. Reproduksi adalah proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya. Sedangkan yang disebut organ reproduksi adalah alat tubuh yang berfungsi untuk reproduksi manusia.

Kesehatan dan kesejahteraan seorang wanita merupakan unsur utama dalam menentukan generasi yang akan datang.Wanita adalah penentu dan merupakan kunci dasar perkembangan sosial secara nasional. Proses kehamilan, persalinan dan bayi yang dilahirkan harus aman dan sehat serta membawa kebahagiaan bagi ibu dan keluarga.

  1. Pemberdayaan Wanita

Peningkatan kesehatan  ibu memerlukan  pemberdayaan perempuan  yang mana merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan perempuan  mempunyai kesadaran akan dirinya   sebagai manusia yang seutuhnya dan posisi dalam budayanya. Perempuan perlu dilibatkan dalam membuat perencanaan, melaksanakan program kegiatan, dan melakukan evaluasi serta menganalisis dampak  pembangunan. Pemberdayaan perempuan telah lama diperkirakan dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak di negara berkembang. Pemberdayaan  wanita memiliki implikasi penting untuk aspek demografi dan kesehatan, termasuk wanita dalam keluarga berencan dan perawatan kesehatan ibu. Pemberdayaan  perempuan  memberikan  perubahan. terhadap pelayananan kesehatan, pendidikan, peluang kerja, kepemilikan tanah dan aset lainnya.

 

  1. Status Gizi

Status gizi adalah keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Setiap individu membutuhkan asupan zat gizi yang berbeda antarindividu, hal ini tergantung pada usia orang tersebut, jenis kelamin, aktivitas tubuh dalam sehari, berat badan, dan lainnya

Tingkat kesehatan seorang wanita dipengaruhi beberapa faktor di antaranya adalah bebas dari penyakit atau cacat, keadaan sosial ekonomi, keadaan lingkungan yang baik, dan status gizi. Orang yang mempunyai status gizi baik tidak mudah terkena penyakit, baik penyakit infeksi maupun penyakit degeneratif. Status gizi merupakan salah satu faktor penting dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal. Namun pada masyarakat kita masih ditemui berbagai penderita penyakit yang berhubungan dengan kekurangan gizi.

Masalah gizi pada dasarnya merupakan refleksi konsumsi zat gizi yang belum mencukupi kebutuhan tubuh. Seseorang akan mempunyai status gizi baik, apabila asupan gizi sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Asupan gizi yang kurang dalam makanan, dapat menyebabkan kekurangan gizi, sebaliknya orang yang asupan gizinya berlebih akan menderita gizi lebih. Jadi status gizi adalah gambaran individu sebagai akibat dari asupan gizi sehari-hari.

  1. Pemeriksaan Payudara Sendiri

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah cara yang efektif untuk mendeteksi sedini mungkin. Para wanita disarankan untuk melakukannya sendiri karena mereka sendiri yang benar-benar mengenal struktur payudara normalnya. Oleh karena itu jika ada benjolan atau ada hal normal lainnya, maka mereka akan langsung menyadarinya.

Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan secara berkala setiap bulan agar benjolan dapat ditemukan pada stadium dini dan dapat dilakukan tindakan yang cepat apabila ditemukan benjolan maupun kelainan lainnya pada payudara. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dapat dilakukan oleh wanita setelah berusia 20 tahun. Saat yang paling tepat untuk melakukan pemeriksaan ini adalah hari ke 5-7 setelah menstruasi, di mana payudara tidak mengeras, membesar atau nyeri lagi. Untuk wanita yang telah menopause dapat melakukan pemeriksaan ini kapan pun dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan ini setiap awal atau akhir bulan.

  1. Perawatan Vagina

Perawatan kesehatan reproduksi penting dilakukan untuk menjaga organ kewanitaan tetap sehat. Tak hanya itu, kesehatan reproduksi terutama organ intim yang selalu terawat dengan baik juga dapat mencegah munculnya berbagai masalah kesehatan di area tersebut, seperti keputihan. Vagina merupakan bagian penting dari sistem reproduksi wanita. Jika tidak dirawat dan dibersihkan dengan baik, organ ini rentan mengalami masalah, misalnya infeksi vagina. Bukan hanya itu, masalah atau penyakit pada vagina juga bisa saja merambat ke organ reproduksi lainnya.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan organ intim kewanitaan:

  1. Bersihkan vagina dengan benar

Vagina perlu dibersihkan setiap habis buang air kecil atau buang air besar. Cara membersihkan vagina yang benar adalah dengan membasuhnya dengan air bersih, lalu keringkan dengan tisu dari arah depan ke belakang atau dari vagina ke anus. Hal ini penting untuk mencegah berpindahnya bakteri dari anus ke dalam vagina.

  1. Hindari penggunaan sabun mengandung parfum

Saat membersihkan vagina, Anda tidak perlu menggunakan sabun, terutama sabun yang mengandung parfum. Pemakaian sabun jenis ini justru dapat menganggu keseimbangan pH dan bakteri baik di vagina serta menimbulkan iritasi pada area vagina.

Jika Anda tetap ingin menggunakan sabun untuk membersihkan organ intim, pilihlah sabun yang berlabel hypoallergenic.

Selain itu, hindari pula produk pembersih kewanitaan yang disemprotkan ke dalam vagina. Hal ini dikarenakan bahan di dalamnya justru dapat mengganggu keseimbangan pH dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi vagina.

  1. Keringkan dengan handuk

Setelah dibersihkan, jangan lupa untuk mengeringkan area intim dengan handuk bersih atau tisu berbahan lembut agar kelembapan area vagina tetap terjaga. Hal ini juga penting dilakukan untuk mencegah pertumbuhan bakteri serta jamur pada vagina.

  1. Gunakan pakaian dalam yang tepat

Penggunaan dan perawatan pakaian dalam juga harus di perhatikan. Pakailah celana dalam berbahan katun yang mudah menyerap keringat dan tidak terlalu ketat untuk menghindari kelembapan berlebih.

Cuci pakaian dalam dengan sabun yang mengandung sedikit detergen dan tanpa pelembut pakaian. Jangan lupa juga mengganti celana dalam secara teratur, terutama setelah beraktivitas dan saat terasa lembap atau basah.

  1. Hindari penggunaan pembalut beraroma

Penggunaan pembalut yang mengandung pewangi, terutama jika Anda memiliki kulit sensitif. Kandungan parfum di dalam pembalut dapat membuat organ intim Anda mengalami iritasi dan memicu keputihan.

Selain itu, disarankan pula untuk sering mengganti pembalut setidaknya setiap 3–4 jam. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah infeksi dan timbulnya bau tidak sedap pada vagina.

  1. Perlukah Cairan Pembersih Khusus Organ Intim?

Vagina adalah organ tubuh yang mampu membersihkan dirinya sendiri melalui cairan vagina. Vagina memiliki banyak bakteri baik yang dapat menjaga keseimbangan pH di area tersebut. Hal ini berguna untuk menghalau pertumbuhan bakteri jahat dan jamur yang dapat menyerang area vagina.

Cairan pembersih organ intim wanita memang dapat membersihkan area vagina. Namun, sayangnya, kebanyakan cairan jenis ini benar-benar membersihkan semuanya, termasuk bakteri baik yang melindungi vagina.

Selain itu, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa cairan pembersih vagina dapat melindungi organ intim wanita dari infeksi. Sebaliknya, produk ini mungkin bisa meningkatkan risiko infeksi.

Hindari menggunakan cairan pembersih vagina, kecuali bila dianjurkan oleh dokter.

  1. Deteksi dini gangguan organ

a. Perubahan hormon

Kadar hormon estrogen yang berkurang saat mendekati masa menopause dapat memengaruhi kondisi organ intim wanita. Hal ini dapat membuat lapisan vagina menipis dan mengurangi cairan vagina yang berfungsi sebagai pelumas alami.

Berkurangnya cairan vagina bisa menyebabkan vagina kering, sehingga muncul rasa sakit saat berhubungan seksual.

b. Masalah seks

Melakukan gerakan seks tertentu yang sifatnya memaksa dan terlalu kuat dapat menyebabkan cedera pada organ intim dan membuat vagina terasa tidak nyaman.

Selain itu, infeksi menular seksual juga dapat menyebabkan rasa nyeri pada area kewanitaan dan panggul serta menyebabkan komplikasi penyakit lain, seperti radang panggul dan kanker serviks.

c. Stres

Wanita yang sering mengalami stres atau masalah psikologis, seperti cemas atau depresi, akan kurang bergairah untuk berhubungan seksual. Hal ini juga bisa membuat wanita merasa nyeri atau tidak nyaman saat berhubungan intim.

d. Alat kontrasepsi

Pemakaian alat kontrasepsi, seperti kondom atau spermisida, dapat menyebabkan iritasi pada vagina, terutama pada wanita yang memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap bahan tersebut. Akibatnya, organ intim pun akan terasa tidak nyaman atau sakit.

Berbagai langkah perawatan kesehatan reproduksi wanita yang telah disebutkan di atas tidak bisa dilakukan sesekali saja. Anda dianjurkan untuk melakukannya secara rutin.

*) Dosen dan Wakil Rektor ITS PKU MUHAMAMDIYAH SURAKARTA & owner Klinik Pratama Annissa

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!