25.6 C
Jakarta

Peraturan Negara Belum Bisa Menjamin Kesejahteraan Warga

Must read

Lima Brand Industri Alas Kaki asal Taiwan Berbagi Keunggulan Teknologi melalui Sesi Webinar

JAKARTA, MENARA62.COM – Lima brand industri alas kaki asal Taiwan berbagi keunggulan teknologi mesin alas kaki pada Webinar bertajuk Taiwan Smart Manufacturing: “Build a...

Pandemi Covid-19, Ajang Pentas Inovasi IndoHCF Tetap Berlanjut

JAKARTA, MENARA62.COM – Di tengah pandemi Covid-19,  Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) kembali menggelar ajang IndoHCF Innovation Awards. Ajang pentas inovasi karya anak bangsa di...

SD Muhammadiyah 8 Surakarta Laksanakan BIAS Sebagai Upaya Proteksi Diri dan Pembentukan Antibodi Siswa

  SOLO,MENARA62.COM - Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) merupakan program pemerintah yang rutin setiap tahun di laksanakan di Indonesia, tak terkecuali di SD Muhammadiyah...

Gelorakan Adiwiyata, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Garap Mars Sekolahku Berseri

  SOLO,MENARA62.COM- – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta atau SD Muh 1 garap mars Sekolahku Berseri di tengah pandemi Covid-19 bersamaan Hari Kesaktian Pancasila 1...

YOGYAKARTA — Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, Dr M Nurul Yamin menandaskan saat ini masih banyak warga yang hidup dalam kemiskinan. Berdasarkan data yang dimilikinya, saat ini, ada sekitar 28 juta orang miskin yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kemiskinan tersebut akibat belum tegaknya peraturan negara.

M Nurul Yamin mengemukakan hal itu pada Diskusi dan Launching Buku ‘Paradigma Baru PTUN Respon Peradilan Administrasi terhadap Demokratisasi’ di Kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Di Tiro Yogyakarta, Sabtu (21/1/2017). Launching buku karya Irvan Mawardi ini ditandai dengan penandatangan poster oleh Prof Dr Moh Mahfud MD, Irwan Mawardi, dan M Nurul Yamin.

Lebih lanjut M Nurul Yamin mengatakan akar permasalahan kemiskinan terletak pada penegakan peraturan negara yang belum berpihak pada kaum miskin dan marginal. Penegakan hukum dirasa masih timpang, tajam bagi kalangan masyarakat bawah, tetapi tumpul bagi lapisan masyarakat atas.

“Semoga diskusi dan bedah buku ini, masyarakat mempunyai pandangan baru terhadap hukum. Selain itu masyarakat mampu bersikap kritis untuk mengawal proses-proses hukum yang terjadi di negara ini,” tandas Yamin.

Diskusi buku ‘Paradigma Baru PTUN’ di Kantor PP Muhammadiyah Jl Cik Di Tiro Yogyakarta, Sabtu (21/1/2017). (foto : heri purwata)

Sedang Moh Mahfud MD, Guru Besar Universitas Islam Indonesia mengatakan permasalahan hukum di Indoneisa disebabkan dua hal yaitu adanya intervensi politik dan tidak bisa dieksekusi. Saat ini, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sudah banyak memutuskan perkara dari berbagai kasus yang diajukan.

Ia mencontohkan kasus sengketa pembangunan pabrik semen Rembang, Jawa Tengah. Meskipun sudah diputuskan PTUN hingga Mahkamah Konstitusi (MK), tetapi keputusannya tidak lantas memberi kejelasan terhadap kasus pembangunan pabrik semen.

Sementara Ketua PP Muhammadiyah, Hajriyanto Y Thohari mengatakan Nabi Muhammad SAW menyukai orang yang kuat. “Kuat menurut Nabi SAW bukan hanya soal makan tetapi juga kuat soal ekonomi, politik dan hukum. Dengan dibarengi pengetahuan yang luas dan kesadaran hukum yang tinggi,” kata Hajriyanto.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Lima Brand Industri Alas Kaki asal Taiwan Berbagi Keunggulan Teknologi melalui Sesi Webinar

JAKARTA, MENARA62.COM – Lima brand industri alas kaki asal Taiwan berbagi keunggulan teknologi mesin alas kaki pada Webinar bertajuk Taiwan Smart Manufacturing: “Build a...

Pandemi Covid-19, Ajang Pentas Inovasi IndoHCF Tetap Berlanjut

JAKARTA, MENARA62.COM – Di tengah pandemi Covid-19,  Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) kembali menggelar ajang IndoHCF Innovation Awards. Ajang pentas inovasi karya anak bangsa di...

SD Muhammadiyah 8 Surakarta Laksanakan BIAS Sebagai Upaya Proteksi Diri dan Pembentukan Antibodi Siswa

  SOLO,MENARA62.COM - Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) merupakan program pemerintah yang rutin setiap tahun di laksanakan di Indonesia, tak terkecuali di SD Muhammadiyah...

Gelorakan Adiwiyata, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Garap Mars Sekolahku Berseri

  SOLO,MENARA62.COM- – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta atau SD Muh 1 garap mars Sekolahku Berseri di tengah pandemi Covid-19 bersamaan Hari Kesaktian Pancasila 1...

Jurusan Kimia FMIPA UII Tuan Rumah 3rd IC3PE 2020

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Jurusan Kimia Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) menjadi host (tuan rumah) 3rd International Conference on Chemistry,...