25.6 C
Jakarta

Perbaikan Gizi Perlu Pula Dilakukan pada Remaja

Must read

Boba Drink ala Rumahan, Coba Bikin Yuk!

BEKASI, MENARA62.COM - Siapa yang tak kenal dengan boba drink? Boba drink atau minuman boba kini sedang trend di kalangan masyarakat, lantaran teksturnya yang...

Dispensasi IMB untuk Masjid dari Dinas DPMPPT Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Dewan Masjid Indonesia cabang Sleman, bersama Dinas DPMPPT Kabupaten Sleman mengadakan acara Sosialisasi IMB untuk tempat ibadah. Acara berlangsung, Sabtu, 26/9/20...

Klaster Pendidikan Dicabut dari RUU Cipta Kerja, Pontjo: Pendidikan Jangan Tinggalkan Kaidah Budaya

JAKARTA, MENARA62.COM - Keputusan pemerintah dan DPR RI untuk menarik klaster pendidikan dari Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja sebagai keputusan yang cukup bijak. Dengan...

Mengundang Rahmat Allah

Oleh: Ashari, S.IP * DALAM  sebuah riwayat, bersandar dari HR Mundhiri, Rasulullah Saw, bercerita ketika seseorang merasa beramal banyak, hingga tidak terhitung lagi jumlahnya, sehingga...

JAKARTA, MENARA62.COM – Perbaikan gizi tidak melulu menjadi dominasi anak balita. Perbaikan gizi perlu pula dilakukan pada remaja, mengingat saat ini banyak remaja yang mengalami masalah gizi.

“Masalah gizi pada remaja mulai dari terlalu kurus, obesitas, anemia dan gangguan gizi lainnya,” kata Direktur Gizi Masyarakat, Kemenkes, Dhian Probhoyekti, pada temu media Hari Gizi Nasional 2020 bertema Gizi Optimal untuk generasi Milenial, Jumat  (24/1/2020).

Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa 25,7% remaja usia 13-15 tahun dan 26,9% remaja usia 16-18 tahun dengan status gizi pendek dan sangat pendek.

Selain itu terdapat 8,7% remaja usia 13-15 tahun dan 8,1% remaja usia 16-18 tahun dengan kondisi kurus dan sangat kurus. Sedangkan prevalensi berat badan lebih dan obesitas sebesar 16,0% pada remaja usia 13-15 tahun dan 13,5% pada remaja usia 16-18 tahun.

Data tersebut kata Dhian, merepresentasikan kondisi gizi pada remaja di Indonesia yang harus diperbaiki. Berdasarkan baseline survey UNICEF pada tahun 2017, ditemukan adanya perubahan pola makan dan aktivitas fisik pada remaja.

Menurut Dhian, sebagian besar remaja menggunakan waktu luang mereka untuk kegiatan tidak aktif, sepertiga remaja makan cemilan buatan pabrik atau makanan olahan, sedangkan sepertiga lainnya rutin mengonsumsi kue basah, roti basah, gorengan, dan kerupuk.

Perubahan gaya hidup juga terjadi dengan semakin terhubungnya remaja pada akses internet, sehingga remaja lebih banyak membuat pilihan mandiri. Pilihan yang dibuat seringkali kurang tepat sehingga secara tidak langsung menyebabkan masalah gizi.

Perbaikan gizi pada remaja jelas Dhian, bisa dilakukan melalui intervensi gizi spesifik seperti pendidikan gizi, fortifikasi dan suplementasi serta penanganan penyakit penyerta perlu dilakukan. Tujuannya untuk meningkatkan status gizi remaja, memutus rantai inter-generasi masalah gizi, masalah penyakit tidak menular dan kemiskinan.

Dhian mengingatkan bahwa gizi baik menjadi landasan setiap individu mencapai potensi maksimal yang dimiliki.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Boba Drink ala Rumahan, Coba Bikin Yuk!

BEKASI, MENARA62.COM - Siapa yang tak kenal dengan boba drink? Boba drink atau minuman boba kini sedang trend di kalangan masyarakat, lantaran teksturnya yang...

Dispensasi IMB untuk Masjid dari Dinas DPMPPT Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Dewan Masjid Indonesia cabang Sleman, bersama Dinas DPMPPT Kabupaten Sleman mengadakan acara Sosialisasi IMB untuk tempat ibadah. Acara berlangsung, Sabtu, 26/9/20...

Klaster Pendidikan Dicabut dari RUU Cipta Kerja, Pontjo: Pendidikan Jangan Tinggalkan Kaidah Budaya

JAKARTA, MENARA62.COM - Keputusan pemerintah dan DPR RI untuk menarik klaster pendidikan dari Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja sebagai keputusan yang cukup bijak. Dengan...

Mengundang Rahmat Allah

Oleh: Ashari, S.IP * DALAM  sebuah riwayat, bersandar dari HR Mundhiri, Rasulullah Saw, bercerita ketika seseorang merasa beramal banyak, hingga tidak terhitung lagi jumlahnya, sehingga...

Peringati Hari Apoteker Sedunia 2020, Ketum IAI Soroti Maraknya Penjualan Obat Secara Online

JAKARTA, MENARA62.COM - Memperingati Hari Apoteker Sedunia atau World Pharmacist Day 2020 yang jatuh tanggal 25 September, Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI)...