25.6 C
Jakarta

Perbankan Juga Harus Menjadi Milenial

Must read

Tekad Indonesia Menjadi Negara Maju pada Tahun 2045

JAKARTA, MENARA62.COM - Indonesia bertekad menjadi negara maju, pada 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045. Sesuai dengan tujuan pencapaian kebijakan pembangunan Suistainable Development...

ITS Luncurkan Kapal Autonomuos, Menhub: Saatnya Indonesia Kuasai Teknologi Maritim

JAKARTA, MENARA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan sudah saatnya Indonesia menguasai teknologi maritim karena Indonesia memiliki potensi maritim yang sangat besar. Telebih...

Lulusan PT Kemenhub Siap Memperkuat Konektivitas dan Aksesibilitas Transportasi di Seluruh Wilayah NKRI

TEGAL, MENARA62.COM -- Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi memimpin upacara Wisuda Perwira Transportasi Darat Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal dengan menerapkan protokol...

Bantuan Kuota Internet bagi 27,3 Juta Siswa dan Guru Mulai Disalurkan

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyalurkan bantuan kuota data internet tahap satu dan dua September kepada 27.305.495 nomor telepon selular (ponsel)...

JAKARTA, MENARA62.COM — Jumat (16/11/2018), perbankan di Indonesia juga harus menjadi milenial. Generasi milenial kedepan, mungkin akan menomorduakan rekening perbankan setelah e-walet. Kartika Wirjoatmodjo, Presiden Direktur PT Bank Mandiri Tbk mengatakan, dunia perbankan harus siap mengantisipasi perubahan, jika tidak akan menjadi dinosaurus yang terlambat mengantisipasi perubahan.

Hal itu disampaikan Kartika ketika menjadi salah satu narasumber dalam Breakfast Forum yang mengangkat tema “Outlook 2019 : Where Are We Heading?” dengan focus pembahasan pada Sektor Pasar Modal, Sektor Riil dan Sektor Perbankan. Acara ini digelar oleh pengurus ILUNI FEB UI (Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia).

“Perubahan ekonomi dunia, impact yang terasa langsung adalah dari sisi curency dan  likuiditas. Kalau kita lihat likuidity perbankan di Indonesia, dimasa lalu sangat terbantu oleh masuknya dari FDI maupun portofolio yang kemudian di convert menjadi Rupiah,” ujarnya.

Kondisi itu, menurut Kartika terlihat selama tahun 2011 sampai 2014 bagus, dan kemudian kreditnya ikut meningkat. Namun, dalam satu dua tahun terakhir ini, menurutnya, terasa sekali, pertumbuhan DPK (dana pihak ketiga) perbankan melambat signifikan hanya dikisaran 6-7 persen, meski tahun ini membaik ke angka 8-9 persen.

“Tahun 2016 kita masih beruntung karena adanya tax amesty, ada uang masuk banyak,” ujarnya.

Kartika juga menilai, kenaikan yang terjadi saat ini, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, nominal growth nya dibandingkan GDP, mulai  tidak terkoneksi. “Kalau dulu kita bisa bikin persamaan regresi antara nominal GDP growth dibandingkan DPK, itu nyambung. Tiba-tiba tahun ini, trend itu break up. Saya juga bertanya-tanya, what going on,” ujarnya.

Mengapa uang dari masyarakat ini tidak lagi berkorelasi sesuai dengan GDP? Menurut Kartika, salah satu teori yang menjawabnya, karena masyarakat banyak menggunakan uang tunai lagi, untuk menghindari pajak. “Ada juga yang bilang, setelah tax amesty, uang itu tetap ditinggal di luar negeri dan tidak dibawa masuk. Karena kalau dibawa masuk ketahuan, nanti tidak boleh keluar lagi,” ujarnya.

Menurut Kartika, memang banyak teori untuk menjawab mengapa dana masyarakat pertumbuhannya melambat. Tetapi, menurutnya, yang jelas akibatnya persaingan dana sangat fragmented di perbankan di buku 4 (Mandiri, BCA, BNI) sampai buku 1 (bank kecil).

Tantangan kedepan, menurut Kartika, bank yang punya skala cabang dan digital yang kuat yang bisa menghimpun dana dengan lebih murah, dan mudah. Bank yang tidak punya skala investasi digital akan sangat sulit bersaing.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Tekad Indonesia Menjadi Negara Maju pada Tahun 2045

JAKARTA, MENARA62.COM - Indonesia bertekad menjadi negara maju, pada 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045. Sesuai dengan tujuan pencapaian kebijakan pembangunan Suistainable Development...

ITS Luncurkan Kapal Autonomuos, Menhub: Saatnya Indonesia Kuasai Teknologi Maritim

JAKARTA, MENARA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan sudah saatnya Indonesia menguasai teknologi maritim karena Indonesia memiliki potensi maritim yang sangat besar. Telebih...

Lulusan PT Kemenhub Siap Memperkuat Konektivitas dan Aksesibilitas Transportasi di Seluruh Wilayah NKRI

TEGAL, MENARA62.COM -- Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi memimpin upacara Wisuda Perwira Transportasi Darat Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal dengan menerapkan protokol...

Bantuan Kuota Internet bagi 27,3 Juta Siswa dan Guru Mulai Disalurkan

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyalurkan bantuan kuota data internet tahap satu dan dua September kepada 27.305.495 nomor telepon selular (ponsel)...

Kenali Lalilulelo, Gejala Dini Pikun

Lalilulelo suatu istilah singkatan untuk mempermudah mengenali gejala dini pikun/demensia. Lalilulelo memiliki arti labil, linglung, lupa, lemot, dan logika menurun. Demikian dikemukakan oleh dr....