SOLO, MENARA62.COM – Sebanyak 84 murid kelas I SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah guna menanamkan nilai religiusitas dan kemandirian sejak dini. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Haji Isa sekolah setempat, Jumat (13/3/2026).
Mengusung tema “Ramadan Vibe: One Day, One Kindness”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan gerakan moral untuk membiasakan perilaku baik setiap hari. Para murid diajak memahami bahwa kebaikan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Ketua Pesantren Ramadan kelas I, Wahyu Widodo, menegaskan pentingnya pembentukan adab sejak usia dini.
“Kami menanamkan sikap santun dan komitmen untuk melakukan setidaknya satu kebaikan setiap hari. Ini fondasi karakter yang kuat bagi anak-anak,” ujarnya saat pembukaan.
Kegiatan diawali dengan edukasi kreatif Do It Yourself (DIY), di mana murid membuat amplop Lebaran secara mandiri. Aktivitas ini melatih kemampuan motorik dan sensorik, sekaligus memberi ruang bagi kreativitas melalui variasi desain, warna, dan ukuran.
Selanjutnya, murid melaksanakan salat Asar berjemaah sebagai bentuk penguatan spiritual dan pembiasaan ibadah di sekolah. Setelah itu, mereka mengikuti Lomba Ranking 1 yang menguji literasi keagamaan, numerasi, serta kejujuran dengan sistem gugur hingga terpilih satu pemenang.
Koordinator tim kelas I, Lusia Wahyu Purbowati, menyampaikan bahwa kompetisi dirancang sebagai sarana edukatif yang menyenangkan.
“Mereka baru pertama kali mengikuti lomba seperti ini, tetapi konsentrasi dan kecepatan berpikirnya sangat baik. Ini penting untuk membangun mental kompetitif dan rasa percaya diri,” jelasnya.
Menjelang penutupan, suasana semakin semarak dengan sesi story telling bersama Kak Amin. Melalui kisah inspiratif, murid diajak menumbuhkan sikap hormat dan bakti kepada orang tua.
Salah satu peserta, Clareen Jenafayze Kalfani, mengaku terharu.
“Aku jadi sadar, orang tua hanya butuh perhatian dan waktu. Aku ingin membahagiakan mereka dengan cara sederhana,” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang mempererat kebersamaan antara murid dan guru. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter mulia. (*)
