30.2 C
Jakarta

Peserta LKMM Menengah Gelar Talkshow Sex Bebas

Must read

Dua Dosa yang Disegerakan Balasannya

Oleh : Ashari, S.IP* Hati-hati dengan dosa atau kesalahan ini, karena jika kita melakukannya, maka balasan Allah Swt akan kontan di dunia, bahkan tidak berselang...

Kunjungi Pengungsi Banjir di Kalsel, Muhadjir Ingatkan untuk Bijak Kelola Alam

BANJARBARU, MENARA62.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa banjir besar yang terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel)...

BSN Terbitkan SNI Air Minum Dalam Kemasan

JAKARTA, MENARA62.COM - Baru-baru ini, pemberitaan media sempat dihebohkan oleh isu galon ulang air minum dalam kemasan/AMDK yang mengandung bisphenol-A/BPA yang dianggap membahayakan konsumen...

Sleman Jadi Kabupaten Tercepat Serahkan Laporan Keuangan Daerah se-DIY

SLEMAN, MENARA62.COM - Pemerintah Kabupaten Sleman menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran (TA) 2020 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Daerah...

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Menengah Tingkat Nasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) terus berlanjut. Peserta LKMM menggelar talkshow tentang sex bebas, Selasa (1/12/2020).

Pada kegiatan perdana LKMM ini Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menjadi host-nya. Talkshow yang mengangkat tema ‘Masyarakat Sehat Tanpa Sex Bebas, Generasi Harapan Bangsa dan Negara’ dapat diikuti melalui Zoom Meeting dan YouTube Bimawa UAD Jogja.

Talkshow juga diikuti Gatot Sugiharto SH, MH (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni), Choirul Fajri, SIKom, MA (Kepala Biro Alumni dan Kemahasiswaan), Danang Sukantar, MPd (Kepala Bidang Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa) dan Caraka Putra Bhakti, MPd (Kepala Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan).

Danang Sukantar, penanggung jawab talkshow mengatakan kegiatan ini merupakan kemajuan yang luar biasa dari dan untuk kita semua. Peserta ada 416 dari berbagai perguruan tinggi. “Ini harus dijaga dan dikembangkan serta diperluas lagi ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya. Selain itu, membangun jaringan luar negeri, khususnya di wilayah ASEAN” kata Danang Sukantar.

LKMM yang dilaksanakan Kamis-Rabu (19-25/11/2020), kata Danang, merupakan kegiatan kemitraan sangat besar manfaatnya. Sebab melalui LKMM dapat memperluas jaringan, memperbanyak ilmu pengetahuan dengan diskusi, seminar, pelatihan, serta melatih soft skills.

“Bagi perguruan tinggi kecil akan terbantu karena biaya penyelenggaraan yang sangat murah yaitu antara Rp 200-500 ribu saja. Levelnya sudah nasional karena minimal lima provinsi sudah tercapai,” kata Danang.

Sedang mengenai tema yang diangkat dalam talkshow, Danang menilai kegiatan ini bisa menjadi kampanye positif. Karena itu, perlu diviralkan melalui media sosial (Medsos) secara terus menerus dan berkesinambungan. “Harapannya, bisa menurunkan sex bebas di masyarakat,” tandas Danang.

Sedang Zaidan Nurrohman Permana, ketua panitia UAD Yogyakarta, mengatakan host kegiatan tindak lanjut LKMM bergantian. Untuk kegiatan perdana, UAD Yogyakarta yang menjadi host. “LKMM kali ini terbentuk 10 kelompok dengan 10 program yang semuanya akan dilaksanakan pada Desember 2020 ini,” kata Zaidan.

Talkshow perdana menampilkan pembicara Aulia Salsabila Tasya (Psikologi UAD) yang menguraikan remaja sehat tanpa sex bebas dan Endah Safitri (Unmuh Purwokerto) yang menyoal generasi harapan bangsa dan negara. Talkshow ini dimoderatoratori Rahmat Mirdas (Unmuh Mataram).

Kegiatan yang pertama ini dilaksanakan kelompok 2 dengan mitra Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Muhammadiyah Luwuk, Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Parepare, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

“Kita mengangkat tema itu karena masih tinggi angka pernikahan dini dan minimnya pengetahuan mengenai bahaya sex bebas di Indonesia,” kata Zaidan Nurrohman.

 

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Dua Dosa yang Disegerakan Balasannya

Oleh : Ashari, S.IP* Hati-hati dengan dosa atau kesalahan ini, karena jika kita melakukannya, maka balasan Allah Swt akan kontan di dunia, bahkan tidak berselang...

Kunjungi Pengungsi Banjir di Kalsel, Muhadjir Ingatkan untuk Bijak Kelola Alam

BANJARBARU, MENARA62.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa banjir besar yang terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel)...

BSN Terbitkan SNI Air Minum Dalam Kemasan

JAKARTA, MENARA62.COM - Baru-baru ini, pemberitaan media sempat dihebohkan oleh isu galon ulang air minum dalam kemasan/AMDK yang mengandung bisphenol-A/BPA yang dianggap membahayakan konsumen...

Sleman Jadi Kabupaten Tercepat Serahkan Laporan Keuangan Daerah se-DIY

SLEMAN, MENARA62.COM - Pemerintah Kabupaten Sleman menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran (TA) 2020 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Daerah...

Dalam Tiga Pekan Ini, Gunung Merapi 10 Kali Erupsi

SLEMAN, MENARA62.COM - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Kabupaten Sleman Hanik Humaida mengatakan Gunung Merapi mulai erupsi kembali sejak awal...