28.9 C
Jakarta

PR Sleman, di Usia 110 Tahun

Baca Juga:

JUMAT, 15 Mei 2026 ini Kabupaten Sleman genap berusia 110 tahun. Untuk ukuran manusia usia 110 tahun, bisa dikatakan sudah tua. Namun untuk ukuran sebuah kabupaten atau daerah belum bisa dikatakan tua atau lama. Karena kompleksitas permasalahan yang harus dihadapi untuk mewujudkan visi misi kedepan, masing-masing kepala daerah.  Harda Kiswaya menjadi Bupati ke-18 kalau dihitung orangnya. Kalau dihitung masa jabatan, beliau yang ke-20 karena ada beberapa yang menjabat 2-3 periode. Periode 2024-2025 ada Pj Bupati dulu sebelum Harda Kiswaya dilantik. Bersama Danang Maharsa sebagai Wabup. Untuk selanjutnya dalam tulisan ini disingkat HK dan DM. Bupati pertama Sleman adalah KRT. Suryodiningat ( 1916-1926 ). Jauh sebelum Indonesia Merdeka.
Sebagai pasangan Bupati dan Wabup, HK dan DM ( 2025 -2030 ) tentu sudah banyak melakukan terobosan agar Sleman  menjadi Kabupaten yang Maju, Adil, Makmur, Lestari dan Berkeadaban. Yang dijabarkan menjadi 6 misi utama : Meningkatkan pembangunan manusia yang produktif, berkualitas dan berkepribadian melalui sektor pendidikan dan pelatihan. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, untuk menjamin pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan. Menjamin akses kesehatan yang adil dan pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan serta Mewujudkan keadilan sosial ekonomi melalui sektor pertanian, UMKM, pariwisata, ekonomi inklusif dan kreatif. Mewujukan reformasi birokrasi bebas korupsi, kolusi dan nepotisme dan menjunjung tinggi tegaknya hukum demi menjamin hak-hak rakyat. Terakhir adalah Pemajuan Kebudayaan dalam semangat kebhinekaan, tolerasnsi dan keistimewaan DIY.
Maka kita melihat seriusnya pasangan HK dan DM bersama jajarannya, satuan OPD untuk mewujudkan visi-misi lima tahun ke depan. Beberapa yang nampak, sebagai warga Sleman, melihat sarana prasana jalan alus. Lapang. di mana-mana. Tidak hanya di jalan protokol namun hingga sampai jalan ditingkat pedusunan. Juga PJU atau Penerangan Jalan Umum agar aman di malam hari bagi warga yang melewati jalan tersebut. Termasuk Jembatan penghubung antar wilayah juga dikebut. “Perbaikan jalan desa dan antar wilayah masuk agenda prioritas Pemkab Sleman,” kata HK satu saat.
Beberapa wilayah yang menjadi prioritas utama adalah wilayah utara dan timur meliputi : Cangkringan, Pakem, Turi untuk jalur wisata dan pertanian – Tempel dan Prambanan jalur ekonomi desa.
Jalan rusak sudah menjadi keluhan warga lama. Maka perlu dikebut. Dan indikator yang kasat mata, selain kemiskinan, pendidikan, kesehatan – satu daerah dikatakan berhasil pembangunannya dapat dilihat dari sarana transportasinya. Merata dan berkeadilan.
HK adalah Bupati “dari dalam”. 28 tahun jadi ASN Sleman,Jabatan terakhir adalah Sekda, jadi paham banget masalah teknisnya. Prestasinya lebih ke manajemen & tata kelola pemerintahan. Sementara DM adalah mantan legeslator. Tahu benar bagaimana membangun kinerja antara birokrasi dan legislasi
 PR Sleman di Usia 110 Tahun
Namun di usia 110 tahun atau satu tahun HK dan DM menjadi pemegang tampuk pemerintahan di Sleman, bukan tanpa masalah. Dilantik Pebruari 2025, HK dan DM ngebut dengan program 100 hari kerja-nya. Berharap elan kepemimpian HK dan DM dapat mengatasi PR Sleman diusianya yang ke-110 ini.

Pertama: Pendidikan & pelatihan biar warga Sleman siap kerja.
Beasiswa Sleman Cerdas diperluas, terutama buat anak lereng Merapi & keluarga miskin. BLK Sleman diperkuat buat pelatihan digital, barista, teknisi, biar lulusan langsung kerja. Sekolah vokasi kerja sama Universitas dan industri di Sleman.  Sarana & Prasarana Merata Berkeadilan Fokusnya: mengurangi ketimpangan utara-selatan.
Kedua : Pembangunan Generasi Muda. Dengan jumlah angkatan muda sekitar 16 persen( data BPS 2024 )  dari total penduduk Sleman 1,2 Juta jiwa, tentu tidak mudah. Dengan kisaran angka 190 ribu jiwa. Mereka  usia 15-24 tahun  ini bisa menjadi daya dukung Sleman, namun jika tidak dikelola dengan baik, bisa menjadi batu sandungan. Kita paham pembangunan tidak hanya dari sektor fisik saja, namun juga dari sisi mental dan jiwanya. Menjadikan generasi muda yang berkualitas, praktis mereka akan berguna bagi diri, keluarga dan kabupatennya. Mereka akan menjadi solusi bagi Sleman. Kepada HK dan DM, sering-seringlah mereka dikaruhkan. Ditengok. Ditanya, sedang menghadapi kendala apa di lapangan. Tentu tidak bisa sendiri, kerjasama dengan OPD terkait.
Ketiga : Perhatian kepada ibu muda, ibu Hamil dan Lansia.  Karena dari mereka-lah generasi muda Sleman lahir,  termasuk di dalamnya adalah  Kesehatan & Lingkungan Berkelanjutan Fokusnya adalah  peningkatan gizi, menurunkan stunting & membereskan sampah. (Sekian ) * Penulis : Warga Sleman, Guru dan Anggota BPKal Triharjo. Opini pribadi

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!