26.1 C
Jakarta

Program KOTAKU KemenPUPR di Kawasan Heritage Kajoetangan Upaya Bangkitkan Kembali Pariwisata Kota Malang

Baca Juga:

Pertahankan Rating dari Fitch, Hutama Karya Pertegas Posisi Perusahaan dengan Kinerja Stabil Ditengah Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Meski berada di tengah situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kinerja perusahaan sebagaimana industri lain pada umumnnya, namun PT Hutama Karya (Persero) ...

Menhub: Sinergi Regulator, Operator, dan Pengguna Jasa Tentukan Keselamatan Angkutan Jalan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sinergi yang baik antara pemerintah, operator, dan pengguna jasa sangat menentukan keselamatan angkutan jalan. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya...

Kemendikbud Serahkan Soal Kompetensi Dasar Calon ASN 2021 kepada Panselnas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai komponen dari penyelenggaraan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi tahun 2021,...

Hilmar Pastikan Draf Buku Kamus Sejarah Jilid I Belum Final

JAKARTA, MENARA62.COM - Isu terkait draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I yang disusun sebelum kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim...

Kawasan Heritage Kajoetangan, Malang

MALANG, MENARA62.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh di Kawasan Kauman yang juga dikenal sebagai Heritage Kajoetangan (baca : kayutangan) dan Polehan Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Penataan kawasan kumuh ini dilakukan melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Program Kota Tanpa Kumuh merupakan wujud kolaborasi antara Kementerian PUPR dan Pemda dalam mendorong dan memberdayakan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya.

“Di Jawa Timur salah satu kawasan kumuh yang kami tata adalah Kawasan Kauman dan Polehan. Di sini bukan hanya sekadar kawasan kumuh, tetapi memiliki nilai heritage serta potensi dalam meningkatkan pariwisata di Kota Malang,” ujar Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur M. Reva Sastrodiningrat, Kamis (8/4/2021).

Kepala BPPW Jawa Timur, M. Reva Sastrodiningrat

Penataan Kawasan Kauman dan Polehan meliputi pekerjaan jalan paving dan ampyang sepanjang 2.052,19 meter, pekerjaan batu andesit zona I dan zona II sepanjang 3.936,81 m2, pekerjaan drainase sepanjang 3.016,7 meter, pekerjaan arsitektur (gapura, pergola, lansekap taman air, vertikal garden), pekerjaan mekanikal elektrikal dan plumbing (MEP), dan proteksi kebakaran. Selain menerima manfaat pembangunan infrastruktur, diharapkan penataan Kawasan Heritage Kajoetangan ini dapat membantu pelestarian cagar budaya serta menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Kegiatan ini dilaksanakan sejak 23 April 2020 hingga 1 April 2021 selama 340 hari kalender oleh kontraktor PT Widya Satria dengan anggaran senilai Rp 23 miliar (MYC).  Penerima manfaat dari penataan kawasan tersebut sebanyak  2.562 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari Kawasan Polehan sebanyak 1.909 KK, Kawasan Kauman sebanyak 561 KK, dan Koridor Basuki Rahmat sebanyak 92 KK.

Ketua RW 01 Kelurahan Kauman, Edi Hermanto menyampaikan rasa terimakasih kepada Kementerian PUPR yang telah menata sehingga terlihat lebih rapih dan tidak kumuh. “Melalui penataan ini kami harap dapat menarik wisatawan untuk berkunjung sebab Kota Malang mempunyai banyak ikon wisata salah satunya adalah Kawasan Heritage Kajoetangan ini,” tutur Edi.

Salah satu penerima manfaat, Yarni mengatakan terlaksananya program KOTAKU telah mengubah wajah lingkungan sekitar tempat tinggalnya menjadi lebih indah, asri dan tidak kumuh. “Kami juga mengharapkan agar program serupa dilaksanakan di lokasi lain yang belum bisa menikmatinya,” tandas Yarni.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Pertahankan Rating dari Fitch, Hutama Karya Pertegas Posisi Perusahaan dengan Kinerja Stabil Ditengah Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Meski berada di tengah situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kinerja perusahaan sebagaimana industri lain pada umumnnya, namun PT Hutama Karya (Persero) ...

Menhub: Sinergi Regulator, Operator, dan Pengguna Jasa Tentukan Keselamatan Angkutan Jalan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sinergi yang baik antara pemerintah, operator, dan pengguna jasa sangat menentukan keselamatan angkutan jalan. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya...

Kemendikbud Serahkan Soal Kompetensi Dasar Calon ASN 2021 kepada Panselnas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai komponen dari penyelenggaraan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi tahun 2021,...

Hilmar Pastikan Draf Buku Kamus Sejarah Jilid I Belum Final

JAKARTA, MENARA62.COM - Isu terkait draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I yang disusun sebelum kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim...

Kurangi Emisi, Penggunaan Sumber Energi Terbarukan Mendesak

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, yang juga Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) menerangkan urgensi dan rencana...