28.1 C
Jakarta

Rekonstruksi Jalur Rempah Jadi Program Prioritas Ditjen Kebudayaan

Must read

Hadapi Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini 4 Hal yang Disiapkan RS Kanker Dharmais

JAKARTA, MENARA62.COM - Banyak pihak memprediksi terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 dampak dari liburan akhir tahun 2020. Menurut catatan terjadi rekor tertinggi dalam kasus...

Membangun Ketangguhan Masyarakat Di Tengah Bencana Pandemi Covid-19

Oleh: Farida Hidayati, S.Psi.Msi )* BENCANA memiliki lingkup yang luas, tidak terbatas pada bencana yang diakibatkan oleh alam. Situasi yang kita hadapi saat inipun yakni...

Banjir di Kalsel, LAPAN Temukan Terjadi Perubahan Penutup Lahan yang Signifikan

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim tanggap darurat bencana Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melakukan analisa penyebab banjir yang terjadi sejak tanggal 12-13 Januari 2021...

Korban Meninggal Dunia Akibat Longsor di Sumedang Capai 29 Orang

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan kembali menemukan 1 (satu) korban meninggal dunia serta menemukan 1 (satu) orang yang dinyatakan hilang...

JAKARTA, MENARA62.COM – Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun 2021 ini, menjadikan Jalur Rempah sebagai salah satu program prioritas, dengan fokus program dititikberatkan kepada rekontruksi Jalur Rempah untuk mendukung penetapannya sebagai World Heritage. Sedangkan Karavan Budaya sebagai bentuk diplomasi dan pengembangan pemanfaatan Cagar Budaya, Warisan Budaya Takbenda, dan Objek Pemajuan Kebudayaan; dan membangun dan menjaga kesadaran akan Jalur Rempah sebagai jati diri melalui kampanye-kampanye seperti Seminar Internasional.

“Pada tahun 2020 lalu kita fokus pada pengenalan kembali Jalur Rempah dan pembuatan platform-platform pendukungnya,” kata Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Senin (11/1/2021).

Selain itu, lanjut Hilmar Desa Pemajuan Kebudayaan juga menjadi salah satu program prioritas pada tahun 2021 ini. Program ini dimaksudkan untuk mengaktifkan ekosistem pemajuan kebudayaan masyarakat di desa dengan mengenali dan menarasikan potensi budaya desa berbasis budaya. Juga untuk menggali potensi ekosistem budaya yang dimiliki desa dari sudut pandang masyarakat atau komunitas desa itu sendiri sebagai pemilik kebudayaannya sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyejahterakan masyarakat desa itu sendiri.

“Dan sebagai sarana untuk mempublikasikan potensi budaya tersebut agar lebih produktif dan kreatif mengembangkan budaya yang dimilikinya maka akan dibuat Pasar Budaya,” jelasnya.

Pengembangan Cagar Budaya dan Warisan Budaya TakBenda, dimana nantinya potensi dan kearifan lokal dari suatu daerah, mulai dari kawasan, penduduk sekitar hingga teknologi yang dimiliki oleh CB maupun WBTB akan dikembangkan untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat, akan juga menjadi program prioritas Ditjen Kebudayaan di tahun 2021. Selain itu salah satu program yang akan diselenggarakan adalah Repatriasi (pengembalian kembali) sejumlah benda Cagar Budaya milik Indonesia yang selama ini berada di luar negeri.

Pemanfaatan CB lebih jauh lagi juga dapat ditemui di program Museum Nasional Indonesia (MNI) sebagai Badan Layanan Umum (BLU). Pengkonversian MNI sebagai BLU tidak lepas dari banyaknya potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Potensi kerjasama yang luas, peluang inovasi dalam pengelolaan CB, banyaknya tenaga profesional yang dilibatkan dalam meningkatkan kualitas event, dan tingginya minat masyarakat dalam mengembangkan kemitraan pengelolaan CB dan museum.

Untuk menuju BLU, menurut Hilmar setidaknya ada tiga fokus utama yang dikerjakan, yakni: Pengelolaan koleksi nasional; Pengelolaan venue budaya; dan Pengembangan Jasa Layanan.

Kendati Pandemi COVID-19 pada tahun 2020 menjadi tantangan dalam penyaluran bantuan, terutama dalam hal verifikasi lapangan, Fasilitasi Bidang Kebudayaan sebagai salah satu stimulus yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan kepada perseorangan maupun kelompok seniman atau budayawan serta masyarakat luas, sepanjang tahun 2020 telah diberikan kepada 196 penerima dari total proposal yang masuk sebanyak 3.427 proposal.

Selama Pandemi COVID-19 yang menerpa Indonesia sepanjang tahun 2020 lalu, disiasati Ditjen Kebudayaan dengan menayangkan program Bahagia di Rumah yang tidak hanya menjadi panggung alternatif bagi para pelaku seni budaya, tetapi juga menjadi sarana hiburan sekaligus membantu masyarakat umum secara luas belajar banyak tentang kekayaan seni dan budaya negeri sendiri.

Menanggapi kondisi serupa di awal tahun 2021 ini, Hilmar mengatakan Ditjen Kebudayaan mengembangkan program Media Budaya, sebuah saluran yang dikhususkan untuk menayangkan konten-konten kebudayaan.

“Jika di tahun-tahun sebelumnya konten budaya tidak terpola dengan baik, maka melalui Media Budaya ini diharapkan dapat terintegrasi menjadi suatu omnichannel dengan output media berbasis streaming maupun melalui sebuah laman (website),” jelasnya.

Lebih jauh lagi melalui Media Budaya diharapkan senantiasa ada panggung bagi para pelaku seni budaya untuk dapat tampil, maupun bagi masyarakat untuk tetap dapat mengakses tontonan yang menarik dan edukatif, dalam berbagai situasi dan kondisi. Seluruh program prioritas Ditjen Kebudayaan di tahun 2021 ini, akan kembali diselenggarakan dengan mempertimbangkan metode pelaksanaan yang bergantung dengan situasi pandemi pada nantinya.

- Advertisement -

More articles

- Advertisement -

Latest article

Hadapi Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini 4 Hal yang Disiapkan RS Kanker Dharmais

JAKARTA, MENARA62.COM - Banyak pihak memprediksi terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 dampak dari liburan akhir tahun 2020. Menurut catatan terjadi rekor tertinggi dalam kasus...

Membangun Ketangguhan Masyarakat Di Tengah Bencana Pandemi Covid-19

Oleh: Farida Hidayati, S.Psi.Msi )* BENCANA memiliki lingkup yang luas, tidak terbatas pada bencana yang diakibatkan oleh alam. Situasi yang kita hadapi saat inipun yakni...

Banjir di Kalsel, LAPAN Temukan Terjadi Perubahan Penutup Lahan yang Signifikan

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim tanggap darurat bencana Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melakukan analisa penyebab banjir yang terjadi sejak tanggal 12-13 Januari 2021...

Korban Meninggal Dunia Akibat Longsor di Sumedang Capai 29 Orang

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan kembali menemukan 1 (satu) korban meninggal dunia serta menemukan 1 (satu) orang yang dinyatakan hilang...

Kukuhkan MUI Indramayu, Rahmat Syafii: Ulama Harus Bisa Beri Solusi Problem Masyarakat

INDRAMAYU, MENARA62.COM - Para ulama Indramayu harus menjadi pemberi solusi dari berbagai permasalahan yang muncul di tengah masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Ketua MUI Jawa...