29 C
Jakarta

Relawan Mapala Muhammadiyah Lakukan Pengobatan Gratis

Baca Juga:

Relawan Mapala Muhammadiyah Lakukan Pengobatan Gratis di Desa Terdampak Karhutla Riau, Ahad (29/9/2019).

Wilayah Riau, memang sudah mendapat berkah dari hujan deras yang kerap mengguyur sejak seminggu terakhir. Hujan sudah mematikan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau berkurang banyak. Tetapi penyakit dampak asap Karhutla masih diderita oleh sebagian warga.

“Desa Rimbo Panjang di Kabupaten Kampar, adalah satu satu desa yang berada di titik api Karhutla. Saat terjadi kebakaran desa itu diselimuti asap tebal. Hampir semua warganya mengungsi,” kata kordinator operasi pemadaman api relawan Mapala Muhammadiyah, Rani Puspina.

Diceritakan Rani, Karhutla di desa Rimbo Panjang tergolong berbahaya, karena bersebelahan dengan pemukiman. Kala itu Rani dan timnya fokus pada pemadaman api dan menyelamatkan hewan liar korban Karhutla di wilayah gambut desa Rimbo Panjang.

Namun mereka belum fokus aksi peduli pada warganya, karena terkendala asap tebal dan situasi desa Rimbo Panjang yang nyaris kosong ditinggal warganya mengungsi.

Kini, setelah api padam dan warganya sudah balik ke rumahnya, Rani dan tim relawan Mapala Muhammadiyah yang berasal dari Mapala UMRI, Mapala UMY, Stacia UMJ dan SARMMI, kembali datang ke desa Rimbo Panjang untuk mengecek kondisi kesehatan warga.

“Kami mengadakan pengecekan kesehatan dan pengobatan gratis di desa Rimbo Panjang, untuk segala jenis kelamin dari semua tingkatan usia warga,” kata rekan Rani, Rizka Fitri Amelia dari Stacia yang memimpin pelaksanaan aksi kemanusiaan ini.

Selain tim relawan Mapala Muhammadiyah, turut pula memberikan pengobatan gratis adalah relawan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Peduli.

Pasca Karhutla, warga desa Rimbo Panjang terang Rizka, banyak yang menderita filek, batuk dan sesak napas. Sebelum didatangi tim relawan, warga berobat dengan mengkonsumi tablet, tetapi hasilnya belum maksimal.

“Untuk yang menderita gangguan pernafasan, kami lakukan pengobatan dengan Nebulizer. Alat ini berfungsi mengubah obat cair manjadi bisa dihirup agar langsung ke paru-paru. Sehingga gangguan pernafasan warga cepat sembuh,” ujar Rizka.

Disamping melakukan pengobatan, mereka juga memberikan obat-obatan untuk persediaan warga desa Rimbo Panjang di rumah, serta memberikan edukasi agar warga paham tindakan apa saja yang perlu dilakukan agar kesehatan warga tetap terjaga walaupun Karhutla muncul lagi.

“Tujuan kami ke sini kesehatan warga lekas pulih pasca Karhutla, dan warga mengerti tentang tindakan praktis guna melindungi kesehatan bila muncul Karhutla yang asapnya kembali menyerang desa Rimbo Panjang,” ujar Rizka.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!