24.2 C
Jakarta

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-28)

Baca Juga:

SMAN 2 Muara Enim Raih Prestasi Pada KSN-K 2021

MENARA62.COM - Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengadakan Kompetisi Sains Nasional tingkat kabupaten / kota ( KSN-K ) Tahun 2021....

Mencari Desa Wisata di Bali dan Nusa Tenggara? Coba Kunjungi Ini! 

JAKARTA, MENARA62.COM - Seiring dengan perkembangan pariwisata era baru yang beranjak menuju ke arah berkualitas dan berkelanjutan, desa wisata memiliki peran yang penting untuk...

Lebih dari 1,3 Juta PTK Non PNS Cairkan Bantuan Subsidi Upah

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada dua juta Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)...

Tingkatkan Produksi Kopi, Koperasi Wanita Gayo Ingin Dapat Dana Bergulir Kembali

Nanggroe Aceh Darussalam, MENARA62.COM - Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo), eksportir biji kopi Kabupaten Bener Meriah berharap Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro,...

Mengukur Baju Badan Sendiri.

Saat kita merenung. Hati bening. Jernih. Meminimalisir ego. Rakus. Maka sejatinya semua sudah ada jatahnya. Untuk urusan rezeki. Tentu dengan tidak melupakan usaha maksimal. Yang dalam bahasa agama sering kita sebut dengan tawakal.  Bukankah, semua dijadikan berbeda-beda usahanya, agar kita saling membutuhkan satu sama lain. Termasuk, mengapa kemampuan kita tidak sama. Berbeda. Maka jika ditarik garis ke atas kekuasan-Nya, maka memang semuanya sudah diukur.

Aku tengok jam dinding usang yang setia ada ditembok rumah. Jarum pendek ada di angka 2. Jarum panjang ada diangka 12. Namun mengapa mata sulit terpejam. Sudah wudhu dan sholat sunah 2 rakaat. Namun sebentar-sebentar aku terjaga dari tidur. Kangen Rohman? Mungkin iya. Namun kali ini justru yang mengusik pikiranku adalah kakak-nya. Fauzan.
Aku perhatikan perkembangan psikomotorik dan intelegensianya makin menurun saja. Makin tidak mandiri dan suka bicara sendiri yang satu kata dengan kata berikutnya tidak nyambung. Pagi dini hari itu, Fauzan seperti malam-pagi sebelumnya tidur disampingku dan istri. Dia tidur pulas. Tanpa menanggung dosa. Melingkar dengan selimut putihnya bergaris-garis.
Aku tatap lekat wajahnya. Lama. Apa yang salah dengan Fauzan. Jika dia lahir dengan perkembangan normal. Standar kesehatan, maka dia sudah kuliah semester 1 atau 2 sekarang. Remaja menuju dewasa. Namun karena kelebihan kromosom yang ada dalam tubuhnya sehingga perkembangan fisik dan psikisnya menjadi lamban. Jika ingat penjelasan dokter, memang tidak ada yang bisa disalahkan. Karena secara medis, dari 1000 bayi maka akan muncul kelainan demikian. Hanya kebetulan “anugrah” itu diberikan kepada keluarga kami.

Maka aku terima ketetapan Illahi ini. Dan mencoba mencari hikmah dibalik semuanya itu. Salah satu atau duanya aku temukan belakangan. Entah benar atau salah. Meski itu hanya aku simpan dalam hati saja. Istri saja mungkin tidak tahu. Apa itu. Aku ini orangnya kan tidak tegaan. Maka jika Rohman tumbuh dan berkembang menjadi remaja seperti kebanyakan, sehingga dia akan dengan bebas berteman dengan siapa saja, karena kelebihan fisiknya, bisa jadi dia akan tumbuh menjadi remaja yang salah pergaulan. Kelebihan energi negatif. Nah, aku akan kewalahan dan tidak bisa mengatasinya.
“Itu mungkin kehendak-Nya. mengapa aku diberikan Fauzan demikian,” kata hatiku menenangkan diri.
Sebab memang dalam kenyataan tidak musti, anak selalu nurut dengan keinginan orang tua. Bukankah sisi yang lain, anak bisa menjadi musuh bagi orang tuanya? Bahasa Jawa-nya : satru mungguhing cangklakan. Ini berat. Maka sebelum itu terjadi, maka diberilah aku anak yang demikian. Modalnya hanya satu yaitu sabar dan menambah kesabaran itu. Aku tidak bisa mengukur baju dengan badan orang lain. Badan temanku bahkan badan saudaraku sendiri.
Kalau sudah demikian, maka hati akan tentram. Adem. Dan satu lagi tambah sayang kepada Fauzan. Maka sebelum aku tidur lagi pagi itu, sembari aku benahi selimutnya yang centang  penerang, maka aku cium pipinya. Kanan kiri. Matanya membuka. Namun sejurus kemudian tidur lagi. Pulas. (bersambung)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

SMAN 2 Muara Enim Raih Prestasi Pada KSN-K 2021

MENARA62.COM - Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengadakan Kompetisi Sains Nasional tingkat kabupaten / kota ( KSN-K ) Tahun 2021....

Mencari Desa Wisata di Bali dan Nusa Tenggara? Coba Kunjungi Ini! 

JAKARTA, MENARA62.COM - Seiring dengan perkembangan pariwisata era baru yang beranjak menuju ke arah berkualitas dan berkelanjutan, desa wisata memiliki peran yang penting untuk...

Lebih dari 1,3 Juta PTK Non PNS Cairkan Bantuan Subsidi Upah

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada dua juta Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)...

Tingkatkan Produksi Kopi, Koperasi Wanita Gayo Ingin Dapat Dana Bergulir Kembali

Nanggroe Aceh Darussalam, MENARA62.COM - Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo), eksportir biji kopi Kabupaten Bener Meriah berharap Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro,...

Ditjen Kebudayaan Segera Luncurkan Buku Panduan Hidup Di Tengah Pandemi Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM – Lebih dari satu tahun pandemi melanda tanah air menyebabkan hampir semua wilayah tidak terlepas dari penularan virus Covid-19. Tetapi masyarakat adat...