25 C
Jakarta

Rencana Gawe  Menulis Bareng ‘Aisyiyah Jawa Tengah

Baca Juga:

Pasca Erupsi Semeru, 22 Warga Masih Belum Ditemukan

LUMAJANG, MENARA62.COM - Sebanyak 22 warga masih belum ditemukan pasca erupsi Gunung Semeru, di Lumajang Jawa Timur pada Sabtu (4/12). Upaya pencarian masih terus...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-71)

# Sayang, Khawatir atau Keduanya Mendung menggantung akut di langit. Diprediksi hujan akan deras. Membasahi bumi. Benar juga. Sore itu habis Ashar, air bagai dimuntahkan...

PPKM Level 3 Selama Nataru Dibatalkan, Sleman Lakukan Penyesuaian

SLEMAN, MENARA62.COM - Rencana pemberlakuan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia pada momen natal dan tahun baru (Nataru) batal diterapkan. Pembatalan kebijakan level...

Dukung Pemulihan Pariwisata Nasional, GATF Hybrid 2021 Kembali Digelar Hadirkan Diskon Tiket Hingga 80%

JAKARTA, MENARA62.COM - Dengan dukungan penuh oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), maskapai nasional, Garuda Indonesia, kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Fair...

 

Orang yang hidup bagi dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil, orang yang hidup bagi orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar” (Sayyid Quthb)

PURWOREJO, MENARA62.COM– Kalimat bijak Sayyid Quthb di atas identik dengan  motivasi Nur Ngazizah, S.Si, M.Pd (Penulis Terbaik versi Online Suara Muhammadiyah) sebagai narasumber pada kegiatan  Workshop ‘Aisyiyah Menulis se-Jawa Tengah pertemuan ke-3 yaitu bahwa nilai seseorang tergantung manfaat dirinya kepada sesama (umat) manusia.

Beliau menyampaikan kalimat tersebut kepada ibu-ibu ‘Aisyiyah se-Jawa Tengah peserta workshop sebagai motivasi selalu semangat menulis dan meluruskan niat dalam aktivitas menulis agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat manusia.

Kegiatan ini adalah rangkaian dari acara Workshop Penulisan yang dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah Majelis Tabligh tanggal 3 Oktober -28 November 2021.  Sesuai jadwal pelatihan yang disampaikan panitia, kegiatan pertemuan ke-3 yang dilaksanakan pada hari Ahad, 17 Oktober 2021 pukul 08.00 – 10.00 sangat menarik meski dilakukan secara online melalui zoom dan youtube.

Tema kegiatannya adalah mentoring terhadap peserta dalam membuat sebuah buku yang akan diluncurkan pada hari ibu tanggal 22 Desember 2021.  Sebuah gawe besar luar biasa yang menunjukan bahwa ‘Aisyiyah adalah gerakan dakwah yang terus eksis kaderisasi dan kiprah dakwahnya walau usianya sudah menginjak 104 tahun.

Saat ini dakwah bil kitabah/ dakwah literasi adalah dakwah yang paling efisien di masa pandemi karena pembatasan aktivitas masyarakat demi mencegahnya wabah corona.

Nur Ngazizah, S.Si, M.Pd (Penulis Terbaik versi Online Suara Muhammadiyah

Pada kegiatan mentoring tersebut materi yang disampaikan oleh narasumber Nur Ngazizah,S.Si yaitu tentang ilmu cara membuat sebuah buku sampai penerbitan buku tersebut mendapatkan ISBN.

Sebelum penyampaian materi tentang menulis buku, narasumber meminta testimoni dari beberapa peserta yang tulisannya dimuat di Suara Muhammadiyah dan Suara ‘Aisyiyah online yaitu Ibu Asih dari Cilacap, Ibu Nadia dari Kudus dan Ibu Muslihah dari Rembang.

Dari testimony tersebut diharapkan mampu menjadi cambuk bagi peserta lainnya bahwa menulis membutuhkan totalitas, kesabaran dan semangat dalam meningkatkan wawasan sebagai bekal menulis.

Seperti biasa beliau selalu mensyiarkan branding Muhammadiyah yaitu mencerahkan, menggembirakan, dan menggerakkan umat manusia sebagai prinsip awal dalam berdakwah lewat tulisan.

Selanjutnya memberikan motivasi untuk menulis sebagai alat bantu dakwah yang efisien kepada sesama manusia.  Salah satu materi pembuka yang menarik adalah ada 3 hasil karya manusia harum yaitu : karya kepahlawanan, karya tulis dan karya nama karena jasanya. Oleh karena itu membuat buku salah satu usaha menghasilkan karya yang harum bagi penulis.

Dalam menyususn buku ada beberapa modal dalam menulis yaitu 1. fokus meliputi memperdalam yang disukai, banyak membaca yang disukai dan belajar terus menerus.

2. Dedikasi artinya lakukan terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Setelah mengetahui modal menulis, dilanjutkan dengan materi tehnis menulis sederhana meliputi persiapan menulis, penulisan naskah dan penerbitan.

Pada materi penerbitan peserta disuguhkan materi alur penerbitan buku sampai materi kuadran  keputusan terbit, kualitas buku, populalitas maupun kategori penulis sehingga peserta workshop dapat mengevaluasi diri dan memiliki semangat untuk tetap menulis sampai tujuan menjadi penulis yang mampu menerbitakan buku bisa tercapai.

Setelah penyampaian materi  narasumber selesai, acara workshop dilanjutkan dengan proses diskusi berkaitan dengan pemetaan peserta workshop dalam proses pembuatan buku yang sesuai tema tertentu.

Setiap buku maksimal 15 penulis dan harapannya setiap buku akan terbit secara berkelanjutan. Sangat besar harapan panitia penyelenggara dalam mencetak ‘Aisyiyah menulis tampak dari jadwal pelatihan yang demikian  sistematis.  Selain itu kesabaran narasumber memberikan bimbingan dan mereviuw hasil tulisan mampu membuat para peserta semangat menulis dengan senang dan tanpa keterpaksaan.

Peserta optimis mampu menerbitkan buku karena beberapa peserta sudah mampu membuat tulisan yang dimuat oleh Suara Muhammadiyah dan Suara Aisyiyah online yaitu berita workshop sebagai tugas dari pertemuan pertama dan tulisan dengan tema dakwah perempuan berkemajuan sebagai tugas pertemuan kedua.

Sunnatullah setiap proses akan selalu membutuhkan proses yang membutuhkan kesabaran dan kefokusan dalam memcapai tujuan demikian juga dengan kegiatan workshop ‘Aisyiyah menulis.  Pada pertemuan pertama peserta workshop ‘Aisyiyah se-Jawa Tengah mencapai 160 orang, dan pada pertemuan ini diikuti kurang lebih 60 orang.  Walaupun demikian kegiatan workshop tetap berlangsung secara asyik dan semangat yang ditutup dengan menyanyi bersama lagu bimbo berjudul sajadah panjang.

Akhirnya semoga Allah SWT meridhoi kegiatan ini agar tujuan mulia mencetak ‘Aisyiyah menulis dapat tercapai sehingga dakwah ‘Aisyiyah tidak sekedar dakwah bil lisan dan bil hal, tetapi mampu berdakwak bil kitabah di zaman literasi saat ini.  (Siti Musfiyah)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Pasca Erupsi Semeru, 22 Warga Masih Belum Ditemukan

LUMAJANG, MENARA62.COM - Sebanyak 22 warga masih belum ditemukan pasca erupsi Gunung Semeru, di Lumajang Jawa Timur pada Sabtu (4/12). Upaya pencarian masih terus...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-71)

# Sayang, Khawatir atau Keduanya Mendung menggantung akut di langit. Diprediksi hujan akan deras. Membasahi bumi. Benar juga. Sore itu habis Ashar, air bagai dimuntahkan...

PPKM Level 3 Selama Nataru Dibatalkan, Sleman Lakukan Penyesuaian

SLEMAN, MENARA62.COM - Rencana pemberlakuan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia pada momen natal dan tahun baru (Nataru) batal diterapkan. Pembatalan kebijakan level...

Dukung Pemulihan Pariwisata Nasional, GATF Hybrid 2021 Kembali Digelar Hadirkan Diskon Tiket Hingga 80%

JAKARTA, MENARA62.COM - Dengan dukungan penuh oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), maskapai nasional, Garuda Indonesia, kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Fair...

Rapat Bamus DPR: Cegah Omicron, Tunda Rencana Perjalanan Dinas ke Luar Negeri Anggota DPR 

JAKARTA, MENARA62.COM - DPR RI memutuskan untuk menunda seluruh rencana perjalanan dinas ke luar negeri bagi anggota DPR RI. Keputusan diambil sebagai upaya untuk...