27 C
Jakarta

Rilis Film Karya Siswa SMK, Dirjen Wikan Minta SMK PK Hasilkan Film Berkualitas

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto meminta SMK Pusat Keunggulan (PK)  jurusan Perfilman dapat membuat film yang berkualitas, yang bisa diterima oleh pasar. Hal tersebut disampaikan Wikan saat Rilis Film SMK, Laundry Story secara virtual, Selasa (31/5/2022).

“Tidak hanya film yang asal-asalan. Harus bisa membuat film dengan cerita yang bagus, penyutradaraan yang bagus hingga kualitas editing yang baik. Jadi standarnya benar-benar luar negeri,” kata Wikan.

Menurutnya, target pembuatan film tersebut nanti bisa diterima di pasar. Sehingga bisa ditonton masyarakat di gedung bioskop dan acara-acara nonton bareng di kampus-kampus.

Selain itu, kata Wikan, alur cerita dari film serta penyutradaraan dan penyuntingan pun harus sesuai dengan standar perfilman yang ada. Dengan demikian dapat diterima oleh masyarakat.

Oleh karena itu Wikan  mendorong Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK) Perfilman agar melakukan inovasi. Seperti halnya SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Malang. Sekolah tersebut kata Wikan, saat ini tengah memproduksi film. “Ini bagian kegiatan keseharian mereka untuk menghasilkan film yang bisa masuk ke pasar,” katanya.

Ia menuturkan, kegiatan tersebut merupakan konsep dari link and match program Merdeka Belajar. Dimana siswa belajar sambil membuat film layar lebar.

“Jadi anak-anak SMK ini belajar sambil terjun membuat film layar lebar,” ungkapnya.

Wikan memastikan bahwa Juni ini pembuatan film remaja ini sudah proses syuting, sehingga targetnya akhir tahun ini bisa ditonton masyarakat di bioskop.

Wikan mengapresiasi SMK PK Muhammadiyah 5 Kepajen, Malang, Jawa Timur, yang dapat memproduksi film layar lebar berjudul “Laundry Story”. Menurutnya, meski berstatus siswa SMK, tetap harus membuat film yang juga berkualitas, sehingga dapat diterima oleh pasar.

Lebih lanjut Wikan juga mendorong SMK PK lainnya dapat menghasilkan produk yang memang sangat dibutuhkan pasar. SMK PK jurusan mesin misalnya, harus dapat menciptakan suku cadang kendaraan yang dapat diterima oleh pasar.

“Karya yang dihasilkan harus dapat diserap oleh pasar. Ini merupakan bagian dari konsep ‘link and match’ dari program Merdeka Belajar,” tandas  Wikan.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!