29.6 C
Jakarta

RS PKU Muhammadiyah Solo Raih Platinum P2HIV/AIDS Kemenaker

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – RS PKU Muhammadiyah Surakarta kembali mencatatkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan kategori Platinum dalam Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS (P2HIV/AIDS) di tempat kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 45 Tahun 2026.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Satwasker Wilayah Surakarta pada 23 April 2026 di Kantor Satwasker setempat. Capaian ini menegaskan komitmen RS PKU Muhammadiyah Surakarta dalam menghadirkan lingkungan kerja yang sehat, inklusif, berkelanjutan, serta bebas stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).

Program P2HIV/AIDS merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada institusi yang konsisten menjalankan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di lingkungan kerja. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran pekerja, menekan diskriminasi, serta menciptakan tempat kerja yang aman dan produktif.

Penilaian penghargaan dilakukan secara komprehensif, meliputi kebijakan manajemen, edukasi dan sosialisasi kepada karyawan, penyediaan layanan konseling dan tes HIV sukarela (VCT), upaya penghapusan stigma, integrasi dengan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga aspek monitoring dan keberlanjutan program.

Kategori Platinum sendiri merupakan tingkat penghargaan tertinggi yang diberikan kepada institusi dengan implementasi program unggul, inovatif, dan berkelanjutan. Selain itu, penerima juga dinilai mampu menjadi role model dalam menciptakan lingkungan kerja inklusif dan bebas stigma.

Menariknya, penghargaan Platinum ini menjadi capaian ketiga bagi RS PKU Muhammadiyah Surakarta, sekaligus menegaskan konsistensi dalam menjalankan program P2HIV/AIDS secara berkelanjutan.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Arief Budiman, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh insan rumah sakit dalam membangun budaya kerja yang sehat dan inklusif.

“Penghargaan ini adalah buah kerja bersama. Kami berkomitmen memperkuat program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS, tidak hanya di internal, tetapi juga sebagai bagian edukasi kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan pihaknya akan terus mengembangkan program kesehatan kerja yang berorientasi pada keselamatan, kesejahteraan, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Dengan capaian ini, RS PKU Muhammadiyah Surakarta diharapkan mampu menjadi contoh nasional dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, bebas stigma, serta mendukung pelayanan kesehatan yang berkemajuan bagi masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!