31.2 C
Jakarta

Sangat Potensial, Suara Perempuan pada Pilkada Sleman Harus Dimaksimalkan

Baca Juga:

Hobi Nyanyi Mengantar Andrea Berjumpa Menteri Nadiem

JAKARTA, MENARA62.COM - Andrea Pramesti Putri, peserta didik SMA Bopkri 1 Yogyakarta, gembira bukang kepalang. Kegemarannya bernyanyi tak disangka dapat mengantarkannya berjumpa langsung dengan...

Sambut Harsunas 2021, Rumah Sunat dr Mahdian Gelar Sunatan Massal

JAKARTA, MENARA62.COM – Dalam rangka menyambut Hari Sunat Nasional (Harsunas) 2021 yang berlangsung tanggal 15 Mei sampai 15 Juli 2021, Rumah Sunat dr. Mahdian...

Pemerintah Fasilitasi Pengusaha Kuliner Masuk Marketplace

JAKARTA, MENARA62.COM - Pada 2019 lalu, Kementerian Koperasi dan UKM telah merujuk Nota Kesepahaman dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). Sebagai tindak lanjut...

Cegah Warga Nekad Mudik, Pemerintah Siapkan 381 Pos Penyekatan

JAKARTA, MENARA62.COM - Meskipun sudah dilarang, pemerintah memperkirakan masih ada sekitar 17,2 juta atau 7% warga yang nekat mudik pada masa lebaran 2021 ini. "Sebagian...

SLEMAN, MENARA62.COM – Jumlah perempuan di Sleman yang mencapai 51,4 persen merupakan potensi suara yang tidak boleh diabaikan dalam pesta demokrasi Pilkada 2020. Karena itu, calon bupati/wakil bupati yang akan bertarung pada 9 Desember mendatang harus mampu memaksimalkan kampanye untuk mendulang suara perempuan.

Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman Hery Sutopo MM, fenomena peran politik perempuan di Sleman harus menjadi perhatian kita bersama. Hal ini mengemuka dalam Seminar Partisipasi Perempuan dalam Politik untuk Menyukseskan Pilkada Sleman pada masa Pandemi Covid-19, yang digelar di aula unit 1 Pemda Sleman Rabu (21/10/2020). Seminar tersebut menampilkan sejumlah pembicara yang berkompeten dan dihadiri aktivis politik perempuan.

Salah pemateri Vici Herawati, Kordiv SDM Dan Organisasi Bawaslu Sleman menyampaikan meskipun jumlahnya relative besar yaitu 51,4% dari seluruh pemilih di sleman namun perempuan Sleman masih banyak yang bersikap pasif terhadap pilkada dan politik.

“Hal ini tentunya tidak bisa dibiarkan karena dengan  modal social dan sebagai bagian dari komunitas haruslah perempuan berperan aktif berpartisipasi untuk menentukan arah pembangunan Sleman ke depan,” tukasnya.

Sebagian materi disampaikan narasumber

Sedangkan Bidang Pemberdayaan Perempuan P3AP2KB  Umala Retno mengungkapkan kesadaran berpolitik bagi perempuan bisa dibangun dengan penyadaran hak dan peran politik perempuan serta peningkatan kapasitas perempuan agar mampu  menyampaikan aspirasi dan memperjuangkannya di ranah politik.

“Partisipasi politik perempuan perlu didorong agar terus dilakukan secara regular bukan hanya pada momentum pilkada semata namun agar bisa ikut mewarnai berbagai kebijakan-kebijakan public yang membawa aspirasi dan memperjuangkan kepentingan perempuan politik Sleman,” tandasnya.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Hobi Nyanyi Mengantar Andrea Berjumpa Menteri Nadiem

JAKARTA, MENARA62.COM - Andrea Pramesti Putri, peserta didik SMA Bopkri 1 Yogyakarta, gembira bukang kepalang. Kegemarannya bernyanyi tak disangka dapat mengantarkannya berjumpa langsung dengan...

Sambut Harsunas 2021, Rumah Sunat dr Mahdian Gelar Sunatan Massal

JAKARTA, MENARA62.COM – Dalam rangka menyambut Hari Sunat Nasional (Harsunas) 2021 yang berlangsung tanggal 15 Mei sampai 15 Juli 2021, Rumah Sunat dr. Mahdian...

Pemerintah Fasilitasi Pengusaha Kuliner Masuk Marketplace

JAKARTA, MENARA62.COM - Pada 2019 lalu, Kementerian Koperasi dan UKM telah merujuk Nota Kesepahaman dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). Sebagai tindak lanjut...

Cegah Warga Nekad Mudik, Pemerintah Siapkan 381 Pos Penyekatan

JAKARTA, MENARA62.COM - Meskipun sudah dilarang, pemerintah memperkirakan masih ada sekitar 17,2 juta atau 7% warga yang nekat mudik pada masa lebaran 2021 ini. "Sebagian...

BBKP Tanjung Priok Waspadai Penularan Covid-19 Melalui Produk Pertanian

JAKARTA, MENARA62.COM – Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Tanjung Priok Jakarta Hasrul mengingatkan virus Covid-19 bisa menular melalui produk pertanian. Karena itulah BBKP...