34.1 C
Jakarta

Sanken Titipkan Pesan Kebaikan Melalui Film Mantan Manten

Baca Juga:

FILM memiliki fungsi beragam mulai dari fungsi hiburan, fungsi pendidikan dan juga fungsi bisnis atau industri. Selain itu film juga bisa dijadikan sarana untuk menyampaikan pesan kebaikan.

Segmen penontonnya yang beragam, dengan sebaran wilayah pemutaran yang merata di seluruh wilayah tanah air membuat pesan-pesan yang dibawa oleh film menjadi lebih mudah sampai ke masyarakat.

Karena itulah melalui film Mantan Manten garapan Visinema Pictures, Sanken melalui produk unggulannya Dispenser Sanken Duo Galon menitipkan pesan gaya hidup sehat. Film yang dibintangi Atiqah Hasiholan (Yasnina Putri), Arifin Putra (Surya), Tutie Kirana (Koes Marjanti), Tyo Pakusadewo (Arifin Iskandar), Marthino Lio (Ardy), Oxcel (Salma), Dodit Mulyanto (Darto) tersebut mulai tayang di bioskop-bioskop tanggal 4 April 2019.

Sebenarnya bukan hanya Sanken yang memanfaatkan film untuk menyampaikan pesan kebaikan kepada penonton film. Ada banyak instansi baik pemerintah maupun swasta yang telah melakukannya.

Hal tersebut tentu tidak lepas dari perkembangan industry film nasional yang semakin menggembirakan. Data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), terjadi peningkatan jumlah penonton film dalam beberapa tahun terakhir ini. Sebut saja pada tahun 2016, jumlah penonton film di bioskop tercatat 37 juta penonton, meningkat menjadi 41 juta penonton pada 2017.

“Bagaimana pengaruh film dalam kehidupan masyarakat, kita bisa belajar dari film Laskar Pelangi. Sejak kisah tersebut diangkat menjadi film, semakin banyak anak-anak Belitung yang terinspirasi dan termotivasi untuk belajar lebih giat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat memperingati Hari Film Nasional yang jatuh 29 Maret lalu.

Menurutnya, melalui film ini, gairah belajar dapat terilhami. Bahkan anak-anak Belitung merasa bangga dengan film yang mengangkat daerahnya.

“Mereka bangga oleh sosok di film itu. Dan kemudian mereka belajar giat. Sekarang IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dan capaian ujian nasionalnya termasuk yang bagus,” lanjut Mendikbud.

Jejak keberhasilan sejumlah film dalam mempengaruhi kehidupan masyarakat, menginspirasi Sanken untuk melakukan langkah serupa. Kali ini, Sanken memilih film Mantan Manten sebagai media penyampai pesan kebaikan dengan berbagai pertimbangan. Selain ceritanya bagus, film ini juga lekat dengan perjuangan perempuan dalam menggapai bahagia.

Alam dan budaya Jawa sebagai latar dari film, menguatkan kesan tentang perilaku yang sehat, yang bisa dimulai dengan hal-hal sederhana seperti pemilihan wadah air minum.

Air yang sehat

Dalam film yang mengisahkan perjuangan seorang perempuan bernama Yasnina tersebut, Sanken menyelipkan kampanye hidup sehat dengan konsumsi air yang sehat. Air yang sehat bisa diperoleh antara lain melalui pemilihan produk dispenser yang tepat.

“Dalam film ini kita menyisipkan pesan bagaimana hidup sehat dengan meminum air putih lewat Higienis Water Dispenser, yaitu Dispenser Sanken Duo Galon yang merupakan pemegang penghargaan Super Brand selama 5 tahun berturut-turut,” kata Teddy Tjan, Direktur Marketing PT. Istana Argo Kencana.

Pesan kebaikan yang disampaikan Sanken tersebut muncul pada potongan adegan Atiqah Hasiholan mengulurkan minuman air putih kepada Tutie Kirana. Dimana air putih tersebut diambil dari dispenser Sanken.

Sepotong adegan tersebut diharapkan mampu menyampaikan pesan kebaikan kepada penonton tanpa ada kesan ‘jualan produk’ atau iklan produk, apalagi kesan menggurui. Potongan adegan tersebut mengalir, tanpa dibuat-buat, terkesan biasa, tetapi produk Sanken tergambar jelas di sana.

“Adegan orang ambil air minum, lalu mengulurkan untuk orang lain, adalah hal sederhana. Tetapi dari yang sederhana itu kita sejatinya sedang jualan, sedang nitip pesan,” kata Teddy.

Menurut Teddy air minum menjadi kebutuhan dasar manusia sehari-hari. Tubuh akan mengalami masalah jika kita kurang minum air mulai dari dehidrasi, sembelit, kulit kering, kram otot, kelelahan, dan banyak lagi. Efeknya, jelas bisa menganggu sistem kerja tubuh.

“Karenanya, penting bagi kita untuk selalu menyetok persediaan air minum. Di rumah maupun di kantor, perangkat dispenser bisa menjadi solusi untuk menjaga ketersediaan air minum. Selain sangat praktis, juga ekonomis,” lanjutnya.

Pentingnya menyediakan air minum dalam jumlah cukup dengan dukungan perangkat yang praktis, menjadi pesan yang dititipkan melalui film Mantan Manten ini.

Lupakan produk lama

Film Mantan Manten berkisah tentang Yasnina seorang manajer perusahaan besar yang terpuruk hingga harus kehilangan segalanya termasuk tunangannya. Dalam keterpurukannya tersebut ia terpaksa menjadi asisten dukun manten untuk bisa bangkit. Perjuangan untuk bangkit tersebut harus melalui jalan berliku dengan alur cerita yang benar-benar mampu menguras energy dan emosi penonton terutama kalangan perempuan.

mantan manten
Potongan adegan film Mantan Manten. (ist/tirto.id)

“Ini cerita original. Kenapa saya memulai cerita ini? Karena saya ingin angkat cerita perempuan, karena pada dasarnya saya hidup dikelilingi perempuan yang powerfull. Cuma apa yang menarik, yang bisa digabungkan dengan adat yang sampai sekarang masih ada, lalu saya ambil budaya Jawa,” papar Farishad Latjuba, sutradara film Mantan Manten.

Hal yang sama juga dikemukakan Anggia Kharisma, Produser film Mantan Manten. Menurutnya Mantan Manten bukan sekedar cerita tentang cinta antara dua manusia seperti kebanyakan kisah cinta.

“Ini cinta yang universal, cinta seseorang pada pekerjaan, pasangan, dan cinta seseorang pada diri sendiri. Menurut aku, sekarang ini jarang menemukan itu,” papar Anggia.

Uniknya dalam film tersebut Visinema Picture juga mengajak masyarakat melupakan mantan dengan mengadakan kampanye buang barang dari mantan melalui banner bertuliskan galau hubungan asmara.

Kampanye tersebut sepertinya sejalan dengan Sanken dimana meninggalkan dispenser model lama yang merepotkan untuk kemudian mengajak beralih ke model dispenser dua galon yang lebih praktis.

Inovasi Sanken HWD-980

Menurut Teddy Tjan, kebutuhan dispenser tiap tahun meningkat pesat seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat yang terus mengalami perkembangan. Penyediaan air minum yang tadinya dengan cara memasak air, kini berubah dengan kehadiran dispenser dan galon air.

Berbagai model dispenser dengan berbagai keunggulan pun terus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meningkat. Tentu dengan segala tipe dan harga yang disesuaikan dengan kebutuhan.

“Kami memiliki inovasi terbaru untuk produk dispenser yakni Sanken HWD-980. Dispenser dengan teknologi duo galon yaitu galon atas dan galon bawah, sehingga dapat menambah persediaan air,” lanjut Teddy.

sanken
Dispenser Sanken Duo Galon saat diluncurkan. (ist)

Dispenser tipe ini terbuat dari tempered glass sehingga menjadikan dispenser terlihat sangat elegan. Ruangan rumah pun akan terlihat semakin mewah berkat tampilan dispenser HWD-980 yang terlihat mewah.

“Fitur night lamp yang terdapat di dalamnya memudahkan untuk melihat temperatur suhu air. Kita juga menjadi mudah mengontrol kebutuhan suplai air panas maupun air dingin,” jelas Teddy.

Sistem pemanasan air hingga 88° C dan pendinginan air hingga 10° C Sanken water dispenser tetap hemat listrik hingga 30%. Dilengkapi Safety Child Lock pada keran air panas menjaga keamanan tumpahan air panas dan tidak perlu takut terbuka oleh anak-anak.

“Dispenser dua galon, galon bawah mampu juga berfungsi sebagai dispenser galon atas dan keduanya bisa difungsikan bergantian. Produk ini juga mampu menghemat listrik hingga 30% dengan menggunakan air panas dingin yang dilapisi polyurethane sehingga air panas dan dingin tetap stabil dan hemat,” terang Teddy.

Tampilannya yang elegan dan mewah tersebut, tentu mendukung adegan film yang hendak dijual.

Penghargaan PERDI

Sanken meraih penghargaan ‘Pertama Di Indonesia (PERDI)’ dari Tras N Co Indonesia untuk kategori Dispenser Dua Galon Pertama Di Indonesia pada akhir Mei 2018 lalu. Dengan diraihnya penghargaan ini menjadikan Sanken satu-satu perusahaan yang memiliki brand dua galon di Indonesia, bahkan dunia.

Dikatakan, penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan bergengsi kepada perusahaan atau merek atas  prestasi, inovasi dan karya yang berhasil diciptakan guna meningkatan daya jual produk atau jasa sehingga menjadi yang ‘Pertama Di Indonesia‘ atau pioneer di kategori bisnisnya.

Teddy Tjan saat menerima penghargaan, mengatakan, model dispenser ini memberikan kemudahan bagi pengguna terutama saat hendak mengganti galon yang telah habis airnya. Pengguna tidak perlu kerepotan mengangkat galon yang penuh dengan air.

“Teknologi inovasi dispenser duo galon dikembangkan oleh team insinyur Jepang bekerjasama dengan insinyur putra- putri anak bangsa Indonesia,” ujarnya penuh bangga.

Dikatakan, keunggulan dispenser duo galon tetap akan mampu mensupport air minum kendati listrik padam. Berbeda dengan dispenser satu galon yang berada di bawah. Jika listrik padam maka dispenser tak akan bekerja mensupport air minum karena pompa kapiler mati tanpa adanya sokongan energi listrik.

Teddy mengakui, dispenser memang salah satu produk Sanken yang cukup menyumbang revenue tertinggi. Hingga kini, dispenser Sanken sudah berkontribusi sekitar 30 persen dari penjualan semua produk Sanken.

“Dispenser Sanken Duo Galon ini merupakan produk dalam negeri dan satu-satunya di dunia. Kadar TKDN atau Tingkat Kandungan Dalam Negeri sudah mencapai 70 persen,” ungkapnya.

Di kancah internasional Dispenser Sanken Duo Galon ini mampu bersaing dengan produk-produk global.

Teddy berharap pesan kebaikan yang disampaikan Sanken melalui film Mantan Manten bisa ditangkap penonton untuk kemudian memberikan sumbangan yang signifikan bagi penjualan Dispenser Sanken Duo Galon.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!