25.6 C
Jakarta

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Lestarikan Permainan Tradisional

Must read

Peringati Maulid Nabi, Presiden Ingatkan Masyarakat Harus Teladani Sifat Rosulullah

JAKARTA, MENARA62.COM- Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini diperingati di tengah badai pandemi yang melanda seluruh dunia. Pandemi Covid-19 telah berdampak pada seluruh dimensi...

BMN 2020, BSN Tekankan Pentingnya Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Era New Normal

JAKARTA, MENARA62.COM – Badan Standardisasi Nasional (BSN) kembali menggelar Bulan Mutu Nasional (BMN). Tahun ini, kegiatan BMN mengambil tema “Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian untuk...

Potret Perayaan Maulid Nabi di salah satu Desa di Indonesia

PAMEKASAN, MENARA62.COM -- Potret perayaan Maulid Nabi di salah satu musala di Desa Waru Timur, Pamekasan, Madura pada Rabu malam (28/10/2020).

Lolonyo Chicken Katsu, Brand Milenial yang Bikin Nagih!

MAU  mencecap gurihnya chicken katsu? Ada baiknya coba Lolonyo chicken katsu. Brand milenial yang belum lama diluncurkan tersebut dapat menjadi pilihan yang tepat untuk...

SOLO MENARA62.COM – Ratusan siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta gelar kegiatan bermain gim tradisional. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka melestarikan permainan tradisional asli Indonesia sekaligus merayakan Hari Konvensi Internasional Tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial yang diperingati setiap tanggal 4 Januari.

Kegiatan berlangsung selama dua jam yang diikuti siswa kelas 3 ABCD, 4 wali kelas, guru olahraga, 12 pimpinan sekolah.

Adapun jenis permainan tradisional yang dimainkan adalah gobak sodor, dakon, lompat tali, egrang, jamuran dan bentik. Jenis permainan tradisional tersebut terancam punah tergilas oleh permainan modern maupun game.

Padahal manfaat dari permainan tradisional untuk anak-anak sangat baik, seperti mengembangkan konsep diri, kreativitas, komunikasi, aspek fisik dan motorik, aspek sosial, aspek emosi atau kepribadian, dan aspek kognitif.

“Sebanyak 140 siswa lestarikan permainan tradisional, momen langka. Sehingga anak-anak juga diajarkan menjadi pribadi unggul, terbuka dan mampu bekerja sama dengan teman, sesuai himbauan Mendikbud Nadiem, belajar tak harus di kelas, merdeka belajar, guru penggerak,” ungkap Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko.

Sementara itu, bagi Gibran dalang cilik milenial kelas IIB yang diajak ikut bermain, mengaku ini adalah pengalaman pertama bermain gobak sodor. Meski sulit tapi akhirnya bisa menyelesaikan tepat waktu.

Lain halnya dengan ki Galen kelas 3C. Dia mengaku sering bermain wayang dan robotik di rumah.

“Ini main enggrang dibantu sama guru. Seneng tapi capek,” jelasnya.

Pengamat Budayawan Solo Ki Sudarwanto, anak-anak era sekarang lebih senang menghabiskan waktu luangnya bermain gawai sehingga kurang bersosialisasi dengan anak seusianya.

“SD Muhammadiyah 1 Ketelan telah menghidupkan permainan tradisional, kami dukung, tentu berbeda dengan permainan modern, yang membuat anak lebih banyak asyik sendiri,” pungkasnya.

Siswa sedang memainkan jenis permainan tradisional

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Peringati Maulid Nabi, Presiden Ingatkan Masyarakat Harus Teladani Sifat Rosulullah

JAKARTA, MENARA62.COM- Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini diperingati di tengah badai pandemi yang melanda seluruh dunia. Pandemi Covid-19 telah berdampak pada seluruh dimensi...

BMN 2020, BSN Tekankan Pentingnya Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Era New Normal

JAKARTA, MENARA62.COM – Badan Standardisasi Nasional (BSN) kembali menggelar Bulan Mutu Nasional (BMN). Tahun ini, kegiatan BMN mengambil tema “Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian untuk...

Potret Perayaan Maulid Nabi di salah satu Desa di Indonesia

PAMEKASAN, MENARA62.COM -- Potret perayaan Maulid Nabi di salah satu musala di Desa Waru Timur, Pamekasan, Madura pada Rabu malam (28/10/2020).

Lolonyo Chicken Katsu, Brand Milenial yang Bikin Nagih!

MAU  mencecap gurihnya chicken katsu? Ada baiknya coba Lolonyo chicken katsu. Brand milenial yang belum lama diluncurkan tersebut dapat menjadi pilihan yang tepat untuk...

Gudeg Yu Brindil, Melekatkan Pakem Jogja ke Lidah Orang Jakarta

PRADYNA Paramita yang akrab disapa Mitha bukan berdarah Yogyakarta. Tetapi naluri bisnisnya untuk mengangkat makanan lokal tradisional membawanya untuk mengesplorasi gudeg. Makanan khas Yogyakarta...