26.2 C
Jakarta

Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim Hujan Es

Must read

Anis: Holding Pegadaian, PNM dan BRI Harus Direncanakan Matang

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan melakukan sinergi platform PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau...

Belajar Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ini Profesi dan Prospek Pekerjaan yang Tersedia

JAKARTA, MENARA62.COM – Kesehatan Masyarakat merupakan jenis ilmu kesehatan yang sangat fleksibel baik dalam soal profesi maupun prospek pekerjaan. Seseorang yang lulus dari program...

Kemendikbud Serahkan Anugerah Kebudayaan 2020 kepada 33 Penerima

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaku kesenian dan kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen Kebudayaan kembali menyerahkan Anugerah Kebudayaan Indonesia....

SMK Muhammadiyah 1 Tegal Adakan Tes TOIEC

MENARA62.COM-Tegal, SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal merupakan sekolah unggulan di Jawa Tengah. Untuk melayani para murid di bidang kemampuan bahasa Internasional. SMK Muhammadiyah 1...

JAKARTA, MENARA62.COM– Warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan dikagetkan dengan hujan es yang terjadi pada Selasa sore (28/03/2017). Fenomena langka tersebut terjadi bersamaan dengan turunnya hujan disertai petir sekitar pukul 16:40 WIB.

Es sebesar kelereng yang jatuh diatas atap warga menimbulkan suara berisik. Hujan es tersebut hanya berlangsung sekitar 5 menit. Namun membuat warga terkejut.

“Tumben kok hujan berisik banget. Waktu kami tengok ternyata ada butiran es jatuh bersamaan dengan air hujan,” papar Wawan, warga Pasar Minggu, Jaksel.

Padahal satu jam sebelumnya, suhu udara di kawasan Jakarta Selatan panas menyengat. Tetapi secara mendadak turun hujan.

Selain Pasar Minggu, hujan es juga terjadi di wilayah Cilandak, sebagian Pejaten. Di Jakarta Timur, warga Ciracas juga mengalami fenomena langka tersebut.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, hujan es adalah fenomena alamiah saat terjadi kondensasi di dalam awan Cumulonimbus melewati batas lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan level beku. Istilah hujan es disebut HAIL.

Hujan es di Jakarta jelas Topo berasal dari awan Cumulonimbus bersel tunggal berlapis-lapis dengan pertumbuhan vertikal sampai tinggi 30.000 kaki dan luasan horisontal awal sekitar 3-5 km.

“Kejadiannya bersifat lokal dan sangat singkat  kurang dari 5 menit,” jelasnya.

Diakui Jakarta pernah hujan es pada tahun-tahun sebelumnya,. Di daerah lain di Indonesia juga pernah terjadi seperti di Bandung, Yogyakarta, Malang dan Bekasi. Hujan es biasanya terjadi pada masa transisi atau peralihan musim.

Sejauh ini tidak dilaporkan adanya kerusakan akibat hujan es tersebut.

 

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Anis: Holding Pegadaian, PNM dan BRI Harus Direncanakan Matang

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan melakukan sinergi platform PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau...

Belajar Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ini Profesi dan Prospek Pekerjaan yang Tersedia

JAKARTA, MENARA62.COM – Kesehatan Masyarakat merupakan jenis ilmu kesehatan yang sangat fleksibel baik dalam soal profesi maupun prospek pekerjaan. Seseorang yang lulus dari program...

Kemendikbud Serahkan Anugerah Kebudayaan 2020 kepada 33 Penerima

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaku kesenian dan kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen Kebudayaan kembali menyerahkan Anugerah Kebudayaan Indonesia....

SMK Muhammadiyah 1 Tegal Adakan Tes TOIEC

MENARA62.COM-Tegal, SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal merupakan sekolah unggulan di Jawa Tengah. Untuk melayani para murid di bidang kemampuan bahasa Internasional. SMK Muhammadiyah 1...

AMM Lembata Salurkan Bantuan bagi Korban Letusan Gunung Ile Lewotok

LEMBATA, MENARA62.COM - Gunung Ile Lewolotok yang terletak di Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus pada hari Minggu, 29 November 2020...