25.5 C
Jakarta

Sekolah Kehidupan

Baca Juga:

Kehidupan ini ibarat sebuah sekolah, kita semua (umat manusia) ‎adalah muridnya. Allah SWT adalah Sang Mahagurunya. Fenomena alam serta ‎seluruh peristiwa yang terjadi di muka bumi ini adalah pelajarannya. ‎Kesuksesan dan kegagalan, anugerah dan musibah, nikmat dan bencana ‎adalah ujiannya. Tanda kelulusan atau ijazahnya adalah kearifan sikap, ‎kesantunan perilaku serta kemuliaan akhlak yang melekat dalam diri ‎seseorang, setelah melalui serangkaian pelajaran serta ujian kehidupan ‎tersebut.‎

Berbeda halnya dengan sekolah formal yang dibatasi oleh ruang dan ‎waktu pembelajaran. Sekolah kehidupan tidak dibatasi oleh sekat ruang dan ‎waktu. Proses pembelajaran berlangsung setiap saat, setiap waktu. Hari demi ‎hari, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun, proses pembelajaran terus ‎menerus berlangsung. Tidak ada istilah libur dalam sekolah kehidupan. ‎

Pelajaran yang diberikan Sang Mahaguru pun beragam, sesuai dengan ‎tingkat kualitas diri masing-masing pribadi. Setiap pelajaran yang diberikan ‎selalu mengandung pesan tersembunyi yang hendak disampaikan oleh Sang ‎Mahaguru. Sayangnya, tidak setiap murid (baca: manusia) memahami maksud ‎Sang Mahaguru. Ada murid yang memang berusaha keras dengan penuh ‎kesabaran untuk memahami pesan Sang Mahaguru, dan akhirnya berhasil ‎mendapatkan pesan tersembunyi (baca: hikmah) dari pelajaran yang ‎diterimanya. Ada juga murid yang tidak mau bersusah payah untuk mencoba ‎memahaminya. Walhasil, alih-alih mendapatkan maksud atau inti dari ‎pelajaran yang diterimanya, justru dia semakin kebingungan, bahkan putus ‎asa dengan pelajaran yang diberikan oleh Sang Mahaguru.‎

Life is never flat. Hidup ini tak pernah datar, demikian sebuah ‎ungkapan menyebutkan. Hidup penuh liku-liku.. ada suka ada duka.. semua ‎insan pasti pernah merasakannya… demikian kata Camelia Malik dalam salah ‎satu syair lagunya. Ya, hidup ini memang penuh liku, berkelok-kelok, ‎menanjak-menurun, kadang terjal, sesekali lempang, kali lain licin.‎

Warna-warni jalan kehidupan inilah yang justru menjadikan hidup ini ‎dinamis, penuh tantangan dan mengasyikkan. Gairah hidup akan terus ‎membara ketika setiap saat, setiap waktu, kita dihadapkan pada pengalaman-‎pengalaman baru. Semangat hidup akan terus menyala, ketika setiap detik ‎yang kita lalui dilingkupi oleh serangkaian peristiwa yang menjadikan kita ‎lebih dewasa. ‎

Hidup justru akan terasa membosankan jika tidak ada tantangan, ‎monoton, tidak ada hal-hal baru yang hadir dalam kehidupan kita. Gairah ‎hidup akan meredup ketika hari demi hari kita lewati dengan rutinitas tanpa ‎kreativitas. Semangat hidup akan memudar ketika waktu demi waktu kita lalui ‎dengan hambar, karena tidak ada hal-hal besar yang kita lakukan.‎

Sekolah kehidupan mengajarkan kepada kita tentang banyak hal. Dari ‎hal-hal yang remeh-temeh, hingga yang bikin kening berkerut. Tetapi, satu ‎yang pasti bahwa setiap pelajaran yang kita dapatkan dalam sekolah ‎kehidupan ini akan sangat berharga bagi perjalanan hidup kita selanjutnya di ‎masa yang akan datang.‎

Di dalam sekolah kehidupan, kita bisa belajar dari seluruh makhluk ‎ciptaan Allah yang ada di muka bumi ini. Kita bisa belajar dari sesama ‎manusia. Bahkan belajar dari diri kita sendiri. Belajar dari kesuksesan orang ‎lain, misalnya, atau belajar dari kegagalan yang pernah kita alami. Kita juga ‎bisa belajar dari tumbuh-tumbuhan, binatang, bahkan dari benda-benda mati ‎seperti batu, kayu, pasir, tanah dan yang lainnya.‎

Seluruh yang ada di jagat raya ini adalah pelajaran yang sangat ‎berharga bagi kita. Setiap peristiwa yang kita saksikan, alami dan rasakan ‎adalah pelajaran penting yang akan semakin memperkaya pengalaman hidup, ‎sekaligus meningkatkan kualitas diri kita.‎

Selalu ada hikmah yang tersembunyi di balik setiap peristiwa dan ‎kejadian yang ada di muka bumi ini. Selalu ada pesan yang hendak ‎disampaikan oleh Sang Mahaguru dalam setiap pengalaman hidup yang kita ‎jumpai. Baik itu pengalaman yang menyenangkan ataupun yang ‎menyedihkan. Baik yang membuat kita tersenyum atau menjadikan kita ‎menangis. Baik yang mengguratkan kenangan manis, ataupun yang ‎menyisakan kenangan pahit. Kesemua peristiwa dan kejadian yang kita alami ‎dan saksikan itu pasti mengandung pelajaran berharga, pesan penting serta ‎hikmah yang agung.‎

Ruang Inspirasi, Kamis, 3 November 2022.

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!