30.1 C
Jakarta

SMA Muhammadiyah 10 Surabaya Turut Meriahkan Muktamar 48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Semarak Muktamar Muhammadiyah di Solo Tahun ini memang dianggap cukup istimewa. Dikarenakan setelah masa vakum pandemi selama dua tahun lebih, kembali warga Muhammadiyah bisa bereksistensi.

Keistimewaan dan kegembiraan tersebut juga dirasakan oleh siswa-siswa SMA Muhammadiyah 10 Surabaya. Dalam pelaksanaan Muktamar kali ini, sekolah yang kerap disebut SMAMX ini berhasil mendapatkan kepercayaan dari Pengurus Pusat Muhammadiyah untuk unjuk diri kemampuan bakat mereka terutama di bidang musik.

Hari Ahad ini (20/11/2022) Grup Orchestra Disabilitas SMAMX menyelenggarakan mini konser dalam ajang Expo MITE Muktamar Muhammadiyah di Museum Pabrik Gula De Tjolomadoe Karanganyar Solo.

Anggota grup bersama-sama memainkan komposisi 20 lagu. Lagu yang dimainkan diantaranya yang sedang hits saat ini, tembang jawa berjudul “Ojo dibanding-bandingke”.

“Lagu yang kami mainkan lengkap dari semua genre yang sedang hits, seperti campursari, pop, dan juga religi,” ungkap Rajesh Surati, siswa kelas XI yang juga ketua Grup Orchestra.

Grup orchestra sendiri beranggotakan 36 orang siswa, dimana beberapa diantaranya adalah siswa disabilitas dan inklusi. Mereka semua mampu berkolaborasi dan menyajikan harmoni yang mengesankan.

Hilbram, salah satu siswa netra dalam grup menyampaikan bahwa dia sangat gembira dapat memiliki kesempatan tampil dalam acara tersebut.

“Ini adalah pengalaman pertama saya. Bermain dalam ajang besar Muhammadiyah dan disaksikan ratusan orang di Solo. Semoga lagu-lagu kami tadi bisa menghibur para pengunjung,” tambahnya.

Mini konser yang berlangsung selama dua jam ini sendiri berlangsung cukup meriah.

Para penonton yang sebagian besar bapak-bapak dan ibu-ibu sangat antusias melihat penyajian mereka.

Lagu-lagu yang dilantunkan melalui suara indah Hilbram dan Naura selaku vokalis mampu menghanyutkan para penonton tersebut.

Termasuk didalamnya ada sajian khusus khas Suroboyo, yakni kidungan. Pantun nada berisi guyonan dan cletukan, mampu mengocok perut hadiri sejenak.

“Kami berharap penampilan Grup Orchestra Disabilitas ini di Solo mampu memberikan motivasi pada banyak orang bahwa keterbatasan bukanlah sebuah problema. Harus tetap mampu berkarya,” imbuh Sudarusman, kepala sekolah disela-sela mini konser tersebut.

Sudarusman juga berkeinginan penampilan grup tersebut mampu menghibur pengunjung Expo MITE Muktamar Muhammadiyah, sekaligus menjadi pembeda suasana.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!