31.3 C
Jakarta

SMP Muhammadiyah 1 Surakarta Deklarasikan Sekolah Ramah Anak

Baca Juga:

Peneliti PKJS UI: Larangan Dana Bansos untuk Pembelian Rokok Perlu Dukungan Permensos

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah kembali melanjutkan program Bantuan Sosial (Bansos) di tahun 2021 ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terlebih di masa pandemi COVID-19. Ketiga...

Menkes Akui Dunia Rebutan Vaksin Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan saat ini kompetisi mendapatkan vaksin COVID-19 ditingkat global semakin keras. Beruntungnya, Indonesia memiliki sumber pasokan...

Kemenperin Apresiasi Perluasan Investasi Produsen Elektronik di Batam

JAKARTA, MENARA62.COM - Investasi merupakan salah satu faktor penggerak pertumbuhan sektor industri, khususnya dalam mendukung upaya pemerintah mendorong pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi...

Spirit Berbagi Di Bulan Suci

oleh :Afita Nur Hayati*)Datangnya Ramadan ditunggu oleh semua orang beriman di muka bumi ini. Betapa tidak, Sang Pencipta memberikan banyak keistimewaan didalamnya....

 

SOLO, MENARA62.COM–  SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta menggelar Deklarasi Sekolah Ramah Anak, Rabu (03/03). Acara ini juga live disaksikan siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 Surakarta melalui Zoom dan You Tube Simpon Official. Deklarasi ini diadakan sebagai bentuk pernyataan tentang kesiapan SMP Muhammadiyah 1 untuk menerapkan sekolah yang ramah pada anak. Acara ini diawali dengan pembukaan, pembacaan Ayat suci Al Qur’an oleh salah satu siswa dan sambutan dari Kepala sekolah  H. Sukidi S, Ag .M.Pd yang menyampaikan bahwa SMP Muhammadiyah 1 telah lama menjadi sekolah yang ramah anak. “Hal ini disebabkan, SMP Muhammadiyah 1 Surakarta memiliki karakter melayani anak dalam memberi ilmu. Sehingga anak menjadi senang belajar di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta,”jelas Sukidi.

Sambutan dari Komite Sekolah oleh  Bagus Sukatno juga menyampaikan harapan dari setiap orang tua menyekolahkan di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta yang telah lama berdiri tentu harus mampu menjaga suasana sekolahnya agar ramah anak, dan terjaga dari kekerasan. “Suasana sekolah akan tercipta kenyamanan dengan guru yang ramah dan menyenangkan.Tentunya dengan kapasitas guru yang rata-rata lulusan strata 2 atau 3 akan mendidik anak dengan baik dan berilmu tinggi,”ungkap Bagus Sukatno yang juga ketua PCM Kota Bengawan.
Pada sambutan perwakilan Dinas Pendidikan Kota Surakarta sekaligus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majelis Dikdasmen disampaikan oleh  Drs. H. Joko Riyanto, SH, MH, MM. Beliau menyampaikan setiap wali murid tentu akan memilih sekolah yang ramah anak. Karena sekolah tersebut akan membuat nyaman dan aman. Suasana tersebut muncul diantaranya dari:
1. Suasana sejuk dan bersih. Termasuk bebas asap rokok, bebas Napza, dan Minuman Keras.
2. Kantin yang sehat dapat menumbuhkan fisik yang sehat dan kecerdasan. Selain fisik yang tumbuh baik rohani juga perlu tumbuh baik. Caranya dengan menanamkan kejujuran pada karakter anak.
3. Lingkungan pembelajaran yang ramah anak. Antar siswa persaudaraannya kuat. Saling asah asih asuh. Proses belajar guru harus ramah. Gurupun menggambarkan kesantunan. Menjaga kekerasan baik fisik maupun verbal jangan sampai terjadi.
“Dengan input maka outputnya juga akan baik, dan berdampak pada kesejahteraan seluruh anggota sekolah,”ungkap Joko Riyanto.

Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Surakarta sekaligus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majelis Dikdasmen menandatangani surat Deklarasi Sekolah Ramah Anak dan disaksikan kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta

Pada acara inti pengucapan Deklarasi dan penandatanganan oleh perwakilan Dinas Pendidikan, PDM Majelis Dikdasmen Kota Surakarta, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, wakil dari wali murid dan Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah Cabang SMP Muhammadiyah 1 Surakarta. Isi dari Deklarasi Sekolah Ramah Anak adalah:
1.Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT
2.mewujudkan Sekolah yang aman bersih sehat hijau inklusif dan nyaman terhadap perkembangan peserta didik
3. Menghargai hak anak anak menjadi motivator fasilitator sekaligus sahabat bagi peserta didik
4.Menciptakan sekolah bebas dari vandalisme kekerasan fisik dan nonfisik
5.Menciptakan lingkungan sekolah bebas asap rokok minuman keras dan napza
6.membangun suasana sekolah sebagai komunitas pembelajar dan Tempat pendidikan setelah keluarga.
7. Menciptakan lingkungan sekolah bebas pornografi dan pornoaksi.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Peneliti PKJS UI: Larangan Dana Bansos untuk Pembelian Rokok Perlu Dukungan Permensos

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah kembali melanjutkan program Bantuan Sosial (Bansos) di tahun 2021 ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terlebih di masa pandemi COVID-19. Ketiga...

Menkes Akui Dunia Rebutan Vaksin Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan saat ini kompetisi mendapatkan vaksin COVID-19 ditingkat global semakin keras. Beruntungnya, Indonesia memiliki sumber pasokan...

Kemenperin Apresiasi Perluasan Investasi Produsen Elektronik di Batam

JAKARTA, MENARA62.COM - Investasi merupakan salah satu faktor penggerak pertumbuhan sektor industri, khususnya dalam mendukung upaya pemerintah mendorong pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi...

Spirit Berbagi Di Bulan Suci

oleh :Afita Nur Hayati*)Datangnya Ramadan ditunggu oleh semua orang beriman di muka bumi ini. Betapa tidak, Sang Pencipta memberikan banyak keistimewaan didalamnya....

Respon Resuffle Kabinet, Maluku Satu Hati dan JAMI Rekomendasikan Putra-Putri Terbaik Maluku

JAKARTA, MENARA62.COM — Jaringan  Aktivis Milenial Indonesia (JAMI) pro pemerintah yang terdiri dari beberapa anak muda Maluku yang miliki posisi strategis pada organisasi nasional...