25.6 C
Jakarta

Sukses Dunia-Akhirat

Must read

Peran Perpustakaan Harus Ditingkatkan Guna Menunjang Budaya Literasi Masyarakat

JAKARTA, MENARA62.COM - Di era yang serba digital perpustakaan memang bukan satu-satunya sumber  informasi untuk masyarakat. Perangkat gawai dan perangkat raksasa yang bernama Google...

Ini Cara Kedai Kopi Guyon Bertahan Di Tengah Pandemi Corona

JAKARTA, MENARA62.COM – Roda bisnis berubah drastis akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Perubahan ini juga terasa pada bisnis Kedai Kopi Guyon yang...

Rian ‘Kopirative’ Buktikan Membuka Usaha Tak Selalu Padat Modal

JAKARTA, MENARA62.COM - Memulai bisnis tidak selalu harus merogoh kocek yang besar alias padat modal. Dengan modal yang terbatas, asalkan dikelola dengan baik, maka...

Sanksi PSBB di DKI Kurang Tegas, Masyarakat Abai Protokol Kesehatan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan kembali di Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan nampaknya tidak terlalu efektif. Hal ini dapat dilihat...

‎“Rabbana atina fi al-dunya hasanah wa fi al-akhirati hasanah wa ‎qina ‘adzaba al-nar.” Ya Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami ‎kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, dan jauhkanlah kami dari ‎siksa (api) neraka.‎

Rangkaian doa yang selalu kita panjatkan itu, yang sering disebut ‎juga dengan doa sapu jagat itu adalah visi dan misi hidup kita. Ya, apa ‎lagi yang kita harapkan selain kebaikan dan kebahagiaan hidup di ‎dunia ini dan di akhirat nanti. Semua keinginan, harapan serta cita-cita ‎kita sudah terangkum dalam rangkaian doa yang sangat indah itu.‎

Untuk dapat meraih kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan ‎akhirat, tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Ada usaha, ‎kerja keras, perjuangan serta pengorbanan yang harus kita lakukan. ‎

Dalam pandangan penulis, setidaknya ada lima langkah yang ‎harus kita tempuh untuk dapat meraih tujuan hidup sukses-bahagia ‎dunia-akhirat, yaitu: memperkokoh pondasi iman, membekali diri ‎dengan ilmu, mewujudkan dengan amal, menghiasi amal dengan ikhlas ‎dan menyempurnakannya dengan istikamah. ‎

Langkah pertama, memperkokoh pondasi iman. Ibarat sebuah ‎bangunan. Iman adalah pondasi. Pijakan awal sebelum melangkah ‎pada tahap-tahap selanjutnya. Jika pondasi kokoh dan kuat, maka ‎bangunan akan berdiri tegak, tahan terhadap goncangan yang ‎mungkin akan menerpanya. ‎

Sebaliknya, jika iman lemah, maka perjalanan kehidupan ‎selanjutnya akan sulit. Pondasi yang rapuh akan membuat bangunan di ‎atasnya mudah roboh. Iman juga ibarat kompas yang akan ‎mengarahkan tujuan hidup kita. Dengan mengikuti jalan iman, maka ‎arah dan tujuan hidup kita menjadi jelas. Dengan iman, hidup akan ‎lebih terarah.‎

Langkah kedua, membekali diri dengan ilmu. Setelah iman ‎kokoh, langkah selanjutnya adalah menguatkan diri dengan ilmu ‎pengetahuan. Ilmu pengetahuan adalah cahaya yang akan menerangi ‎jalan hidup seseorang. Ilmu pengetahuan juga yang akan menjadikan ‎segala urusan kita menjadi lebih mudah. ‎

Langkah ketiga, mewujudkan dengan amal. Iman dan ilmu tanpa ‎amal tidak akan berdampak apa-apa bagi kehidupan ini. Iman tanpa ‎amal itu omong kosong. Dan ilmu tanpa amal laksana pohon tak ‎berbuah. ‎

Sejumlah ayat al-Qur’an menyandingkan antara iman dan amal. ‎Bukti keimanan seseorang tercermin dalam amalnya. Iman baru ‎dikatakan sempurna jika disertai amal saleh. Pun demikian halnya ‎dengan ilmu. Ilmu disebut bermanfaat jika disertai dengan amal. ‎

Langkah keempat, menghiasi amal dengan ikhlas. Ikhlas adalah ‎kunci utama diterimanya amal seseorang. Betapa pun baik dan ‎banyaknya amal yang kita lakukan, akan menjadi sia-sia belaka jika ‎tidak disertai dengan ikhlas. ‎

Ikhlas, secara umum dimaknai dengan ketulusan jiwa dan ‎kepasrahan batin kepada Allah Swt. Ikhlas menjadikan seseorang ‎bersikap lepas dalam menjalani hidup ini. ‎

Langkah kelima, menyempurnakan dengan istikamah. Setelah kita ‎landasi diri dengan iman yang kokoh, ilmu yang kuat, amal yang hebat ‎disertai sikap ikhlas, maka yang terakhir harus kita jaga adalah sikap ‎istikamah, yaitu terus-menerus secara konsisten berada di jalan yang ‎lurus, jalan yang diridlai Allah. Kita jadikan amaliyah kita bersifat ‎langgeng (mudawamah), tidak berhenti di tengah jalan. Dengan sikap ‎istikamah dalam kebaikan (amal saleh) ini, maka hidup kita akan ‎menjadi bermakna.‎

Kelima langkah ini, jika dapat kita jalani dengan baik, insya Allah ‎hidup yang kita jalani akan terarah, mudah, berkah, lepas dan Lebih ‎bermakna. Singkatnya, kita akan meraih hidup sukses dan bahagia di ‎dunia dan akhirat.‎

Ruang Inspirasi, Selasa (24/3/2020)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Peran Perpustakaan Harus Ditingkatkan Guna Menunjang Budaya Literasi Masyarakat

JAKARTA, MENARA62.COM - Di era yang serba digital perpustakaan memang bukan satu-satunya sumber  informasi untuk masyarakat. Perangkat gawai dan perangkat raksasa yang bernama Google...

Ini Cara Kedai Kopi Guyon Bertahan Di Tengah Pandemi Corona

JAKARTA, MENARA62.COM – Roda bisnis berubah drastis akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Perubahan ini juga terasa pada bisnis Kedai Kopi Guyon yang...

Rian ‘Kopirative’ Buktikan Membuka Usaha Tak Selalu Padat Modal

JAKARTA, MENARA62.COM - Memulai bisnis tidak selalu harus merogoh kocek yang besar alias padat modal. Dengan modal yang terbatas, asalkan dikelola dengan baik, maka...

Sanksi PSBB di DKI Kurang Tegas, Masyarakat Abai Protokol Kesehatan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan kembali di Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan nampaknya tidak terlalu efektif. Hal ini dapat dilihat...

New Normal, Can Cuts Barbershop Terapkan Standar Protokol Kesehatan

BEKASI, MENARA62.COM – Sejak wabah Covid-19 melanda tanah air, beberapa sektor perekonomian mengalami dampaknya, termasuk usaha Can Cuts Barbershop. Usaha jasa potong rambut di...