32.3 C
Jakarta

Tabligh Akbar Keluarga Besar Pendidikan Muhammadiyah Denpasar

Baca Juga:

DENPASAR, MENARA62.COM. Keluarga Besar Pendidikan Muhammadiyah Denpasar menggelar kembali kegiatan Tabligh Akbar yang berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat ukhuwah. Kegiatan ini dilaksanakan di GDM Muhammadiyah Bali Mushala Faqih Hasan SD Muhammadiyah 1 Denpasar yang dihadiri oleh seluruh guru dan pegawai Sekolah Muhammadiyah se-Kota Denpasar sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai dakwah di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.

Mengusung tema “Merawat Jalan Dakwah Pak KH. AR. Fachruddin”, kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga semangat perjuangan dan dakwah
dalam dunia pendidikan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak sejak awal acara hingga akhir kegiatan.

Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Denpasar, Tatang Wisnu Wardhana, S.Pt., menyampaikan pentingnya menjaga komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah. Ia juga mengajak seluruh guru dan pegawai untuk terus menanamkan nilai keislaman, keteladanan para tokoh Muhammadiyah yang sangat banyak memberikan inspirasi kepada kita selaku kader-kader Muhammadiyah, serta semangat berkemajuan dalam setiap aktivitas pendidikan. Ia juga menambahkan agar ber-Muhammadiyah kita bisa menjadi jalan ibadah yang bertabur pahala. Mengakhiri sambutannya Tatang mengajak seluruh guru dan pegawai agar dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan amanah dan fungsinya.

Tabligh Akbar ini menghadirkan penceramah Dr. KH. Nurbani Yusuf, M.Si., Ketua PDM Kota Batu, Jawa Timur. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat dakwah dengan penuh keikhlasan, memperkuat persaudaraan, serta menjadikan pendidikan sebagai jalan membangun peradaban umat yang berkemajuan, yang diambil dari sepak terjang dan tauladan KH. AR. Fachruddin.

” KH. AR. Fachruddin dikenal sebagai sosok pemimpin Muhammadiyah yang sederhana, teduh, namun sangat kuat dalam keteladanan. Inti semangat dan karakter kepemimpinannya dapat dirangkum dalam sebuah kalimat, Memimpin bukan untuk dihormati, tetapi untuk melayani dan memberi teladan.” Ucapnya mengawali kajian.

” Beberapa karakter kuat beliau yang sangat menginspirasi, Sederhana dalam hidup,meski menjadi pimpinan besar, beliau tetap hidup apa adanya.
Lembut tetapi tegas, menyampaikan dakwah dengan santun dan beradab tanpa kehilangan prinsip.
Mengutamakan persatuan, lebih suka merangkul daripada memperuncing perbedaan.
Ikhlas berjuang, bekerja untuk umat, bukan mencari popularitas.
Disiplin dan istiqamah, konsisten dalam dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat.” Imbuhnya

Salah satu semangat beliau yang sering dikenang adalah,
“Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah. Kalimat itu mengajarkan kita, bahwa organisasi harus dibesarkan dengan pengabdian, bukan dijadikan alat kepentingan pribadi.” Pungkasnya mengakhiri Tabligh Akbar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh insan pendidikan Muhammadiyah Denpasar semakin solid dalam menjalankan amanah pendidikan dan dakwah, serta mampu menghadirkan pendidikan yang mencerahkan bagi masyarakat luas.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!