26.1 C
Jakarta

Taman Narmada, Saksi Bisu Toleransi

Baca Juga:

Pertahankan Rating dari Fitch, Hutama Karya Pertegas Posisi Perusahaan dengan Kinerja Stabil Ditengah Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Meski berada di tengah situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kinerja perusahaan sebagaimana industri lain pada umumnnya, namun PT Hutama Karya (Persero) ...

Menhub: Sinergi Regulator, Operator, dan Pengguna Jasa Tentukan Keselamatan Angkutan Jalan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sinergi yang baik antara pemerintah, operator, dan pengguna jasa sangat menentukan keselamatan angkutan jalan. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya...

Kemendikbud Serahkan Soal Kompetensi Dasar Calon ASN 2021 kepada Panselnas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai komponen dari penyelenggaraan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi tahun 2021,...

Hilmar Pastikan Draf Buku Kamus Sejarah Jilid I Belum Final

JAKARTA, MENARA62.COM - Isu terkait draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I yang disusun sebelum kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim...

LOMBOK, MENARA62.COM — Selama ini kita hanya mengenal Lombok sebagai kota Seribu Masjid. Ternyata, ada hal yang tidak diketahui bahwa Lombok dahulu penduduknya beragama Hindu dan animisme. Hal ini dibuktikan dengan masih terawatnya Taman Narmada. Taman Narmada terletak di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Lombok Barat atau sekitar 10 kilometer sebelah timur Mataram

Taman Narmada menjadi saksi bisu bagaimana kaum muslimin bertoleransi dan menjaga tempat bersejarah yang dibangun pada tahun 1727 oleh Anak Agung Gde Ngurah, Krajaan Karangasem, Bali pada saat di Lombok.

Dulu, taman dengan luas dua hektar ini sebagai tempat peristirahatan raja dan pemujaan. Hal ini dibuktkan dengan adanya pura. Uniknya, di Taman Narmada ada kolam yang dijadikan tempat pemandian raja. Selain kolam, di dalam Taman Narmada juga terdapat Bale Loji dan Bale Terang, tempat inilah para raja menginap ketika di Taman Narwada.

Selain Bale Loji dan Bale Terang juga ada Bale Pawedayan sebagai perpustakaan, tempat membaca para raja di waktu senggang.

Bagi para wisatawan muslim yang berkunjung ke sini, tempat ini sangat bagus sebagai tempat mempelajari sejarah, cara toleransi dan memelihara bangunan sejarah. Hal ini dikarenakan masih bagusnya pemeliharaan Taman Narmada.

Untuk mengunjungi Taman Narmada bisa menyewa taksi, ojek online. Hal ini dikarenakan Kota Lombok jarang ada angkutan umum. Sehingga keberadaan ojek online menjadi rezeki tersendiri bagi masyarakat Lombok. (Agus Y)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Pertahankan Rating dari Fitch, Hutama Karya Pertegas Posisi Perusahaan dengan Kinerja Stabil Ditengah Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Meski berada di tengah situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kinerja perusahaan sebagaimana industri lain pada umumnnya, namun PT Hutama Karya (Persero) ...

Menhub: Sinergi Regulator, Operator, dan Pengguna Jasa Tentukan Keselamatan Angkutan Jalan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sinergi yang baik antara pemerintah, operator, dan pengguna jasa sangat menentukan keselamatan angkutan jalan. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya...

Kemendikbud Serahkan Soal Kompetensi Dasar Calon ASN 2021 kepada Panselnas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai komponen dari penyelenggaraan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi tahun 2021,...

Hilmar Pastikan Draf Buku Kamus Sejarah Jilid I Belum Final

JAKARTA, MENARA62.COM - Isu terkait draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I yang disusun sebelum kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim...

Kurangi Emisi, Penggunaan Sumber Energi Terbarukan Mendesak

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, yang juga Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) menerangkan urgensi dan rencana...