26.1 C
Jakarta

TIM GERAKAN MUHAMMADIYAH PEDULI SAMPAH (GMPS) AUDIENSI KE REKTOR UMS SURAKARTA

Baca Juga:

Pertahankan Rating dari Fitch, Hutama Karya Pertegas Posisi Perusahaan dengan Kinerja Stabil Ditengah Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Meski berada di tengah situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kinerja perusahaan sebagaimana industri lain pada umumnnya, namun PT Hutama Karya (Persero) ...

Menhub: Sinergi Regulator, Operator, dan Pengguna Jasa Tentukan Keselamatan Angkutan Jalan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sinergi yang baik antara pemerintah, operator, dan pengguna jasa sangat menentukan keselamatan angkutan jalan. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya...

Kemendikbud Serahkan Soal Kompetensi Dasar Calon ASN 2021 kepada Panselnas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai komponen dari penyelenggaraan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi tahun 2021,...

Hilmar Pastikan Draf Buku Kamus Sejarah Jilid I Belum Final

JAKARTA, MENARA62.COM - Isu terkait draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I yang disusun sebelum kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim...

 

SOLO, MENARA62.COM-Tim GMPS dalam kegiatan selanjutnya adalah melakukan audiensi dengan rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta selaku ketua panitia pelaksanaan muktamar mendatang.

Ditemui langsung oleh rektor UMS. Sofyan Anif di gedung pertemuan, auditorium Gedung Walidah lantai 6, Sabtu (27/2/2021).

Hadir dalam audiensi tersebut, Ketua PWA Jawa Tengah Ummul Baroroh, Anggota Majelis Lingkungan Hidup PWM Jateng Alpha Febela Priyatmono, Dewan Sugli Daerah Hizbul Wathan, Kader Hijau Solo Raya, Ketua LLHPB PWA Jateng Lilik Prihantini, Ketua Divisi Lingkungan Hidup LLHPB “aisyiyah Deny Ana I’tikafia beserta beberapa perwakilan.

Sebagian tim GMPS menghadiri secara virtual untuk mematuhi protokol kesehatan.

Dalam sambutannya, Rektor UMS selaku ketua panitia muktamar memberikan arahannya.
“Saya waktu S1 mengajar pengelolaan sampah juga, sehingga masih melekat ghirah  keilmuan sampah,”mengawali pembicaraan.

Pengadaan kit yang berbasis sampah itu pasti akan lebih disukai oleh Muktamirin atau penggembira.”Saya betul-betul respon sekali, supaya nanti bisa ditindaklanjuti dengan maksimal, sehingga acara Muktamar tidak hanya sukses sidang, juga sukses penampilan, gaya Muktamarnya, dengan kitnya yang berbeda dengan periode yang lalu,”  terang Rektor UMS.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi GMPS di arena muktamar yang akan datang oleh ibu Ketua PWA Jateng, Ummul Baroroh.

Mengawal pemaparannya, Ketua PWA jateng menyatakan bahwa dia sudah woro-woro ke Pak Tafsir. “Ayo pak kita woro-woro ke PWM se-Indonesia . Kalau sudah satu persepsi nanti akan mudah kita lakukan, “harapnya.

Mengubah kebiasaan tidak mudah perlu Istiqomah jihad.”Semoga sukses Muktamar tidak hanya sukses Muktamar, sukses persidangan, tapi semua penyelenggaraan Muktamar berbasis Peduli Sampah. Green Muktamar juga boleh. Cari tema-tema justifikasi perbedaan Muktamar di Solo dengan Muktamar di tempat-tempat lain. Ini bisa kita ajukan di hasil persidangan sehingga nanti ada keputusan dari tanwir ‘Aisyiyah, untuk pengelolaan sampah ‘Aisyiyah lebih disiplin, lebih telaten, dan lebih kebal dari serangan kritik, biasanya ibu ‘Aisyiyah lebih kebal,”jelasnya.

Sehingga nanti bisa menjadi gerakan Muhammadiyah Peduli Sampah mulai dari Pimpinan Pusat sampai Ranting Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah

Tentunya ini tidak hanya sebagai gerakan saja, tapi mempunyai branding yang jauh lebih penting: Sampah yang semula tidak berguna bisa menjadi produk yang bermnafaat dan bernilai ekonomi

Menanggapi pemaparan dari ketua PWA jateng, Rektor UMS selaku Ketua Panitia Muktamar menyatakan bahwa “Gerakan ini bisa dikerjasamakan dengan beberapa majelis misalnya Majelis Lingkungan Hidup dan Majelis Ekonomi, kaitannya dengan produk bernilai ekonomi, juga bisa dikerjasamakan dengan Lembaga Budaya, ini ada jagonya desain pak Alfa, sehingga menjadi menarik,” paparnya

“Tidak hanya konsumen tertarik dengan hasil sampah tapi juga tampilan desainnya menarik, Contoh: rompi dari sampah, didesain seperti batik, tidak hanya menarik tapi juga bernilai ekonomi tinggi, “harap rektor mengakhiri percakapan.

Tim GMPS Jawa Tengah menyerahkan kenang-kenangan berupa tas dari sampah

(Deny Ana I’tikafia)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Pertahankan Rating dari Fitch, Hutama Karya Pertegas Posisi Perusahaan dengan Kinerja Stabil Ditengah Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Meski berada di tengah situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kinerja perusahaan sebagaimana industri lain pada umumnnya, namun PT Hutama Karya (Persero) ...

Menhub: Sinergi Regulator, Operator, dan Pengguna Jasa Tentukan Keselamatan Angkutan Jalan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sinergi yang baik antara pemerintah, operator, dan pengguna jasa sangat menentukan keselamatan angkutan jalan. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya...

Kemendikbud Serahkan Soal Kompetensi Dasar Calon ASN 2021 kepada Panselnas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai komponen dari penyelenggaraan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi tahun 2021,...

Hilmar Pastikan Draf Buku Kamus Sejarah Jilid I Belum Final

JAKARTA, MENARA62.COM - Isu terkait draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I yang disusun sebelum kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim...

Kurangi Emisi, Penggunaan Sumber Energi Terbarukan Mendesak

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, yang juga Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) menerangkan urgensi dan rencana...