25.3 C
Jakarta

UAD Bantu MDMC Mobil Operasional

Must read

Respon Kebencanaan, LPB Muhammadiyah Kab. Bekasi Bentuk Pos Koordinasi 

BEKASI, MENARA62.COM -- Jebolnya tanggul Citarum di Kabupaten Bekasi, tepatnya di Kp. Babakan RT 005/03 Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, beberapa...

Ciptakan Kampus Sehat: Rektor, Dosen, dan Pegawai UMP Divaksin

PURWOKERTO, MENARA62.COM -- Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah Dr. Jebul Suroso, beserta Wakil Rektor, Dosen, dan Pegawai UMP telah mendapat suntikan...

Aloft Hotel, Hotel Unik di Jakarta dan Bali yang Menyajikan berbagai Pengalaman berbeda untuk Wisatawan Generasi Baru

JAKARTA, MENARA62.COM -- Terkenal akan suasana ruang sosial yang vibrant dan pelopor program live music, Aloft Hotel merupakan destinasi yang tepat bagi wisatawan untuk menikmati desain...

Ketum PGRI Terharu Guru Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM – Ketua Umum PGRI Prof Unifah Rosyidi mengaku terharu ketika guru menjadi prioritas yang mendapatkan vaksin Covid-19. Hal itu disampaikan Unifah saat...

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta melakukan kerjasama penanggulangan bencana dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan naskah kerjasama dan penyediaan satu unit mobil operasional bagi MDMC di Hall Kampus Utama UAD Yogyakarta, Jumat (19/2/2021).

Naskah kerjasama ditandatangani Rektor UAD, Dr Muchlas MT dan Ketua MDMC, Budi Setiawan. Sedang mobil operasional diharapkan dapat memperlancar kerja MDMC dalam memberikan pertolongan bagi korban bencana.

“Mobil operasional ini dapat digunakan oleh MDMC PP Muhammadiyah di dalam melaksanakan tugas-tugas penanggulangan bencana. Kerjasama meliputi pendayagunaan mobil operasional ini. Perawatan mobil tetap dilakukan UAD, MDMC yang menggunakan mobil tersebut,” kata Muchlas.

Penyediaan kendaraan, lanjut Muchlas, sangat penting sekali. Sebab konsentrasi UAD pada tiga core values dengan nama Best (berkemajuan, sinergi, dan ta’awun). Core value ta’awun (migunani tumrap ing liyan) ini yang menjadi jiwa UAD yaitu membantu pada sesama. “Membantunya tidak hanya pada saat bencana, tetapi apa saja,” katanya.

Kesungguhan UAD dalam mengimplementasikan nilai-nilai ta’awun, pertama, mendirikan Pusat Studi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana. Kedua, menyediakan bantuan sumber daya manusia (SDM) dalam setiap penanggulangan bencana. Bantuan diberikan sebelum bencana berupa pendidikan terkait dengan bencana seperti gunung berapi, banjir, tanah longsor, dan lain-lain.

Kemudian bantuan saat bencana berupa tenaga untuk melakukan mitigasi. Bantuan pasca bencana berupa tenaga untuk melakukan recovery. Sedang hal yang belum ada adalah armada untuk mobilitas tenaga tersebut. “Karena itu, keberadaan armada ini bisa menggerakan resources baik di lingkungan MDMC maupun UAD dalam ikut menanggulangi bencana di mana saja,” jelasnya.

Sisi eksternalnya, UAD ingin memberikan bantuan bagi Muhammadiyah dalam mengemban misi kemanusiaan. Muhammadiyah memiliki karakter dasar yang berdarkan teologi Al Ma’un sehingga harus bisa migunani tumrap ing liyan.

Sementara Budi Setiawan mengatakan untuk menanggulangi bencana tidak hanya pada lingkup respon saja, tetapi meliputi mitigasi, rehabilitasi dan pemulihan. Ini suatu hal yang dilakukan UAD selama ini.

Kerjasama ini juga dilakukan penyerahan mobil operasional. Saat ini, MDMC memiliki tiga mobil operasional. Tetapi ketiganya sedang di lapangan untuk penanggulangan bencana. “Dua ada di Mamuju, Sulawesi Barat dan satu mobil operasional yang dulu untuk menangani korban Gunung Merapi ditarik dan dipindahkan ke Jombang, Jawa Timur,” kata Budi Setiawan.

Menurut Budi Setiawan, bantuan mobil operasional dari UAD ini sangat berarti. Mobil operasional ini dipersiapkan untuk menanggulangi bencana Gunung Merapi yang sedang meningkat aktivitasnya dan diprediksikan letusannya mengarah ke Barat Daya.

“Kita sedang mengusulkan agar tidak semua kejadian (gunung meletus, gempa bumi, tanah longsor) disebut bencana walaupun menimbulkan kerugian. Kuncinya, adalah masyarakat bisa segera bangkit dan beraktivitas seperti sedia kala,” kata Budi Setiawan.

- Advertisement -

More articles

- Advertisement -

Latest article

Respon Kebencanaan, LPB Muhammadiyah Kab. Bekasi Bentuk Pos Koordinasi 

BEKASI, MENARA62.COM -- Jebolnya tanggul Citarum di Kabupaten Bekasi, tepatnya di Kp. Babakan RT 005/03 Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, beberapa...

Ciptakan Kampus Sehat: Rektor, Dosen, dan Pegawai UMP Divaksin

PURWOKERTO, MENARA62.COM -- Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah Dr. Jebul Suroso, beserta Wakil Rektor, Dosen, dan Pegawai UMP telah mendapat suntikan...

Aloft Hotel, Hotel Unik di Jakarta dan Bali yang Menyajikan berbagai Pengalaman berbeda untuk Wisatawan Generasi Baru

JAKARTA, MENARA62.COM -- Terkenal akan suasana ruang sosial yang vibrant dan pelopor program live music, Aloft Hotel merupakan destinasi yang tepat bagi wisatawan untuk menikmati desain...

Ketum PGRI Terharu Guru Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM – Ketua Umum PGRI Prof Unifah Rosyidi mengaku terharu ketika guru menjadi prioritas yang mendapatkan vaksin Covid-19. Hal itu disampaikan Unifah saat...

Industri Pertahanan Indonesia Promosikan Produknya di Abu Dhabi

ABU DHABI, MENARA62.COM -- BUMN Industri Pertahanan yang terdiri dari PT Len Industri (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dirgantara...