26.3 C
Jakarta

Uang dan SDM Sering Jadi Kendala Pengelolaan Sampah Untuk Energi

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — Uang dan SDM Sering Jadi Kendala Pengelolaan Sampah Untuk Energi. Nilai investasi yang diperlukan untuk membangun instalasi pengelolaan sampah sebagi sumber energi listrik sangat besar.

“Tingkat kabupaten/kota mungkin tidak sanggup, bahkan provinsi tidak banyak yang punya anggaran yang memadai. Mungkin Jakarta punya kemampuan dari sisi anggaran ini,” ujar Ujang Solihin Sidik, Kasubdit Barang dan Kemasan, Direktorat Pengelolaan Sampah, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di JakartaAhad (14/2/2021), dalam kegiatan Ngaji Lingkungan yang digelar Aisyiyah.

Ia mengajak, agar lebih dipopulerkan lagi upaya penggunaan ulang sampah. Bahkan, untuk sampah kertas, ia juga mengingatkan agar jangan dibakar, tetapi diolah ulang atau dihancurkan jadi kompas.

“Sayang sekali kalau kertas itu dibakar. Apalagi, saat ini ada 3 juta ton per tahun, bahan baku pembuatan kertas yang diimpor dari luar negeri. Ini pengeluaran besar. Kalau bisa dikembalikan ke alam, akan sangat bermanfaat,” ujarnya.

Ia juga mengakui, pengelolaan sampah bekas plastik masih menjadi problem besar. Salah satunya produsen sampah plastik itu adalah bekas bungkus mi instan dan kantong plastik. “Kedua jenis sampah ini jumlahnya sangat besar. Dan kalau tidak dikelola dengan baik, ini akan sangat merugikan lingkungan,” ujar Ujang yang mengungkapkan bahwa saat ini sudah banyak pemerintah kabupaten/kota yang membuat aturan pembatasn penggunaan kantong plastik ini.

 

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!