SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat kolaborasi di bidang kehumasan dengan menerima kunjungan Biro Humas dan Protokol Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang Rektor UMS, Rabu (5/8/2026), menjadi ajang bertukar praktik baik dalam pengelolaan reputasi, komunikasi publik, hingga manajemen krisis perguruan tinggi.
Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis kedua perguruan tinggi Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitas tata kelola kehumasan di tengah tantangan komunikasi publik yang semakin dinamis.
Rombongan UAD disambut langsung oleh Direktur Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI) UMS, Nurgiyatna, Ph.D. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai momentum mempererat kerja sama antarlembaga.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan dari UAD. Semoga melalui pertemuan ini kita dapat saling bertukar praktik baik sehingga bisa saling melengkapi dan berkembang bersama,” ujar Nurgiyatna.
Sementara itu, perwakilan Biro Humas dan Protokol UAD, Ariadi Nugraha, S.Pd., M.Pd., mengatakan kunjungan ini merupakan agenda kelembagaan pertama tim humas UAD ke UMS.
Menurutnya, UMS dipilih sebagai tujuan studi banding karena dinilai memiliki pengalaman dan praktik baik dalam membangun reputasi institusi melalui pengelolaan komunikasi yang efektif.
“Tujuan kami berkunjung ke UMS adalah untuk belajar praktik baik yang telah dilakukan, terutama terkait manajemen krisis yang selama ini dijalankan,” kata Ariadi.
Ia menjelaskan, hasil studi banding tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi komunikasi dan kehumasan di lingkungan UAD, khususnya dalam menghadapi tantangan komunikasi digital dan pengelolaan isu publik.
Dalam sesi diskusi, kedua institusi berbagi pengalaman mengenai berbagai aspek kehumasan, mulai dari strategi membangun citra positif perguruan tinggi, penguatan branding institusi, pengelolaan media dan pemberitaan, hingga langkah-langkah menghadapi isu strategis serta komunikasi saat terjadi krisis.
Selain itu, kedua belah pihak juga mendiskusikan pentingnya sinergi antara humas, pimpinan universitas, dan unit kerja lain agar penyampaian informasi kepada publik berlangsung cepat, akurat, dan kredibel.
Pertemuan berlangsung interaktif dengan saling bertukar pengalaman mengenai inovasi pengelolaan komunikasi publik di era digital. Berbagai praktik yang telah diterapkan masing-masing institusi menjadi bahan diskusi untuk meningkatkan efektivitas layanan kehumasan.
Melalui kegiatan ini, UMS dan UAD berharap terjalin kolaborasi yang semakin erat dalam pengembangan kehumasan perguruan tinggi. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dalam pengelolaan reputasi institusi, memperkuat komunikasi publik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi Muhammadiyah. (*)


