32.8 C
Jakarta

UMS Raih Peringkat Nasional di Tiga Program Belmawa

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menorehkan prestasi membanggakan pada program pendanaan Belmawa 2026. Dalam capaian nasional tersebut, UMS berhasil menempati peringkat pertama nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dengan enam tim lolos pendanaan, masuk 18 besar nasional Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan 12 proposal didanai, serta meraih posisi tiga besar nasional Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dengan lima tim memperoleh pendanaan.

 

Kasubdit Soft Skill dan Layanan Kemahasiswaan Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta-Inovasi (DKPTI) UMS, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan jauh sebelum pembukaan program oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

 

Menurutnya, khusus pada program P2MW, UMS telah menyiapkan mahasiswa melalui rangkaian workshop dan Program Inovasi Kewirausahaan (PIK) sebagai program internal kampus. Melalui program tersebut, mahasiswa mendapatkan pembinaan sekaligus pendanaan awal untuk mengembangkan usahanya sebelum berkompetisi di tingkat nasional.

 

“Kalau faktor utamanya, kami di DKPTI sudah mempersiapkan sejak awal, bahkan jauh sebelum Belmawa mengumumkan pembukaan proposal P2MW. Jadi kami sudah mencuri start duluan melalui workshop dan Program Inovasi Kewirausahaan,” ujar Siti saat ditemui pada Rabu, (3/6).

 

Ia menjelaskan bahwa tim-tim yang lolos PIK kemudian diseleksi dan disesuaikan dengan kategori yang dipersyaratkan dalam P2MW. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pendampingan intensif dalam penyusunan proposal melalui sejumlah pertemuan dan pembinaan bersama narasumber yang kompeten. Hasilnya, UMS mampu mempertahankan konsistensi capaian P2MW dengan enam tim yang lolos pendanaan, sama seperti tahun sebelumnya.

 

“Alhamdulillah, bisa dapat enam tim yang didanai dan menjadi top one nasional bersama dengan perguruan tinggi besar lainnya,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Siti menyebut strategi pembinaan yang diterapkan UMS tidak hanya berlaku pada P2MW, tetapi juga pada PKM dan PPK Ormawa. Setiap program memiliki tim pembina khusus yang bertugas melakukan seleksi, pendampingan, hingga evaluasi proposal secara berkelanjutan sesuai bidang kompetisinya masing-masing.

 

Peran dosen pendamping juga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan mahasiswa memperoleh pendanaan nasional. Dosen berfungsi mengarahkan dan mendampingi mahasiswa sejak tahap penyusunan proposal hingga pelaksanaan program.

 

Dari tiga program utama Belmawa, Siti menilai seluruh capaian tersebut memiliki nilai strategis yang sama pentingnya. Namun, PKM menjadi program yang paling kompetitif karena telah berlangsung selama hampir empat dekade dan melibatkan persaingan ketat antara perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.

 

“PKM UMS saat ini berada di posisi top 18 nasional. Untuk tingkat Perguruan Tinggi Muhammadiyah, kita nomor dua. Posisi ini sudah luar biasa karena bersaing dengan seluruh kampus di Indonesia,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa dampak program-program Belmawa tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa, tetapi juga masyarakat. PPK Ormawa berkontribusi dalam pengembangan desa binaan, P2MW mendorong keberlanjutan usaha mahasiswa hingga menghasilkan omzet. Sementara PKM melahirkan inovasi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, termasuk media pembelajaran bagi anak disabilitas yang digunakan di sekolah inklusi.

 

Ke depan, UMS berkomitmen mempertahankan pola pembinaan intensif yang selama ini berjalan sembari melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan. Siti menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen kampus.

 

“Maknanya adalah UMS ini kelasnya sudah bukan kaleng-kaleng lagi di tingkat nasional. Prestasi ini didukung oleh support system universitas yang besar, mahasiswa yang berkapasitas, serta pengelola yang terus bekerja keras. Tugas kita ke depan adalah menjaga konsistensi usaha bersama ini agar terus meningkat,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!