29.1 C
Jakarta

UNIMMA Lepas 186 Mahasiswa KKN, Fokus Dampak Berkelanjutan

Baca Juga:

MAGELANG, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melepas 186 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian pada Masyarakat Terpadu (PPMT) Tahun Akademik 2025/2026. Berbeda dari sekadar menjalankan program kerja, UNIMMA menekankan pentingnya menghadirkan dampak berkelanjutan yang tetap dirasakan masyarakat setelah masa KKN berakhir.

 

Pelepasan mahasiswa berlangsung di Kampus 2 UNIMMA, Senin (20/7/2026). Selama satu bulan, mulai 20 Juli hingga 20 Agustus 2026, para peserta akan menjalankan pengabdian di Kecamatan Tegalrejo dengan tinggal bersama masyarakat untuk memahami kebutuhan sekaligus mengimplementasikan program yang telah disusun.

 

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMMA, Ns. Adi Subrata, Ph.D., mengingatkan mahasiswa agar menjadikan etika sebagai fondasi utama selama menjalankan KKN.

 

“Tentunya kami dari UNIMMA berpesan kepada teman-teman semua untuk selalu menjaga etika. Itu yang terpenting. Jadi sebelum program dilaksanakan, teman-teman berkomitmen untuk menjaga etika, baik sesama teman satu kelompok maupun di masyarakat,” ujarnya.

 

Menurut Adi, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari manfaat yang tetap dirasakan masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus.

 

“Hal penting lainnya dalam KKN ini adalah impact atau dampak program yang teman-teman sudah susun. Jangan sampai KKN selesai, dampaknya ikut selesai. Harapannya, meskipun program hanya berlangsung satu bulan, manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat,” katanya.

 

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Digitalisasi UNIMMA, Prof. Yun Arifatul Fatimah, M.T., Ph.D., menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh peserta KKN.

 

Pesan pertama, mahasiswa diminta hadir dengan mendengarkan kebutuhan masyarakat sebelum menawarkan solusi.

 

“Listen them, do not judge them. Dengarkan masyarakat, jangan menghakimi. Pahami kondisi mereka, jangan menggurui. Setelah itu, lihat permasalahan yang ada dan berikan solusi yang inovatif melalui teknologi maupun pendekatan yang humanis,” tuturnya.

 

Selain itu, Prof. Yun menekankan pentingnya membangun sinergi dan kolaborasi antarmahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu.

 

Menurutnya, keberagaman latar belakang keilmuan harus menjadi kekuatan untuk menghasilkan solusi yang lebih komprehensif, bukan justru memunculkan ego sektoral.

 

“Ketika kalian masuk ke masyarakat, yang harus dipegang adalah sinergi dan kolaborasi. Jangan mengedepankan ego masing-masing,” pesannya.

 

Sebagai penutup, Prof. Yun mengingatkan seluruh mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater dengan menjunjung tinggi integritas, tanggung jawab, serta nilai-nilai Islami selama menjalankan pengabdian.

 

“UNIMMA adalah universitas yang unggul dan Islami. Karena itu, jagalah nama baik almamater dengan integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati. Tunjukkan bahwa mahasiswa UNIMMA adalah pribadi yang cerdas, berkarakter, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya.

 

Melalui KKN PPMT 2025/2026, UNIMMA terus mendorong mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial, kemampuan berkolaborasi, serta menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

 

Program ini menjadi bagian dari komitmen UNIMMA dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!