34.4 C
Jakarta

Wakil Ketua Komisi I DPR Bahas UU PDP di Konferensi UMJT

Baca Juga:

MADIUN, MENARA62.COM — Wakil Ketua Komisi I DPR RI H. Anton Sukartono Suratto, M.Si., akan ambil bagian dalam 1st International Conference on SDGs, Innovation, Global, and Local Challenge (ICSIGC 2026) yang digelar Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT).

 

Dalam konferensi internasional tersebut, Anton membawa kajian bertajuk “Participatory Governance dalam Pembentukan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi.” Kajian ini mengangkat isu partisipasi publik dalam proses pembentukan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).

 

Kehadiran Wakil Ketua Komisi I DPR RI tersebut menjadi bagian dari ruang pertukaran gagasan yang mempertemukan pembuat kebijakan, akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi.

 

Kajian Anton menggunakan perspektif Participatory Governance dan Deliberative Democracy dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui strategi studi kasus.

 

Penelitian tersebut menelaah bagaimana DPR RI membangun partisipasi publik substantif dalam proses legislasi sebagai bagian dari prinsip democratic governance. Kajian juga melihat bagaimana masukan masyarakat menjadi bagian dalam proses pembentukan UU PDP.

 

Dalam kajian itu, partisipasi publik ditempatkan sebagai salah satu unsur penting dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. Kerangka hukum nasional memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan secara lisan maupun tertulis dalam proses penyusunan undang-undang.

 

Proses partisipasi publik dalam pembentukan UU PDP juga dikaji dari sejumlah aspek, mulai dari keterwakilan peserta, hubungan antaraktor, argumentasi yang disampaikan, hingga etika komunikasi dalam proses legislasi.

 

Bawa Isu Legislasi Nasional ke Forum Internasional

 

Keikutsertaan Anton menjadi bagian dari rangkaian akademik ICSIGC 2026 yang mengusung tema “Reimagining SDGs Through Social and Humanistic Perspectives.”

 

Konferensi tersebut membahas pembangunan berkelanjutan dari perspektif sosial dan humaniora. Salah satu subtema yang diangkat adalah Public Policy and Governance serta Digital Society.

 

Kajian mengenai Participatory Governance dalam pembentukan UU PDP memiliki keterkaitan dengan tata kelola pemerintahan dan perkembangan masyarakat digital.

 

Pelindungan data pribadi menjadi salah satu aspek dalam tata kelola digital, terutama terkait hak masyarakat dan perkembangan teknologi.

 

Melalui forum internasional ini, isu kebijakan publik dan legislasi nasional dibahas dalam lingkungan akademik yang mempertemukan perspektif dari Indonesia dan sejumlah negara lainnya.

 

Hadirkan Pembicara dari Empat Negara

 

ICSIGC 2026 juga menghadirkan sejumlah international keynote speakers dari berbagai negara dan institusi.

 

Mereka antara lain Prof. Denise L. Spitzer, Ph.D. dari University of Alberta, Kanada; Assistant Prof. VI Amelyn Ladora dari City College of Ormoc, Filipina; Associate Professor Dr. Mohd Yusri Ibrahim dari Universiti Malaysia Terengganu, Malaysia; serta Dr. Rahma Santhi Zinaida dari Sunway University, Malaysia.

 

Dari Indonesia, konferensi menghadirkan Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. dari Universitas Muhammadiyah Jawa Timur dan Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai international keynote speakers.

 

Kehadiran para pembicara tersebut mempertemukan perspektif akademik dari Indonesia, Kanada, Filipina, dan Malaysia dalam membahas tantangan pembangunan global dan lokal.

 

Didukung Dewan Penasihat Internasional

 

ICSIGC 2026 juga didukung International & Scientific Advisory Board yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Kanada, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Indonesia.

 

Sejumlah nama yang terlibat antara lain Dr. Helmy Muhammad, MA dari Universiti Kebangsaan Malaysia; Nor Isma, Ph.D., Research Fellow Asian Research Institute–National University of Singapore; Assistant Prof. Amelyn Laro dari Institute of International Research Assistance/SEACAF; serta Prof. Denise L. Spitzer, Ph.D. dari University of Alberta, Kanada.

 

Dari Indonesia, jajaran tersebut di antaranya Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc.; Prof. Ir. Sarjito, M.T., Ph.D.; Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.; Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M.Kom.; Prof. Dr. dr. Alina Dewi, M.Kes., AAK; Prof. Elli Nurhayati, M.PH., Ph.D.; dan Dr. Wariyatin, S.Sos., M.AAPD.

 

Posisi Advisor konferensi dipercayakan kepada Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Jawa Timur.

 

Sementara itu, Dr. Fajar Junaedi, S.Sos., M.Si. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dipercaya sebagai Steering Committee Chair. Posisi Conference Chair diemban Nuril Endi Rahman, S.Sos., MA. dari Universitas Muhammadiyah Jawa Timur.

 

Adapun posisi Co-Chairs diisi Malik Ibrahim, S.Sos., M.Sos. dan Galih Wiratmoko, M.Kom., yang juga berasal dari Universitas Muhammadiyah Jawa Timur.

 

Diikuti Peserta dari Berbagai Institusi

 

Jangkauan ICSIGC 2026 terlihat dari keberagaman afiliasi peserta yang telah mendaftar. Peserta berasal dari perguruan tinggi, institusi pendidikan, hingga sektor profesional.

 

Sejumlah institusi yang tercatat antara lain UMJT, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Bina Darma, Varee Chiang International School, Universitas Muhammadiyah Klaten, Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Padjadjaran, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Riau, Universiti Muhammadiyah Malaysia, Universitas Muhammadiyah Surakarta, PT PLN Indonesia Power UBP Bali, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Gadjah Mada.

 

Keberagaman tersebut memperlihatkan keterlibatan berbagai lingkungan akademik dan profesional dalam forum pertukaran gagasan yang dibangun melalui ICSIGC 2026.

 

Digelar Daring pada 20-21 Oktober 2026

 

ICSIGC 2026 dirancang sebagai forum akademik internasional yang mempertemukan researchers, academics, students, practitioners, dan policymakers untuk bertukar gagasan, hasil penelitian, serta inovasi dalam menghadapi tantangan pembangunan global dan lokal.

 

Sejumlah subtema yang diangkat meliputi Social Justice and Inequality, Cultural Perspectives on Sustainability, Corporate Social Responsibility and Social Impact, Public Policy and Governance, Education for Sustainable Development, Digital Society, serta Community Development and Innovation.

 

Selain menjadi ruang presentasi penelitian, ICSIGC 2026 juga membuka peluang publikasi bagi artikel yang sesuai dengan cakupan dan memenuhi persyaratan jurnal mitra.

 

Konferensi akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada 20–21 Oktober 2026.

 

Pendaftaran dan pengiriman abstrak masih dibuka melalui laman resmi konferensi di conferences.umjt.ac.id. Forum ini terbuka bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pemangku kebijakan yang ingin mempresentasikan hasil penelitian maupun gagasan terkait pembangunan berkelanjutan.

 

Melalui ICSIGC 2026, UMJT membuka ruang dialog yang mempertemukan kebijakan publik, penelitian, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan. Kajian mengenai Participatory Governance dalam pembentukan UU PDP menjadi salah satu topik yang dibawa ke ruang akademik internasional tersebut. (MJK/*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!