BOYOLALI, MENARA62.COM – Suasana Ramadhan di Masjid At-Taqwa Perum Bayangkhara, Siswodipuran, Boyolali, Ahad (1/3/2026), terasa semarak dan penuh hikmah. Ratusan jamaah memadati halaman masjid untuk mengikuti kegiatan ngabuburit dan buka puasa bersama yang dikemas melalui pertunjukan wayang golek pitutur bersama Ki Ustad Pujiono, Mudir PonpesMU Manafiul Ulum Sambi.
Pertunjukan tersebut mengangkat lakon “Kejayaan Kerajaan Islam Demak Sultan Trenggono”. Melalui cerita itu, Ki Ustad Pujiono menghadirkan kisah kepemimpinan Sultan Trenggono, sultan ketiga Kesultanan Demak, yang dikenal berhasil membawa kerajaan Islam tersebut mencapai masa kejayaan.
Dengan gaya penyampaian ringan, humoris, dan sarat makna, Ki Ustad Pujiono mengajak jamaah meneladani nilai-nilai kepemimpinan, semangat dakwah, persatuan, dan keberanian para tokoh Islam terdahulu. Penampilan wayang golek pitutur ini tidak hanya menjadi hiburan menjelang berbuka puasa, tetapi juga menjadi sarana dakwah yang mampu menjangkau semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Gelak tawa jamaah sesekali terdengar ketika Ki Ustad menyelipkan pesan moral tentang pentingnya menjaga ukhuwah dan membangun peradaban Islam dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan masjid. Pesan tersebut disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami dan membekas di hati para jamaah.
Ketua Panitia, Wahyu Haryadi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin setiap Ramadhan untuk mempererat silaturahmi warga Perum Bayangkhara.
“Alhamdulillah, antusiasme jamaah sangat tinggi. Semoga kegiatan ini bisa terus dilaksanakan untuk memperkuat kebersamaan dan semangat keagamaan warga,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Takmir Masjid At-Taqwa, Agus Prawoto, menegaskan pentingnya peran masjid sebagai pusat kegiatan umat. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan ilmu, budaya, dan kebersamaan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Ketua RT 3 Sarfan, Ketua RT 4 Safyani, Ketua RT 5 Sri Handayani, serta Sholikin. Kehadiran para tokoh masyarakat menunjukkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang mampu memperkuat karakter dan spiritualitas warga.
Menjelang waktu berbuka puasa, suasana semakin khidmat ketika doa dipimpin langsung oleh Ki Ustad Pujiono, memohon keberkahan Ramadhan dan persatuan umat. Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Kegiatan ngabuburit dengan wayang golek pitutur ini menjadi bukti bahwa dakwah dapat dikemas secara kreatif dan menyenangkan tanpa kehilangan kedalaman makna. Selain memperkaya tradisi Ramadhan, kegiatan ini juga memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat dan kebudayaan Islam di tengah masyarakat. (*)

