Pekalongan – MENARA62.COM – Usai Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada tanggal 14 Februari 2026 kemarin. Gebrakan baru dilakukan oleh Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Pekalongan – Jawa Tengah. Yaitu transformasi kepemimpinan berupa mutasi dan perubahan di 16 pimpinan pengelola BTM Pekalongan. Seperti perubahan struktur manajer umum yang semula dijabat oleh Much. Mabrur Hadi kini dijabat oleh Nurozah untuk periode 2026 – 2030. Begitu juga di beberapa cabang – cabang BTM Pekalongan yang lainnya.
Di acara serah terima jabatan yang diselenggarakan hari ini Kamis (26/02/2026). Hadir Ketua Pengurus BTM Pekalongan Drs. H. Achmad Su’ud, M.Si, Sekretaris Pengurus Rusman Effendy, SE, Bendahara Pengurus H. Abdul Cholik, SE, MM, Ketua Pengawas Drs. H. Akhmad Sakhowi. ME, Sekretaris Pengawas H. Helman Qomari, SE.
Ketua Pengurus BTM Pekalongan; Achmad Su’ud di kesempatan itu, mengatakan, mutasi dan perubahan dalam setiap periode kepemimpinan di BTM merupakan sebuah tradisi organisasi yang lazim dijalankan. Apalagi BTM Pekalongan selalu mengedepankan keberlanjutan dalam mendorong kemajuan BTM sebagai microfinance Muhammadiyah.
“Melalui mutasi dan perubahan kepemimpinan ini kami berharap ada “darah segar” di BTM Pekalongan yang mampu manajerial yang baik dalam implementasi visi dan misi BTM sebagai pusat keuangan Persyarikatan Muhammadiyah,”terang Suud.
Selama ini BTM Pekalongan memiliki 13 kantor cabang dan 3 kantor Kas yang tersebar di Kabupaten atau Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Pekalongan. Hal ini dikarenakan BTM Pekalongan mengedepankan prinsip 1 PDM satu BTM sebagaimana dalam manifesto Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM).
Maka dengan adanya mutasi 16 pimpinan di lingkungan BTM Pekalongan seperti di kantor pusat, kantor cabang Bligo, kantor cabang Bojong, kantor cabang wonopringgo, kantor cabang Kajen, kantor cabang Kesesi, dan kantor cabang Lebakbarang. Kelak, kata Suud, diharapkan akan terlahir pimpinan-pimpinan baru yang dapat melangsungkan tongkat kepemimpinan dari BTM Pekalongan ke depannya.
Kemudian terkait kinerja di RAT Tahun Buku 2025 dipaparkan sebelumnya, asset BTM Pekalongan ketika di awal merger tahun 2016 sebesar Rp 172.307.887.862, pada akhir tahun buku 2025 telah melejit menjadi Rp 393.900.991.803. Sementara modal BTM Pekalongan pada awal merger tahun 2016 sebesar Rp 11.840.842.257, dan pada akhir tahun buku 2025 telah melonjak menjadi sebesar Rp 26.114.960.721. Sedangkan dana simpanan anggota yang berhasil dihimpun pada awal merger tahun 2016 sebesar Rp 145.315.203.642, dan pada akhir tahun buku 2025 naik menjadi Rp 361.371.131.736. Jumlah pembiayaan yang disalurkan pada awal merger tahun 2016 sebesar Rp 104.453.416.924, dan pada akhir tahun buku 2025 berkembang menjadi sebesar Rp 176.249.197.822.
