SOLO, MENARA62.COM — Sebanyak 272 siswa dari 172 sekolah dasar dan sederajat mengikuti ajang Sukaba Junior Medical Olympiad (JMO) 2026 yang digelar di SMP Negeri 1 Kota Surakarta, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus kompetisi kesehatan bagi para dokter kecil di lingkungan sekolah.
Ketua panitia, dr. Enny Listiawati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran pola hidup sehat sejak dini sekaligus mencetak pelajar yang mampu menjadi teladan kesehatan di sekolah masing-masing.
“Tujuan kegiatan ini adalah membagikan bagaimana pola hidup sehat dan bagaimana anak-anak tidak hanya menjalankan pola hidup sehat, tetapi juga menjadi panutan pola hidup sehat di sekolahnya masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perlombaan dibagi menjadi empat tahapan, yakni babak penyisihan pertama, penyisihan kedua, semifinal, dan final. Dari kompetisi tersebut akan dipilih enam pemenang, meliputi juara 1, 2, 3 serta juara harapan 1, 2, dan 3.
Menurut Enny, antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Ratusan siswa tampak bersemangat mengikuti berbagai rangkaian lomba yang menguji pengetahuan, keterampilan, dan wawasan kesehatan dasar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, mengapresiasi pelaksanaan Junior Medical Olympiad sebagai bentuk kolaborasi positif antara Dinas Pendidikan Kota Surakarta dengan Sukaba atau Suluh Kasih Bangsa.
Ia menilai kegiatan tersebut penting untuk memberikan ruang bagi anak-anak dalam mengekspresikan kemampuan dan keterampilan mereka di bidang kesehatan.
“Anak-anak mendapatkan wadah untuk mengekspresikan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan mereka tentang kesehatan. Harapannya mereka bisa menjadi agen perubahan untuk mengampanyekan kesehatan di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal,” katanya.
Dwi menambahkan, keberadaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang sadar kesehatan. Karena itu, kegiatan seperti JMO dinilai mampu memperkuat pemahaman siswa terhadap pentingnya hidup sehat sekaligus mengenalkan profesi tenaga kesehatan sejak dini.
Menurutnya, interaksi peserta dengan para juri, dokter, maupun tenaga medis dalam kegiatan tersebut dapat membangun motivasi anak-anak untuk lebih dekat dengan dunia kesehatan.
“Kegiatan ini juga membangun kedekatan anak-anak untuk memahami profesi kesehatan, baik dokter umum, dokter spesialis, maupun dokter gigi,” ujarnya.
Ia berharap Junior Medical Olympiad dapat dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter, kesehatan, dan keterampilan siswa di Kota Surakarta.
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan lomba yang dikemas edukatif dan menyenangkan. (*)

