Denpasar, Menara62.com. Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dikdasmen dan PNF Tahun 2026 sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi dan arah pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Bali. Kegiatan yang berlangsung pada 3 Juni 2026 ini menghadirkan pimpinan Muhammadiyah, pengelola pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan Muhammadiyah se-Bali.
Rakorwil diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan yang dimeriahkan oleh penampilan seni paduan suara siswa Muhammadiyah, penampilan Tapak Suci dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya. Ketua Panitia, Agung Surya Al Haqie, S.Pd., Gr., dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakorwil menjadi momentum penting untuk menyamakan visi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah di Bali. Adapun peserta Rakorwil adalah seluruh Ketua PDM se-Bali dan jajaran Dikdasmen PNF se-Bali.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan welcoming speech dari Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Bali, Dr. Sugito, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya kolaborasi antara majelis, sekolah, dan seluruh unsur persyarikatan dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang dengan tata kelola management sekola yang baik. Sementara itu, Ketua PWM Bali, Ir. H. Husnul Fahmi, dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan, mengajak seluruh peserta untuk terus berinovasi dan menghadirkan pendidikan Muhammadiyah yang berkualitas, berkarakter, dan mampu menjawab kebutuhan zaman. Husnul Fahmi berharap Rakorwil ini benar-benar mampu mengembangkan sekolah Muhammadiyah Bali menjadi unggul dan berkemajuan.
Pada sesi materi, peserta mendapatkan berbagai pemaparan strategis. Diawali dengan best practice Sekolah Model Muhammadiyah yang disampaikan oleh Kepala SD Muhammadiyah 3 Denpasar RA. Emma Rossada, S.Pd.,M.Pd, sebagai inspirasi pengembangan mutu sekolah dimana SD Muhammadiyah 3 Denpasar telah menjadi Sekolah Model tingkat Nasional. Selanjutnya, Ketua PDM Kota Denpasar, Tatang Wisnu Wardhana, S.Pt., memaparkan materi tentang kebijakan dan peningkatan mutu sekolah/madrasah sebagai upaya memperkuat daya saing lembaga pendidikan Muhammadiyah.
Sesi berikutnya menghadirkan Sekretaris PWM Bali, H. Hamsun Imtihan, S.HI., yang mengangkat tema “Sinergi Majelis dan Sekolah Muhammadiyah: Membangun Ekosistem Pendidikan Unggul dan Berkemajuan.” Materi ini menjadi salah satu fokus utama Rakorwil, menegaskan bahwa kemajuan pendidikan Muhammadiyah hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama yang erat antara majelis, sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh elemen persyarikatan.
Tidak hanya membahas penguatan mutu pendidikan, Rakorwil juga menjadi sarana penyampaian hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah Tahun 2026. Dr. Sugito, S.Pd., M.Pd., memaparkan berbagai arah kebijakan nasional yang akan menjadi pedoman bagi pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Bali, termasuk aspek tata kelola kelembagaan dan kepegawaian.
Melalui Rakorwil Dikdasmen dan PNF Bali Tahun 2026 ini, Muhammadiyah Bali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan mutu layanan pendidikan, serta membangun ekosistem pendidikan yang unggul, berkemajuan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan. Semangat sinergi yang terbangun diharapkan menjadi energi bersama dalam mewujudkan lembaga pendidikan Muhammadiyah yang semakin dipercaya masyarakat dan mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Rakorwil Dikdasmen PNF Bali ! Sinergi Membangun Ekosistem Pendidikan Muhammadiyah Bali yang Unggul dan Berkemajuan
- Advertisement -
